Suzuki Masih Galau Pilih Mesin SOHC atau DOHC untuk Trail 150 cc

Ada kabar bagus nih buat temen-temen penggemar motor trail. Pasalnya, salah satu pabrikan motor asal Jepang, Suzuki, dipastikan masih on the track dalam mengembangkan motor trail entry level berkapasitas mesin kecil sebagai pesaing bagi Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150L. Suzuki menilai market motor trail terus mengalami pertumbuhan. Bahkan pertumbahannya rata-rata mencapai 10 persen per tahun. Itu yang membuat pabrikan asal Hamamatsu tertarik terjun. Akan tetapi, ada satu hal yang bikin Suzuki masih galau terkait dengan motor trail entry levelnya nanti. Apa itu??

Menurut informasi Mas Iwan (Iwanbanaran.com) yang baru saja diajak oleh Suzuki ke Jepang, motor trail entry level Suzuki nanti bisa dibilang sebagai all new bike. Bukan dikembangkan dari basis motor trail Suzuki yang sudah ada sekarang. Jadi benar-benar sebagai motor baru yang belum pernah ada sebelumnya. Ini berarti motor trail murah Suzuki nggak bakal menggunakan platform DR200S yang sudah dipakai oleh Polri ataupun dari basis motor off road DR-Z125L. Konsepnya mungkin mirip seperti CRF150L, di mana Astra Honda Motor (AHM) nggak menggunakan platform CRF150F, CRF150R, atau CRF230F yang produknya sudah melenggang dengan bebas di pasar global, melainkan mengembangkan sebuah motor baru dari nol!

Terus apa kegalauan Suzuki?? Tidak lain dan tidak bukan adalah masalah engine. Yups, ternyata Suzuki masih menimbang-nimbang pilihan mesin, antara menggunakan mesin 150 cc SOHC atau DOHC. Jika menggunakan mesin SOHC, maka Suzuki akan langsung head-to-head dengan Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150L karena keduanya juga masih mengandalkan mesin sederhana SOHC 2-valve berpendingin udara. Harga tentu bisa ditekan misalnya Suzuki memilih menggunakan mesin SOHC. Masalahnya adalah sekarang ini Suzuki nggak punya platform mesin SOHC di Indonesia. Dulu memang ada Thunder 125, tapi sekarang kan sudah dihentikan produksinya.

Opsi kedua tentu menggunakan mesin DOHC berpendingin cairan yang diambil dari basis mesin GSX-150 series. Platform mesin ini sudah ada di Indonesia. Malah terpasang pada tiga varian motor sekaligus, yaitu Satria F150, GSX-R150, dan GSX-S150. Dipastikan performa mesin DOHC Suzuki lebih ganas daripada SOHC 2-valve milik kompetitor. Bagi Suzuki Indonesia lebih gampang memanfaatkan mesin yang sudah ada ini ketimbang memproduksi mesin baru. Tapi Suzuki bimbang, apakah bisa membandrol trail entry level nanti dengan harga yang sama dengan kompetitor jika menggunakan mesin DOHC. Tahu sendiri kan mesin DOHC ini lebih rumit dan harganya pun lebih mahal dibadingkan dengan SOHC. Di sisi lain motor trail kompetitor yang pakai mesin SOHC saja bandrol harganya tembus Rp 32-35 juta.

Walaupun pengembangan motor trail Suzuki masih on the track, namun kemungkinan besar produk tersebut nggak akan keluar tahun ini juga bro. Lebih realistis tahun 2019 nanti sih… Nah, buat temen-temen sendiri mendingan mana, Suzuki pakai mesin SOHC sehingga harga produknya murah atau lebih asyik pakai mesin DOHC yang powerful sekalipun harganya agak mahal? IMHO Suzuki harus berani menjadi pembeda. Apalagi konon kabarnya Yamaha bakal merilis WR150R dengan basis mesin V-Ixion yang berupa SOHC 4-valve berpendingin cairan. Saat Kawasaki dan Honda hanya mengandalkan mesin SOHC 2-valve berpendingin udara dan Yamaha pakai SOHC 4-valve berpendingin cairan, untuk memberikan diferensiasi alangkah baiknya Suzuki pakai mesin DOHC.

Advertisements