• Home »
  • Article »
  • YIMM Pantau Data Impor & Penjualan Yamaha YZ Series, Hasilnya Mengejutkan!

YIMM Pantau Data Impor & Penjualan Yamaha YZ Series, Hasilnya Mengejutkan!




Temen-temen Adventuriderz.com… Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bukanlah pemain asing di segmen motor trail. Mereka udah punya motor trail dual sport WR250R sejak awal tahun 2015. Sayangnya penjualan motor itu nggak cukup moncer karena statusnya yang masih CBU dari Jepang sehingga harganya nggak kompetitif sama sekali. Saat awal launching, WR250R dibandrol dengan harga Rp 93 juta on the road Jakarta. Kalau nggak salah sekarang motor itu udah tembus Rp 100 juta. Jelas angka itu memiliki selisih yang amat jauh dari kompetitor terdekatnya, Kawasaki KLX250S dan Honda CRF250RALLY, dengan harga Rp 63 jutaan.

Nah… Saat ini YIMM punya rencana untuk mengembangkan motor trail entry level (kemungkinan 150 cc), tentu diproduksi secara lokal di Indonesia biar harganya kompetitif, dan dipergunakan sebagai pesaing terdekat bagi Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150L. Beberapa waktu yang lalu Pak Eddy Ang selaku Deputy General Manager YIMM bilang kalau mereka akan mengembangkan all new engine alias mesin yang benar-benar baru untuk dipasangkan di motor trail entry level itu. Jadi nggak pakai mesin V-Ixion atau mesin-mesin lain yang udah ada. Pure mesin baru!

Sebelum masuk ke segmen motor trail entry level, YIMM ternyata udah memantau terus data impor motor trail CBU dari berbagai macam merek serta memantau data impor motor trail CBU Yamaha YZ series. Menurut Pak Eddy Ang, berdasarkan pantauan itu menunjukkan angka yang cukup mengejutkan. Pak Eddy Ang memang nggak menyebut spesifik angkanya. Tapi yang pasti angka penjualan motor trail CBU tergolong tinggi, menggiurkan, dan angkanya terus mengalami kenaikan. Ini menjadi salah satu alasan kenapa YIMM tertarik ikutan masuk ke segmen motor trail entry level. Konsumen trail CBU aja basisnya gede, apalagi yang versi murah. Pasti lebih banyak lagi…



“Kami sedikit pelajari data impor Yamaha YZ series dan lainnya, ternyata agak mengejutkan kenaikannya. Kontribusi impor untuk model off road cukup besar, saya nggak bisa sebutkan angkanya,” ujar Pak Eddy Ang, dikutip dari Viva.

Yups… Yamaha memang udah bermain di segmen motor trail premium di Indonesia. Bukan dijual langsung oleh YIMM, melainkan menggunakan tangan Arnaud CBU Indonesia alias Yamaha CBU Off Road Indonesia (PT El Rhino Global). Motor yang dijual oleh Arnaud CBU Indonesia berasal dari tipe motocross YZ85, YZ125, dan YZ250FX serta tipe motor enduro cross-country YZ250X dan YZ250FX. Adventuriderz.com nggak tahu berapa angka penjualan Yamaha YZ series di Arnaud CBU Indonesia per tahun. Toh Arnaud CBU Indonesia juga belum lama beroperasi, baru sejak tahun 2016. Namun dari chit-chat yang pernah Adventuriderz.com lakukan dengan Big Boss Arnaud CBU Indonesia, Mr. Dechamps Arnaud, mereka punya target penjualan 550 unit motor di tahun 2017 ini. Kok cuma sedikit mas? Jangan salah… Motor trail yang dijual Arnaud CBU Indonesia itu motor trail premium yang udah sangat siap dipakai kompetisi. Tentu harganya nggak murah, meskipun masih jauh lebih murah ketimbang motor trail CBU dari Eropa. Dengan angka penjualan segitu pun kabarnya udah bikin Yamaha jadi market leader motor trail premium. Mungkin angka penjualan Yamaha YZ series yang cukup kencang ini bikin YIMM tergerak untuk menghadirkan motor trail versi murah… Apakah akan jadi kenyataan? Ya kita tunggu aja…

Advertisements