• Home »
  • Article »
  • Pabrikan China Bikin Motor Enduro 2-Stroke, Peluang Buat Viar dan Gazgas Nih!

Pabrikan China Bikin Motor Enduro 2-Stroke, Peluang Buat Viar dan Gazgas Nih!



Temen-temen Adventuriderz.com sekalian… Meskipun mesin 2-stroke dianggap tidak ramah terhadap lingkungan dan digempur oleh berbagai macam regulasi, namun faktanya di segmen motor off road mesin 2-stroke masih sangat digemari. Coba aja perhatikan, penjualan motor off road 2-stroke KTM, Husqvarna, Sherco, Beta, Gas Gas, hingga Yamaha masih sangat bagus. Bahkan KTM pernah menyebut motor bermesin 2-stroke berkontribusi sekitar 50 persen dari total penjualan mereka. Itu mengindikasikan peminat motor off road 2-stroke memang masih sangat tinggi.

Kebanyakan para konsumen yang membeli motor off road 2-stroke memiliki alasan yang sama, antara lain motor 2-stroke punya bobot yang jauh lebih ringan daripada motor 4-stroke, dengan kapasitas yang sama tenaga motor 2-stroke jauh lebih besar daripada 4-stroke, dan yang nggak kalah penting perawatan motor 2-stroke itu lebih mudah dan lebih murah. Tapi sayangnya, budget untuk menebus motor off road 2-stroke dari merek-merek ternama seperti KTM, Husqvarna, Sherco, Beta, Gas Gas, dan Yamaha itu sama sekali nggak murah. Motor-motor off road 2-stroke mereka (125/250/300 cc) dijual pada rentang harga Rp 125 juta sampai Rp 160 jutaan, tergantung dari kapasitas mesin. Paling murah tentu dari merek Jepang, Yamaha YZ250X. Itupun harganya hampir Rp 90 juta.

Beruntungnya baru-baru ini ada pabrikan China yang mengeluarkan motor off road 2-stroke, yaitu GPX Moto TSE250R. Spesifikasi GPX Moto TSE250R tergolong cukup oke juga kok. Basis mesin yang dipakai adalah Yamaha DT230 Lanza yang sebenarnya mesin uzur. Meskipun demikian, mesin itu kemudian di-tuning ulang sehingga memiliki kapasitas 250 cc dan berpendingin oli yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 40 HP. Sistem pencampuran oli samping dan bahan bakar pun sudah dilakukan secara otomatis melalui sistem oil injection. Nggak perlu repot mencampur oli samping dan bensin ketika mengisi bahan bakar ke dalam tangki. Cukup oke juga kan?



Kalau mesin mengambil dari basis Yamaha DT230 Lanza, lain lagi dengan bagian framenya. Frame GPX Moto TSE250R cukup kekinian dengan mengusung model central backbone dengan bahan terbuat dari chromoly. Kurang lebih ala-ala frame KTM, Husqvarna, Sherco, Beta, dan Gas Gas gitu lah. Terus suspensi depan pakai model upside down dan suspensi belakang mono shock dengan linkage. Secara penampilan sih no doubt desainnya keren abis dan nggak kalah dibandingkan dengan motor-motor off road Jepang dan Eropa. Walaupun agak disayangkan bagian headlight masih copy paste milik Yamaha WR250F/WR450F.

Seperti kebanyakan produk lain dari China, GPX Moto TSE250R memiliki keunggulan berupa harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan produk Jepang dan Eropa. Di Amerika Serikat misalnya, GPX Moto TSE250R dibandrol dengan harga US$ 5.600 atau sekitar Rp 76,5 jutaan. Adanya GPX Moto TSE250R sebenarnya bisa jadi peluang buat brand lokal Viar dan Gazgas untuk mulai bermain di segmen motor off road 2-stroke. Pasalnya, motor-motor off road 4-stroke yang mereka miliki sekarang juga basisnya dari produk China. Bukan mustahil dengan olahan Viar atau Gazgas harga GPX Moto TSE250R di Indonesia bisa jauh lebih murah daripada di Amerika Serikat mengingat jarak antara China – Indonesia lebih dekat ketimbang China – Amerika Serikat. Belum lagi skema pajak yang diterapkan oleh negara-negara tersebut. Rasanya pajak impor dari China ke Indonesia pun lebih bersahabat. Dan alasan berikutnya Viar atau Gazgas bisa merakit sendiri motor itu di pabrik mereka tanpa perlu mengimpor secara utuh. Gimana Viar dan Gazgas, nggak tertarik memasukkan GPX Moto TSE250R?? Atau mungkin masih mau nunggu versi 125 cc 2-stroke??

Advertisements