Suzuki: Kebutuhan Motor Trail di Indonesia Dominan di Kelas 150 cc


Setelah Kawasaki Motor Indonesia (KMI) dan Astra Honda Motor (AHM), salah satu pabrikan merek Jepang yang tertarik menjual motor trail di Indonesia adalah Suzuki Indomobil Sales (SIS).Suzuki berkali-kali mengakui market motor trail di Tanah Air itu ada dan tidak pernah habis, bahkan terus mengalami pertumbuhan. Mungkin nggak sedikit temen-temen yang penasaran, kapan trail dari Suzuki keluar?

Sebenarnya Suzuki udah bermain di segmen motor trail dalam beberapa tahun terakhir. Paling nggak sejak akhir tahun 2016 lah… Yups, nggak salah lagi… Suzuki udah jualan trail dual sport DR200S kepada Polri. Jumlahnya lumayan banyak, mencapai ribuan unit. Motor DR200S itu dipakai sebagai kendaraan dinas bagi berbagai kesatuan di Kepolisian, mulai dari Brimob, Sabhara, hingga Satlantas. Meskipun demikian, DR200S dipastikan nggak akan dijual kepada konsumen umum dengan berbagai alasan.

Baru-baru ini Head Sales & Marketing SIS Pak Yohan Yahya bilang seperti dilansir KompasOtomotif bahwa spesifikasi yang diusung oleh DR200S itu nggak cocok dengan selera konsumen motor trail di Indonesia. Sayangnya nggak disebutkan lebih spesifik sih nggak cocoknya gimana. IMHO, mungkin yang bikin nggak cocok itu antara lain DR200S masih menggunakan sistem pembakaran karburator dan nggak comply dengan regulasi emisi Euro 3 yang berlaku di Indonesia (DR200S masih Euro 2), terus desainnya old school, dan rem belakang menggunakan sistem tromol yang jadul. Padahal mesin 200 cc SOHC, 4-stroke, 2-valve, dan berpendingin udara yang diusung oleh DR200S udah oke banget loh buat penggemar trail. Tapi mungkin pertimbangan lainnya DR200S masih didatangkan utuh (CBU) dari Jepang, dan itu juga bikin sulit membuat harganya kompetitif.

Nah… Untuk melawan Kawasaki KLX150 series dan Honda CRF150L, Suzuki lebih condong akan menggarap motor trail baru dengan kapasitas mesin 150 cc. Ini memang cukup logis ya… Motor trail 150 cc ya dilawan aja dengan 150 cc, bukan dengan 200 cc. Lebih menarik lagi Suzuki udah punya basis mesin 150 cc yang diproduksi di Indonesia. Apa lagi kalau bukan mesin 150 cc DOHC, 4-stroke, 4-valve, dan berpendingin cairan yang terpasang pada Satria F150, GSX-R150, dan GSX-S150. Buat Suzuki akan lebih murah satu mesin diapakai keroyokan ketimbang meriset dan memproduksi mesin yang baru lagi buat si motor trail 150 cc. Memang sih di India sana Suzuki punya mesin 150 cc SOHC, 4-stroke, 2-valve, dan berpendingin udara milik Gixxer 150 yang tentunya bisa head-to-head dengan mesin KLX150 dan CRF150L. Namun alangkah lebih menarik kalau Suzuki memberikan warna yang berbeda dengan mesin DOHC. Bener nggak?

“Kami melihat untuk segmen trail, kebutuhan di 150cc yang dominan dengan spesifikasi seperti yang lain,” ungkap Pak Yohan Yahya.

Advertisements