Harga Setara, Pilih Yamaha YZ125X atau GPX Moto TSE250R?

Tahun ini menjadi momen yang sangat bagus buat para penggemar off road di Indonesia. Pasalnya, pada Juli atau Agustus 2018 nanti akan ada dua motor baru yang masuk ke Tanah Air. Serunya lagi, kedua motor itu mengusung mesin 2-stroke dan memiliki bandrol harga yang agak miring. Mereka adalah Yamaha YZ125X dan GPX Moto TSE250R. Baik YZ125X maupun TSE250 akan dipasarkan oleh Dr. No Off Road Industries (PT El Rhino Global) yang markasnya ada di Gading Serpong, Tangerang, dengan rentang harga mirip-mirip sekitar Rp 70 jutaan. Kalau temen-temen punya duit Rp 70 jutaan dan pengen beli motor off road, bakal meminang YZ125X atau TSE250R??

Bisa dibilang antara YZ125X dan TSE250R itu merupakan pilihan yang sangat sulit. Brand image Yamaha sangat besar dan sudah begitu dipercaya oleh banyak kalangan karena kualitas produknya memang bagus. Tapi Yamaha menawarkan kapasitas mesin yang lebih kecil dengan rentang harga yang sama. Di sisi lain, TSE250R yang notabene motor buatan China memberikan kapasitas mesin lebih besar, power lebih besar, dilengkapi headlight dan taillight, ada electric starter, dan sejumlah keunggulan lainnya. Perbandingan antara YZ125X dan TSE250R bisa temen-temen simak dalam daftar di bawah ini:

Highlight Yamaha YZ125X

  • Brand ternama dari Jepang dan diproduksi di Jepang
  • Durabilitas motor sudah teruji
  • Komponen dari disuplai oleh brand-brand ternama
  • Frame semi-double cradle aluminium
  • Suspensi upside down (depan) dan mono shock (belakang) buatan Showa
  • Bobot ringan (95 kg)
  • Kapasitas mesin lebih kecil (125 cc)
  • Power mesin lebih kecil (sekitar 35 HP)
  • Tanpa headlight dan taillight
  • Tanpa electric starter (kick starter only)
  • Tanpa hand guard dan frame guard
  • Interval servis pendek
  • Harga Rp 70 jutaan

Highlight GPX Moto TSE250R

  • Motor buatan Hengjian Motorcycle asal China
  • Durabilitas belum teruji
  • Komponen disuplai oleh brand-brand yang kurang ternama
  • Frame central tube backbone chromoly
  • Suspensi upside down (depan) dan mono shock (belakang) buatan Fastace
  • Bobot lebih berat (117 kg)
  • Power mesin lebih besar (40 HP)
  • Dilengkapi headlight dan taillight
  • Ada electric starter dan kick starter
  • Dilengkapi hand guard dan frame guard
  • Interval servis panjang
  • Harga Rp 70 jutaan

Nah… Kalau dikasih daftar perbandingan kayak di atas pasti tambah bingung. YZ125X memang punya power yang lebih rendah daripada TSE250R. Tapi bobot YZ125X juga jauh lebih enteng. Bahkan selisihnya lebih dari 20 kg. Imbasnya power-to-weight ratio YZ125X justru lebih unggul dari TSE250R. Main off road dengan motor yang sangat enteng cuma 95 kg jelas lebih enak daripada pakai motor yang berat. Sayangnya, YZ125X itu nggak dilengkapi dengan electric starter, sedangkan TSE250R ada electric starter. Blusukan di medan off road tengah hutan tanpa electric starter jelas bukan ide yang bagus. Bayangin saat hill climb gagal, badan capek, ngangkat motor udah gemeteran, posisi jatuh di tempat yang miring, dan masih harus repot-repot ngengkol pula buat ngidupin mesin. Apa nggak sengsara tuh?? Hehehe… Belum lagi YZ125X nggak dilengkapi dengan lampu-lampu yang bermanfaat saat kemalaman di medan off road, sedangkan TSE250R punya… Terus layaknya motor kompetisi, YZ125X interval servisnya sangat pendek. Bikin pilihan jadi semakin rumit kan?

Memang sangat sulit ketika dihadapkan pada pilihan antara YZ125X dan TSE250R. Walaupun harganya sama-sama Rp 70 jutaan, namun keduanya punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. Yang jelas YZ125X dan TSE250R akan masuk ke Indonesia dalam waktu yang sangat dekat. Biar saling melengkapi, mendingan temen-temen beli aja dua-duanya. Biar bisa membandingkan langsung enakan yang mana… Hahaha…

Advertisements