Beta RR 2T 125 Mulai Didistribusikan, Indonesia Kebagian?





Sekitar pertengahan tahun 2017 yang lalu Beta Motorcycles secara resmi mengumumkan peluncuran motor enduro paling gres dengan kapasitas mesin paling kecil Beta RR 2T 125. Dari namanya pasti udah cukup gamblang kalau si baby RR menggendong mesin 125 cc 2-stroke. Dengan demikian Beta resmi masuk ke segmen motor enduro 125 cc menantang KTM 125 XC-W, Husqvarna TX 125, dan Sherco 125 SE-R.

Di Eropa sana, target market buat motor enduro 125 cc 2-stroke, termasuk Beta RR 2T 125 adalah para rider yang masih belia dengan usia mulai dari 14 tahun. Beta RR 2T 125 juga ditargetkan untuk menggaet para rider muda yang mengikuti kompetisi Enduro World Championship di kelas Junior dan Youth, sejumlah kompetisi National Enduro Championship di berbagai negara kelas Junior dan Enduro 1 (E1), serta sejumlah kategori balap dengan kapasitas mesin kecil.

Meskipun lebih ditujukan untuk para rider muda dan pemula, namun faktanya Beta nggak main-main dalam menggarap Beta RR 2T 125. Bahkan motor bermesin mungil ini secara dimensi tidak jauh berbeda dengan kakak-kakaknya seperti Beta RR 2T 250/300 dan Beta RR 4T 350/390/430/480. Mesin yang dipakai di Beta RR 2T 125 juga merupakan mesin yang benar-benar baru yang sebelumnya tidak dimiliki oleh Beta. Mesin baru itu kemudian dipadukan dengan frame yang identik dengan milik Beta RR 2T 250/300, tapi tentunya butuh sejumlah penyesuaian agar frame ini cocok disandingkan dengan mesin kecil.



Kabar terbaru dari Eropa menyebutkan bahwa Beta RR 2T 125 udah mulai didistribusikan dari pabrik ke dealer-dealer yang ada di wilayah Eropa dan Amerika Serikat. Gimana dengan Indonesia, apakah kebagian Beta RR 2T 125? Jujur Adventuriderz.com belum dapat info apakah Beta RR 2T 125 masuk ke Indonesia atau nggak. Tapi gini temen-temen… Market Indonesia itu beda banget dengan Eropa. Di Eropa motor enduro umumnya dipakai buat kompetisi, buat off road, dan nggak sedikit yang menggunakan buat kendaraan harian. Makanya jangan heran kalau motor-motor enduro Eropa ngejar comply dengan regulasi emisi Euro 4 biar bisa dipakai ngaspal di jalan raya. Apalagi di Eropa juga mengatur SIM berjenjang sesuai dengan kapasitas mesin dan tenaga motor, sehingga motor 125 cc menjadi sangat penting di sana. Sementara di Indonesia, motor enduro lebih banyak dipakai buat fun off road, Indonesia belum punya kompetisi enduro yang mapan kayak di Eropa, kemudian SIM C Indonesia pun nggak ada penjenjangan. Imbasnya ya konsumen di Indonesia beli motor nggak terlalu mikir kelas-kelasan. Ada duit tinggal beli sesuai selera. Bahkan pemikiran konsumen di Indonesia itu “bigger is better”. Bisa beli motor dengan kapasitas mesin gede tentu lebih bisa bikin bangga meskipun belum tentu bisa menguasainya. Hal ini diperparah dengan harga motor enduro 125 cc 2-stroke yang selisihnya nggak jauh beda dibandingkan dengan 250/300 2-stroke. Lagi-lagi mindset kebanyakan konsumen di Indonesia, tambah sedikit Rp 10-20 juta udah dapat yang 250 cc. Tambah dikit lagi udah dapat yang 300 cc, dst… Itu bikin motor enduro 125 cc 2-stroke kurang dilirik di Tanah Air. Misal Beta RR 2T 125 dijual di Indonesia, pasti harganya di atas Rp 100 juta juga sih…

Advertisements