• Home »
  • Article »
  • Penjualan Kawasaki KLX250S di Tahun 2017 Merosot Tajam, Apa Penyebabnya?

Penjualan Kawasaki KLX250S di Tahun 2017 Merosot Tajam, Apa Penyebabnya?




Temen-temen Adventuriderz.com sekalian… Pada tahun 2016 Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sanggup menjual motor dual sport KLX250S dengan angka yang cukup fantastis. Dalam setahun KLX250S sanggup terjual 2.128 unit. Kalau dirata-rata kurang lebih angkanya sekitar 177 unit per bulan. Memang nggak gede-gede amat, tapi udah cukup bagus mengingat KLX250S harganya tergolong mahal, lebih dari Rp 60 juta. Sayangnya, prestasi mentereng di tahun 2016 itu nggak berlanjut pada tahun 2017. Di tahun 2017 penjualan KLX250S justru merosot cukup tajam. Memang berapa mas?

Yups… Dari data yang diterbitkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang tahun 2017 KLX250S hanya mampu didistribusikan sebanyak 841 unit alias berkontribusi sebesar 1,07 persen dari seluruh penjualan motor Kawasaki di Indonesia. Misal dirata-rata, berarti KLX250S hanya dikirimkan sebanyak 70-an unit per bulan. Jelas angka ini turun sangat tajam dibandingkan dengan perolehan di tahun 2016. Bahkan nggak tembus setengah dari penjualan tahun 2016.

Nggak bisa dipungkiri, pada tahun 2016 lalu itu meskipun KLX250S terjual dalam angka yang cukup besar, namun 90 persen penjualan berasal dari kalangan instansi. Cuma sekitar 10 persen konsumen umum yang membeli KLX250S. Kemungkinan nih ya, anjloknya penjualan KLX250S di tahun 2017 bisa disebabkan oleh turunnya permintaan dari konsumen fleet. Seperti diketahui, Polri telah memesan Suzuki DR200S yang dikirimkan sejak akhir 2016 hingga sepanjang tahun 2017. Bukan mustahil DR200S mempengaruhi penjualan KLX250S, khususnya di institusi Polri, karena sebagian besar pesanan KLX250S berasal dari Polri sebagai kendaraan dinas anggota kepolisian.



Selain DR200S yang memukul di kalangan konsumen fleet, Honda CRF250RALLY juga ikutan nongol dan merebut market konsumen umum. Begitu nongol, CRF250RALLY memang langsung memikat konsumen. Penjualannya memang nggak tinggi-tinggi amat. Dengan harga Rp 63 jutaan (sama dengan KLX250S), penampilan super gagah, desain fresh, dan membawa nama besar Honda, CRF250RALLY sepanjang tahun 2017 mampu terjual lebih dari 200 unit per bulan. Angka yang cukup fantastis buat pendatang baru di segmen motor dual sport high end. Nggak heran kalau sekarang populasi CRF250RALLY di kalangan konsumen umum terlihat lebih ramai ketimbang KLX250S. Bisa jadi CRF250RALLY mempengaruhi penjualan KLX250S sepanjang tahun 2017 lalu.

Bagaimana pertarungan motor dual sport 250 cc untuk tahun 2018? Sepertinya Kawasaki sadar market motor dual sport 250 cc nggak gede. Diprediksi Kawasaki nggak akan melakukan promosi yang gencar untuk memasarkan KLX250S. Motor ini yang penting ada, ready stock, dan nggak perlu promosi. Toh kalaupun promosi bakar duit banyak atau ngoceh sampai mulut berbusa marketnya ya segitu-segitu aja. Istilahnya KLX250S hanya pelengkap lineup produk Kawasaki di Indonesia. Ada yang beli dilayani, nggak ada ya wess… Apalagi KLX250S bukan barangnya KMI sendiri, melainkan produk impor dari Kawasaki Thailand. KMI nothing to lose dengan pertarungan kelas dual sport 250 cc. Yang paling memungkinkan buat KLX250S memikat konsumen paling-paling hanya refreshment warna grafis.

Advertisements