Weekend Mainan Lumpur Bareng Rekan-Rekan Trail Pantai Timur

Kayaknya udah lumayan lama Adventuriderz.com nggak share cerita adventure di blog ini. Maklum belakangan ini memang jarang banget riding, jadi ya nggak ada cerita yang bisa di-share. Nah, kebetulan akhir pekan kemarin, tepatnya Minggu (11 Maret 2018), Adventuriderz.com off road bareng temen-temen dari komunitas Trail Pantai Timur (TPT) – Lampung Timur. Walaupun berada di kampung, komunitas off road di sini udah ada kok, belum banyak, tapi terus mengalami perkembangan. Motor yang dipakai oleh kebanyakan temen-temen komunitas cukup variatif, mulai dari Kawasaki KLX150, Viar Cross X 250 ES, odong-odong trail classic, maupun odong-odong dalam bentuk motor trail modern.

Untuk off road weekend kemarin, kebetulan yang ikutan cuma tujuh orang. Enam orang rider pakai KLX150, sedangkan seorang lagi pakai Yamaha Mio. Karena ridingnya dimulai saat sore hari, maka rute yang diambil juga nggak bisa panjang. Kami bisa dibilang cuma cari keringat di sore hari melewati rute pendek namun berlumpur dan nggak ada tanjakan yang cukup ekstrem lah… Rutenya lebih banyak berada di area sawah Sragi mulai dari desa/perkampungan Pasir Gedong, Pasiran, Kupang, Tanjung Putus, dan terakhir di Apus. Semuanya adalah persawahan yang berada di wilayah Kecamatan Jabung – Lampung Timur.

Sore itu kami start sekitar pukul 16.00 WIB. Kami menggeber motor dengan kencang karena jalan yang dilewati masih berupa tanah pasir dan tanah merah yang mulus. Nggak lama kemudian kami menyeberangi jembatan, dan setelah jembatan inilah track yang dilewati agak bikin dag-dig-dug. Gimana nggak? Ternyata jalan yang berada di samping sungai dan sawah mengalami banjir. Hujan yang terus mengguyur area ini memang membuat sungai meluap, membuat jalan hingga sawah terendam banjir. Banjirnya pun cukup dalam. Di bagian tertentu bisa merendam setengah badan motor. Kalau temen-temen melihat foto di bawah, mungkin nggak menyangka kalau itu merupakan area persawahan, karena wujudnya udah mirip seperti danau. Yang bikin ngeri lagi kami mesti melewati area yang banjir ini sejauh ratusan meter.

Rupanya drama melewati banjir tadi nggak berjalan dengan mulus. KH sukses lolos duluan, sedangkan AT yang menggunakan KLX150S ban 16-19 inch mesinnya mati saat melewati jalur yang dalam. Otomatis rider lain yang berada di belakang tertahan beberapa saat di genangan air yang dalam. Adventuriderz.com yang berada paling belakang berusaha menjaga mesin di rpm tinggi agar tidak mati di tengah genangan, tapi gagal!! Mesin si belalang tempur KLX150L ikutan mati. Menghidupkan mesin motor di tengah genangan jelas sangat berisiko. Paling aman yang didorong dulu sampai ke daratan, baru berusaha menghidupkan kembali mesin motor. Untungnya si belalang tempur nggak rewel dan bisa langsung dihidupkan setelah aksi dorong-dorongan.

Setelah melewati banjir, kami kembali menggeber motor di pematang sawah. Jalurnya becek dan licin. Lumpur yang melekat pun karakternya beda dengan lumpur yang ada di hutan misalnya. Lumpur putih di sawah lebih lengket dan agak susah lepas. Kami juga sempat menyeberangi aliran sungai kecil dan naik ke atas tanggul penahan banjir. Dari tanggul ini kami berjalan terus ke arah Tanjung Putus. Lagi-lagi kami melewati jalur yang licin dan penuh lumpur. Oh ya, ternyata sore itu banyak banget warga dari berbagai desa yang melakukan gotong-royong di Tanjung Putus. Soalnya tanggul penahan air banjir mulai jebol. Jika dibiarkan maka ratusan atau malah ribuan hektar sawah di sini bisa tenggelam dan terancam gagal panen. Nggak terasa waktu menunjukkan pukul 17.45 WIB. Kami segera bergegas meninggalkan jalur off road dan pulang kembali ke rumah masing-masing. Belum puas sih, tapi lumayan udah dapat keringat. Hehehe…

Advertisements