• Home »
  • Article »
  • Honda TDM Ajak Blogger, Vlogger, & Jurnalis Liburan ke Pulau Pahawang

Honda TDM Ajak Blogger, Vlogger, & Jurnalis Liburan ke Pulau Pahawang

Temen-temen Adventuriderz.com sekalian… Hari Sabtu lalu (7/4/2018) PT Tunas Dwipa Matra (TDM) yang notabene sebagai main dealer motor Honda di Lampung mengadakan event TDM Media Partner Gathering 2018. Dalam event tersebut Honda TDM mengajak para blogger, vlogger, dan jurnalis yang berada di wilayah Lampung untuk liburan ke Pulau Pahawang. Kebetulan Adventuriderz.com juga mendapatkan undangan dari Honda TDM untuk ikut serta di TDM Media Partner Gathering 2018. Nggak perlu pikir panjang, Adventuriderz.com langsung menyanggupi ajakan Honda TDM. Lantas gimana keseruan TDM Media Gathering 2018?

Sabtu pagi kami sudah berkumpul di kantor pusat Honda TDM yang berada di Jalan Radin Intan No. 65 – Bandar Lampung. Kebetulan di hari yang sama Honda TDM juga mengadakan Front Line People (FLP) Gathering 2018 yang berisi perwakilan FLP dari seluruh dealer Honda di Lampung. Jadi nggak mengherankan kalau markas Honda TDM diserbu oleh lebih dari 80 orang peserta gathering yang semuanya tumplek-bleeek di sana. Dari markas Honda TDM kami berangkat menuju Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Pesawaran sebagai tempat menyebarang menuju Pulau Pahawang. FYI aja, lokasi Pulau Pahawang sendiri kalau nggak salah masuk ke wilayah Kabupaten Pesawaran yang memang berada di pesisir pantai barat Lampung. Perjalanan dari Bandar Lampung ke Pelabuhan Ketapang kurang lebih membutuhkan waktu satu jam.

Di Pelabuhan Ketapang, para rombongan dibagi ke dalam tiga unit kapal motor. Kapal yang digunakan untuk menyeberang ke Pulau Pahawang ukurannya cukup variatif. Ada yang kecil dengan daya tampung sekitar 15 orang, ada pula yang agak gede dengan daya tampung hingga 30-40 orang. Dalam perjalanan ini kami nggak langsung ke Pulau Pahawang, melainkan mampir sejenak di Pulau Kalegian yang jaraknya nggak terlalu jauh dari Pelabuhan Ketapang. Di Pulau Kalegian ini kami bersantai sejenak, ganti kostum buat yang pengen ganti, dan yang nggak kalah seru ada lomba games antar kelompok. Games yang disajikan cukup seru dan membutuhkan kekompakan antar anggota kelompok. Mantaaaap!

Setelah cukup berada di Pulau Kalegian, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Pahawang yang menjadi ikon wisata kali ini. Perjalanan dari Pulau Kalegian ke Pulau Pahawang membutuhkan waktu yang agak lama. Sekitar satu jam kami terombang-ambing di tengah laut, lengkap dengan panas terik matahari yang luar biasa menyengat. Walaupun sebagai destinasi utama, tapi faktanya nggak banyak hal yang dilakukan di Pulau Pahawang. Di sana kami hanya istirahat, shalat, makan siang, dan foto-foto. Sekedar informasi, Pulau Pahawang ini tergolong pulau yang cukup hidup. Beda dengan Pulau Kalegian yang sangat sepi, di Pulau Pahawang ini ditempati oleh banyak warga. Ada rumah-rumah, tempat makan, mushala, dan penginapan di sana. Bahkan nggak sedikit warga yang memiliki motor di Pulau Pahawang. Makanya banyak wisatawan yang mampir makan siang hingga bermalam di Pulau Pahawang.

