Zongshen RX3S Bisa Jadi Calon Penampilan Baru Viar Vortex 250

Pabrikan motor asal China, Zongshen, bisa dibilang cukup sukses dalam memasarkan motor adventure seperempat liter bernama Zongshen RX3. Motor ini telah disebar ke banyak negara di dunia, nggak terkecuali Amerika Serikat dan Indonesia. Di Amerika Serikat Zongshen RX3 diberi label Cyclone RX3, sedangkan di Indonesia mendapatakn label sebagai Viar Vortex 250. Setelah lima tahun melenggang di market motor adventure dunia, akhirnya Zongshen merilis update bagi Zongshen RX3 dengan nama berubah menjadi Zongshen RX3S. Nggak cuma namanya aja yang mengalami perubahan, tapi juga menyasar di bagian desain dan mesin!

Secara umum desain Zongshen RX3S masih mirip seperti pendahulunya Zongshen RX3. Perbedaan yang paling besar terletak di bagian facia. Yups, headlight Zongshen RX3S terlihat jauh lebih macho dengan penyematan asimetris headlight. Kurang lebih headlight-nya jadi kayak motor adventure BMW R 1200 GS. Kemudian Zongshen RX3S mendapatkan windscreen yang lebih tinggi. Gagah?? Pastinya sih gitu… Terutama kalau dilihat dari depan… Beeeeuuh… BMW GS banget!! Cuma bagian samping sampai belakang kurang lebih masih sama dengan Zongshen RX3. Suspensi upside down di bagian depan dan suspensi belakang mono shock dengan link serta crash bar yang melingkari mesin masih menjadi perlengkapan standar.

Update yang cukup signifikan berikutnya ada di sektor pengereman. Zongshen RX3S pakai sistem dual disc brake di bagian depan lengkap dengan fitur dual channel ABS. Beneeeer… Nggak salah lagi kok, motor Tiongkok ini udah pakai rem ABS. Oh ya… Speedometer kombinasi antara digital dan analog tertempel dengan manis di dashboard Zongshen RX3S. Kemudian pannier box juga menjadi perlengkapan standar dalam paket penjualan, membuat konsumen nggak perlu repot-repot beli box terpisah kalau mau pakai motor buat touring adventure jarak jauh. Cuma yang Adventuriderz.com sesalkan velg-nya masih pakai velg palang. Coba kalau pakai velg jari-jari dengan ring 17-19 inch pasti bakal lebih menarik.

Apalagi yang baru di Zongshen RX3S mas? Mesin!! Nah, untuk mesin ini Zongshen RX3S naik kelas jadi 380 cc dua silinder, SOHC, 8-valve, berpendingin cairan, dan memakai sistem pembakaran injeksi. Jelas ini improvement signifikan dari Zongshen RX3 yang hanya menggunakan mesin NC250 berkapasitas 250 cc satu silinder, SOHC, 4-valve, dan berpendingin cairan. Tenaga yang mampu dilontarkan mesin Zongshen RX3S adalah sebesar 36,2 HP dengan torsi sebesar 35 Nm. Memang nggak terlalu heboh, tapi cukup lumayan buat mesin motor China. Kemungkinan karakternya juga mirip kayak mesin dua silinder asal China lainnya yang hentakan tenaganya biasa-biasa saja.

Apakah mungkin Zongshen RX3S menjadi generasi baru bagi Viar Vortex? Dari segi desain sih sangat mungkin bisa… Viar bisa saja membangun Vortex terbaru nanti dengan penampilan ala Zongshen RX3S. Tapi di sektor mesin yang mencapai 380 cc sih rasanya nggak. Bisa dipastikan Viar masih akan tetap mempertahankan mesin NC250 pada Vortex barunya nanti. Kenapa? Tentu pajak yang menjadi kendala. Bukan rahasia lagi motor dengan mesin di atas 250 cc sampai dengan 500 dikenai PPN BM 60 persen. Imbasnya membuat harga motor jadi kurang reasonable. Harga mahal tapi masih belum cocok dibilang moge. So, mesin 250 cc yang nggak kena PPN BM masih tetap jadi andalan. Info yang Adventuriderz.com dapatkan, update mesin Vortex 250 nanti bakal fokus ke sistem pembakaran. Kalau sekarang masih pakai karbu, Vortex 250 terbaru nanti pakai sistem pembakaran injeksi!

Advertisements