Airoh Aviator 2.2 – Helm Dambaan Para Rider Penggemar Off Road


Brand helm asal Italia, Airoh, mungkin nggak begitu jadi idola bagi kalangan rider street bike. Di kalangan rider street bike, Airoh masih kalah favorit dibandingkan dengan AGV, Nolan, Suomy, Shark, HJC, X-Lite, Shoei, dan lain-lain. Tapi lain cerita buat para rider penggemar off road dan motocross, nama Airoh begitu didewa-dewakan. Bahkan bisa dibilang helm Airoh adalah dambaan bagi para rider penggemar motor trail. Memang apa alasannya?

Di kancah balap aspal, Airoh memang nggak banyak mendukung pembalap. Siapa sih rider MotoGP dan WorldSBK yang pakai helm Airoh? Nah… Di sisi lain, Airoh sangat royal memberikan dukungan sponsor kepada para rider di kancah balap garuk tanah tingkat dunia. Malah hampir semua pembalap off road top dunia pakai helm Airoh. Di ajang balap MXGP, Antonio Cairoli (Red Bull KTM Factory Racing) menjadi bintang utama Airoh. Apalagi Airoh mengeluarkan cukup banyak seri helm edisi Cairoli. Kemudian di kancah balap Hard Enduro sejumlah nama beken menggunakan helm Airoh. Sebut saja Graham Jarvis (Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing), Alfredo Gomez (Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing), Billy Bolt (Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing), Jonny Walker (Red Bull KTM Factory Racing), Wade Young (Sherco Factory Racing Team), dan Mario Roman (Sherco Factory Racing Team).

Masih belum cukup?? Oke… Di EnduroGP, sang juara 2017 Steve Holcombe (Beta Factory Racing) pakai helm Airoh. Josep Garcia (Red Bull KTM Factory Racing) yang menjuarai kelas Enduro 2 musim 2017 pakai Airoh. Lanjut ke gelaran SuperEnduro, rider top macam Taddy Blazusiak (Red Bull KTM Factory Racing) juga pakai helm Airoh. Jadi rider-rider motocross dan enduro top dunia benar-benar dikuasai oleh Airoh. Mungkin hanya segelintir lainnya yang nggak pakai helm Airoh seperti Bell, Fox, KYT, Suomy, dan lain-lain.

Melihat kondisi itu, kita sebagai penggemar off road benar-benar sangat dicekoki oleh merek Airoh. Lha gimana nggak? Setiap ada rider yang menang atau masuk podium menenteng helm Airoh. Praktis merek Airoh masuk ke mindset para penggemar off road di seluruh dunia sebagai helm sang juara dan banyak dipakai oleh rider top dunia. Nggak heran kalau rasa ingin memiliki helm Airoh seperti yang dipakai oleh bintang idola menjadi cukup kuat. Imbansya ya helm Airoh menjadi dambaan bagi para penggemar off road dan motocross.

Oh ya… Helm yang banyak dipakai oleh rider-rider top dunia yang udah disebutkan tadi adalah Airoh Aviator 2.2. Ini bisa dibilang helm off road kasta tertinggi milik Airoh. Desainnya memang keren, kemudian spesikasinya juga amat sangat oke. Airoh Aviator 2.2 terbuat dari bahan 100 persen karbon kevlar yang bobotnya sangat ringan. Airoh mengklaim bahwa helm Airoh Aviator 2.2 memiliki bobot hanya 950 gram plus-minus 50 gram. Enteng banget kan? Fitur utama Airoh Aviator 2.2 antara lain menggunakan teknologi Airoh Emergency Fast Remove (AEFR) yang memungkinkan helm dibuka dengan sangat cepat dalam kondisi darurat, lalu ada fitur Extra Wide Vision yang membuat pandangan rider sangat luas baik ke depan hingga ke samping, serta sejumlah sistem ventilasi yang berfungsi membuat kepala tetap dingin dan kering lantaran sirkulasi udara berjalan dengan sangat baik. Sistem penguncian Double-D Ring jelas menjadi standar bagi Airoh Aviator 2.2.

Buat temen-temen yang pengen meminang Airoh Aviator 2.2, harganya di Indonesia memang tergolong tinggi. Butuh kocek yang lumayan untuk memboyongnya ke rumah. Rata-rata Airoh Aviator 2.2 dibandrol dengan harga Rp 7-8 jutaan. Harganya cukup bervariasi, tergantung dari corak dan edisi helm. Helm special edition Six Days, special edition Red Bull, special edition Rockstar Energy, atau special edition Cairoli bisa jadi lebih mahal daripada versi standar walaupun modelnya sama-sama Airoh Aviator 2.2. Tapi kalau ngerasa Airoh Aviator 2.2 terlalu mahal, ada Airoh Twist dan Airoh Switch yang harganya lebih bersahabat. Toh sama-sama Airoh ini… Hehehe…

Advertisements