Dari Pulau Pahawang tiga unit kapal bertolak menuju ke spot berikutnya, yaitu Taman Nemo. Di sinilah keseruan sesungguhnya dimulai… Yups, kami diajak snorkeling di Taman Nemo. Rasanya rugi banget wisata ke Pulau Pahawang tanpa snorkeling. Nggak perlu nunggu lama, Adventuriderz.com langsung pakai life vest serta goggle yang dilengkapi dengan snorkel dan langsung melompat dari kapal. Yeaah, no doubt sih, alam bawah laut di sekitaran Pulau Pahawang, khususnya di Taman Nemo, memang oke. Ikan di bawah laut banyak banget dan bisa ditemui dengan mudah, nggak terkecuali ikan nemo. Soalnya di sini kan namanya Taman Nemo, jadi ya populasi ikan nemonya sangat banyak. Gimana dengan terumbu karang? IMHO di Taman Nemo ini terumbu karangnya belum benar-benar melimpah ruah karena baru tumbuh dan berkembang. Mungkin kita mesti nunggu beberapa tahun ke depan sampai populasi terumbu karang bertambah banyak sehingga ikan-ikan yang berkeliaran di Taman Nemo pun semakin banyak.

Selain Taman Nemo, sebenarnya kami menyambangi satu lagi spot snorkeling (lupa namanya) di sekitar Pulau Pahawang. Tapi sayangnya Adventuriderz.com memutuskan nggak nyemplung. Kenapa? Pertama karena udah agak lelah snorkeling di sport pertama. Jujur aja Adventuriderz.com udah lama nggak olahraga. Paling-paling olahraganya main off road pakai motor trail. Itupun belum tentu seminggu sekali. Napas lebih cepat ngos-ngosan saat snorkeling di Taman Nemo. Belum lagi beberapa kali kaki udah sempat kram. Alasan kedua, di spot snorkeling yang kedua ini banyak banget ubur-ubur. Ukurannya pun gede-gede banget, nggak cuma sekepalan tangan, melainkan bisa sampai sekepala bayi. Temen-temen lain yang udah ngerasain gimana sedapnya disengat ubur-ubur juga jadi ogah nyemplung.

Lantaran nggak banyak peserta gathering yang nyemplung di spot kedua, kami nggak berlama-lama berada di sana. Kami lalu melanjutkan perjalanan menuju spot terakhir di kawasan Pulau Pahawang. Apa lagi kalau bukan Pulau Pahawang Kecil. Bisa dibilang Pulau Pahawang Kecil ini merupakan pulau yang nggak berpenghuni. Tapi jangan salah, pemandangan alam di sini luar biasa cantik. Ada hamparan pasir membelah laut yang sangat panjang. Saat air laut surut, hamparan pasir ini bisa terlihat dengan sangat jelas dan kita bisa menjelajahinya hingga ke ujung. Kalau air laut pasang, hamparan pasir yang memanjang ini tertutup oleh air laut, namun sepertinya tetap nggak terlalu dalam. Asli keren abis sih ini!!

Oh ya… Di Pulau Pahawang Kecil ini panitia masih mengadakan satu game penutup yang sangat seru dan bagi-bagi door prize. Ntah kenapa kalau bagi-bagi door prize gini Adventuriderz.com nggak pernah beruntung. Dari sekian banyak hadiah yang dibawa panitia ke Pulau Pahawang Kecil, nggak ada satupun yang mampir ke tangan Adventuriderz.com. Tapi nggak apa-apa lah, paling nggak udah bisa menikmati keindahan alam Indonesia yang amat sangat cantik ini. Dan Pulau Pahawang Kecil adalah destinasi terakhir yang kami kunjungi saat TDM Media Partner Gathering & FLP Gathering 2018 kemarin. Dari Pulau Pahawang Kecil kami kembali naik kapal kayu ke Pelabuhan Ketapang dalam kondisi ombak yang cukup besar. Nggak heran kalau goncangan kapal sangat kuat dan bikin sejumlah penumpangnya teler. Walaupun ombaknya lumayan gede, alhamdulillah kami bisa mendarat di Pelabuhan Ketapang lalu kembali ke Bandar Lampung dengan selamat. Anyway terima kasih buat PT Tunas Dwipa Matra yang udah ngajakin liburan gratis, sukses selalu, dan semoga ke depan lebih sering lagi ngundangin kami… Hehehe…

Advertisements