• Home »
  • Article »
  • Detail Husky TE 300i Graham Jarvis untuk Kompetisi Hard Enduro 2018

Detail Husky TE 300i Graham Jarvis untuk Kompetisi Hard Enduro 2018



Motor enduro 2-stroke dengan sistem pembakaran injeksi Husqvarna TE 300i sebenarnya telah resmi dirilis sejak Mei 2017 yang lalu. Namun faktanya motor itu nggak langsung dipakai oleh para rider papan atas di kompetisi hard enduro. Bahkan rider tim factory Husqvarna seperti Graham Jarvis dan Billy Bolt masih tetap mengandalkan Husky TE 300 dengan sistem pembakaran karbu sepanjang tahun 2017. Apakah itu berarti sistem pembakaran injeksi lebih inferior dibandingkan dengan sistem pembakaran karburator pada motor enduro 2-stroke?

Tentu nggak dong ya… Pabrikan memang telah memproduksi mesin 2-stroke injeksi, tapi tim balap masih butuh waktu untuk melakukan riset, pengetesan, dan penyesuaian motor sesuai dengan karater rider. Menariknya, mulai tahun 2018 ini udah banyak rider hard enduro yang pakai mesin 2-stroke injeksi. Nggak cuma rider dari tim factory Husky, tapi juga dari tim factory KTM. Mau nggak mau KTM dan Husky sebagai pelopor motor enduro 2-stroke injeksi bakal menggunakan motor itu di ajang balap resmi lewat tim factory mereka. Dan salah satu rider tim factory Husky yang bakal menggunakan motor enduro 2-stroke injeksi TE 300i dalam menghadapi kompetisi hard enduro adalah The King of Hard Enduro yang belum lama ini menyambangi Indonesia, Graham Jarvis!!

Damien Butler sebagai mekanik kepercayaan Jarvis mengatakan pihaknya mempelajari cukup banyak hal mengenai TE 300i, termasuk belajar tentang wiring dan pompa injektor. Meskipun demikian, menurut Damo (panggilan akrab Damien Butler) pengetesan yang dilakukan pada musim dingin lalu berjalan dengan sangat baik sehingga Jarvis bisa tersenyum gembira dan sangat siap menghadapi kompetisi World Enduro Super Series (WESS) 2018 dan sejumlah ajang balap hard enduro di musim 2018. Terus apa beda TE 300i dan TE 300 versi Damo???



“Dibandingkan dengan model karbu apa yang kami dapatkan adalah karateristiknya lebih cocok untuk track kencang pada motor dengan sistem injeksi daripada track pelan yang lebih pas untuk mesin karbu. Meskipun demikian, hal itu diimbangi oleh fakta bahwa motor injeksi ketika head-to-head dengan motor karbu saat melewati hill climb, memiliki traksi yang sangat luar biasa,” ujar Damo, dikutip dari Enduro21.com.

Mengenai motor TE 300i yang dipakai Jarvis buat balapan tentu nggak standar lagi. Sejumlah hal diubah untuk memberikan kenyamanan kepada Jarvis. Pada bagian knalpot, Damo masih tetap mengandalkan header standar, tapi silencer diganti dengan FMF 2.1 Hardcore yang terbuat dari bahan titanium. Suspesni depan standar WP XPlor 48 pun dilengserkan diganti dengan WP Cone Valve 48, sedangkan suspensi belakang menggunakan WP Traxx. Seperti biasa, settingan suspensi Jarvis dibikin soft. Malah settingannya paling empuk dibandingkan dengan rider-rider top lain di kompetisi WESS dan hard enduro. Lalu triple clamps motor Jarvis menggunakan Xtrig Rocs.

Bagian lain yang diubah pada TE 300i Jarvis adalah clutch cover alias penutup bak kopling. Yang dipakai adalah merek Rekluse lantaran dianggap jauh lebih kuat dibandingkan dengan clutch cover standar. Uniknya Jarvis nggak menggunakan sistem kopling otomatis dari Rekluse. Doi justru pakai sistem kopling manual meskipun buatan Rekluse juga. Radiator plus kipas radiator dibiarkan dalam kondisi standar. Hanya saja Damo memasang selang radiator buatan Samco. Transmisi tetap menggunakan rasio gearbox standar pabrik 6-speed dengan sprocket 13T/50T merek Supersprox lengkap dengan rantai merek RK. Sejumlah detail lain bisa temen-temen lihat pada foto yang ada di page ini yak! Satu yang pasti nih bro, dengan TE 300i Si Jarvis ini tetap jadi rider yang mengerikan sekaligus menjadi kandidat kuat juara WESS 2018. Maklum walaupun udah tua tapi skill-nya nggak bisa dipandang sebelah mata. Ada yang tertarik bikin spec TE 300i kamu kayak motornya Jarvis?

Advertisements