Main Off Road Lanjut Bakar Ikan di Pantai Mutiara Baru – Lampung Timur



Temen-temen sekalian… Kali ini Adventuriderz.com akan share cerita mengenai pengalaman off road beberapa waktu yang lalu bareng temen-temen Trail Pantai Timur (TPT) – Lampung Timur. Memang kegiatan itu udah berlalu cukup lama, kalau nggak salah hari Sabtu, 25 Maret 2018. Artinya sekitar tiga minggu yang lalu atau malah nyaris satu bulan yang lalu. Tapi nggak apa-apalah daripada nggak ada cerita yang di-share di blog ini kan?

Waktu itu komunitas TPT yang markasnya di Karya Makmur, Jalan Lintas Timur Pantai Timur, Lampung Timur, mengadakan event kecil-kecilan, bukan event dengan skala besar. Acaranya cuma off road bareng dengan ngundang temen-temen komunitas di sekitarnya. Yang datang pun nggak begitu banyak, mungkin cuma sekitar 50-an orang. Kami start sekitar pukul 12.30 WIB di Pasar Karya Makmur. Seperti yang sering Adventuriderz.com katakan, jalur off road di Lampung Timur, khususnya sekitaran Pantai Timur memang sangat terbatas. Jarang ada tanjakan-tanjakan yang ekstrem. Jalur di sini lebih banyak didominasi oleh lumpur maupun jalur-jalur becek di tengah perkebunan sawit.

Saat ngetrail bareng TPT inipun sama… Tidak lama setelah start kami melewati jalan-jalan perkampungan yang didominasi oleh tanah pasir dan makadam. Kemudian kami masuk jalur single track di tengah perkebunan sawit yang cukup becek dan lengket. Maklum tanah di sini masih banyak yang berupa tanah gambut dan lempung seperti di persawahan. Licin sih udah pasti… Dan nggak menunggu lama kami selanjutnya melewati jalur yang di sebelah kirinya berupa sungai sedangkan sebelah kanan perkebunan sawit yang tertutup oleh rimbunnya rerumputan. Jalurnya lebih mirip seperti rawa sih. Nggak sedikit para peserta yang struggle di sini. Wajar sih, soalnya cuma ada satu jalur dan dalamnya lumayan. Adventuriderz.com yang berada di barisan lumayan depan pun nggak bisa melewatinya dengan mulus. Ban depan tertancap sempurna di dalam kubangan lumpur tanpa bisa bergerak sama sekali. Butuh bantuan teman sampai akhirnya ban depan lolos. Tapi ternyata saat ban belakang masuk ke kubangan, nasibnya sama saja. Lagi-lagi motor mesti ditarik dengan bantuan tiga orang untuk lolos.



Setelah melewati jalur jahanam ini baru deh kami bisa geber gas agak dalam. Kami melewati area pertambakan yang lumayan licin tapi lebar. Selanjutnya kami mulai masuk ke wilayah pantai. Apakah ini jadi jalur yang lebih gampang? Ternyata nggak juga lho! Di pantai ini kami mesti menerjang aliran sungai. Memang nggak terlalu dalam, tapi lumayan deras alirannya. Mesin motor Adventuriderz.com sempat mati di sini. Wkwkwkwkwk… Kemudian kami riding melewati bibir pantai dan meliak-liuk di antara rimbunnya pohon bakau yang banyak tersebar di tepi pantai. Sepintas kelihatan mudah riding di atas pasir pantai yang putih. Tapi faktanya, pasir pantai di sini agak berbeda. Soalnya di banyak bagian pasir yang cantik itu hanya kamuflase. Ketika dilewati malah ambles karena di bawah pasir masih berupa lumpur yang sangat lengket.

Menjelang sampai di tujuan, Pantai Mutiara Baru, kami dihadang oleh aliran muara sungai yang dalam dan deras. Mustahil menerjang aliran muara sungai ini menggunakan motor. Cara yang terbaik adalah dengan membawa motor ke arah tengah laut yang agak dangkal untuk menghindari aliran sungai. IMHO ngeri-ngeri sedap juga menggeber motor ke tengah laut. Walaupun nggak dalam, tapi air lautnya udah cukup merendam mesin. Dan temen-temen tahu sendiri kan sifat air laut sangat korosif terhadap logam maupun komponen-komponen lain yang berada di motor. Terlalu lama merendam motor di laut jelas nggak baik untuk kesehatan motor. Beruntung sekali si belalang tempur Kawasaki KLX150L milik Adventuriderz.com bisa melewati jalur di tengah laut dengan baik meskipun setelah itu agak brebet-brebet. Beberapa motor ada yang mogok di tengah laut, terutama yang punya ground clearance rendah dan menggunakan open filter. Tapi ya wajar sih karena medan yang dilalui nggak bisa dibilang gampang.

Sesampainya di Pantai Mutiara Baru kami makan siang dengan nasi bungkus, kemudian dilanjutkan dengan acara bakar ikan rame-rame. Ada ikan simba atau bahasa kerennya ikan giant travelly (GT) yang gede banget kemungkinan di atas 10 kg, ikan kakap merah, ikan tuna, ikan tongkol, dan lain-lain. Mantaaaaap!! Yang pasti salut banget buat temen-temen TPT yang udah menjamu dengan sangat baik. Setelah acara bakar ikan selesai, kami keluar dari Pantai Mutiara Baru dengan jalur yang berbeda. Sebenarnya masih ada acara lagi di sirkuit grasstrack, namun karena udah menjelang sore jadi Adventuriderz.com putuskan nggak ikut acara itu dan langsung pulang ke rumah. Sampai jumpa dalam cerita adventure selanjutnya ya!

Advertisements