• Home »
  • Article »
  • Tua-Tua Keladi, Graham Jarvis Masih Sanggup Juara Erzberg Rodeo 2018!

Tua-Tua Keladi, Graham Jarvis Masih Sanggup Juara Erzberg Rodeo 2018!



Memulai start kurang baik bukan berarti menghapuskan peluang pembalap Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing yang notabene mendapatkan julukan The King of Extreme Enduro, Graham Jarvis, di Erzberg Rodeo Red Bull Hare Scramble 2018. Yups… Jarvis memang nggak bagus ketika menjalani babak kualifikasi Iron Road Prologue. Bahkan doi tercecer di posisi ke-20. Begitu pula saat start main race, Jarvis nggak perform dengan baik sehingga tertinggal lumayan jauh dari lawan-lawannya. Tapi bukan Jarvis namanya kalau doi pantang menyerah. Dalam usia yang sudah cukup tua sebagai atlet hard enduro (43 tahun), Jarvis akhirnya masih bisa berhasil memenangkan Erberg Rodeo 2018. Kemenangan ini sekaligus yang keempat bagi Jarvis di kompetisi Erzberg Rodeo sepanjang karirnya!

Seperti diketahui, Erzberg Rodeo merupakan salah satu kompetisi hard enduro paling ekstrem di dunia yang digelar di area pertambangan di Austria yang dikenal dengan sebutan Iron Giant. Ajang balap ini diikuti oleh 1.530 peserta yang mengikuti sesi kualifikasi alias Iron Road Prologue untuk menyeleksi sebanyak 500 peserta saja yang bisa tampil di sesi main race. Dari total 500 peserta yang ikut main race, mereka dilepas start secara bertahap dengan masing-masing pelepasan sebanyak 50 peserta sesuai dengan hasil yang diraih saat babak kualifikasi. Para peserta ini harus menyelesaikan main race dengan track sangat ekstrem selama maksimal empat jam.

Saat bendera start dikibarkan, Taddy Blazusiak (Red Bull KTM Factory Racing) yang telah menjuarai Erzberg Rodeo sebanyak lima kali lansung melesat di depan, disusul oleh rekan satu timnya Jonny Walker yang berada di posisi kedua dan Billy Bolt (Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing) ketiga. Sayangnya perlahan namun pasti komposisi berubah saat memasuki area Carl’s Dinner yang medannya sangat penuh dengan bebatuan besar. Di Carl’s Dinner pembalap muda KTM Manuel Lettenbichler menjadi pimpinan sementara, diikuti oleh pembalap muda lainnya Billy Bolt kedua. Sedangkan posisi ketiga menjadi milik Jonny Walker dan Graham Jarvis sudah berhasil merangsek di posisi keempat.



Komposisi Manni – Billy – Jonny – Graham ini berlangsung cukup lama sampai akhirnya mereka memasuki area Green Hell. Bisa dibilang Green Hell merupakan area hutan yang penuh dengan pepohonan dan tanjakannya sangat curam serta licin. Lebih susahnya lagi para pembalap nggak punya ancang-ancang di Green Hell. Nggak heran kalau hampir semua pembalap kerepotan di Green Hell. Manni yang masuk pertama ke Green Hell mengalami stuck. Motornya nggak mau naik karena nggak mendapatkan traksi meskipun sudah didorong-dorong. Nggak lama kemudian Billy Bolt masuk ke area yang sama dan bisa ditebak keduanya stuck. Billy kemudian berinisiatif menolong dengan menarik atau mendorong motor Manni hingga ke atas. Tidak lama kemudian Graham Jarvis dan Jonny Walker sampai di area yang sama, sedangkan Billy Bolt masih kerepotan. Manni yang sudah sukses membawa motornya sampai atas lalu berjalan kaki turun kembali ke bawah untuk memberikan pertolongan kepada Billy. Setelah menolong Billy, Manni kembali ke motornya. Namun sayangnya Graham Jarvis dan Jonny Walker sudah berada di depan. Manni pun harus merelakan posisi pertama kepada si pembalap gaek Graham Jarvis. Aksi saling tolong-menolong antar pembalap ini bisa dibilang sangat luar biasa. Pasalnya panitia yang berada di lokasi tidak diperbolehkan memberi pertolongan saat pembalap stuck. Tapi aksi saling tolong-menolong antar pembalap diijinkan.

Keluar dari area Green Hell, Graham Jarvis masuk ke tanjakan area Dynamite dengan santai diikuti oleh Jonny Walker beberapa detik kemudian. Graham Jarvis pun akhirnya menyentuh garis finish pertama, sedangkan Jonny Walker kedua dan Manni Lettenbichler ketiga. Bagaimana dengan nasib Billy Bolt? Setelah ditolong oleh Manni ternyata Billy kembali terperosok ke bawah dan lagi-lagi doi mengalami stuck. Lalu datanglah Wade Young (Sherco Factory Racing) di area Green Hell yang juga gagal naik. Billy menolong Wade terlebih dahulu baru selanjutnya Wade turun menolong Billy. Wade sukses finish keempat dan Billy finish kelima!

Graham Jarvis

“Aku punya determinasi untuk melakukan start yang bagus tahun ini, tapi seperti biasa aku melakukannya dengan buruk! Di sana banyak sekali debu yang sangat berbahaya dan tidak ada yang bisa kamu lakukan kecuali mencoba dan melihat jalur yang bagus di tanjakan untuk mendahului. Aku merasa tidak terlalu jauh di belakang sehingga bisa mengimbanginya. Aku pernah membalap di sini sebelumnya dan aku berusaha untuk tetap tenang, sedangkan pembalap lain di sekitarku banyak melakukan kesalahan dan itu membantu memangkas waktuku. Aku berusaha menggeber di area Three King lagi seperti tahun lalu, tapi itu semua tidak berjalan dengan baik sampai aku menemukan jalanku di Carl’s Dinner. Aku merasa bagus di sana sehingga aku tahu ini menjadi satu-satunya peluang untuk memimpin balapan. Kemudian di Green Hell aku juga berlari cukup bagus namun tetep butuh perjuangan keras untuk melewatinya. Manni sebenarnya ada di depan tapi kembali turun membantu Billy dan itu menjadi peluangku mendahului. Aku tahu Jonny berada di belakangku saat memasuki Dynamite karena aku bisa melihatnya menanjak dan sukses. Balapan tahun ini lebih sulit, tapi semua pembalap meningkatkan permainan mereka jadi itu bagus. Mendapatkan empat kemenangan Erzberg Rodeo tentu menyakitkan lantaran aku berencana pensiun, tetapi sekarang aku harus ikut lagi (tahun depan).”

Jonny Walker

“Aku tidak melakukan start dengan bagus, tapi berusaha keluar dari debu lebih cepat dan kemudian aku riding dengan Taddy di depan. Aku gagal di tanjakan dan butuh beberapa kali percobaan sehingga Manni dan Billy mendahuluiku. Aku mencoba untuk terus mengikuti mereka namun kecepatan mereka benar-benar luar biasa. Menurutku aku tidak perlu menggeber motor terlalu kuat sekarang, aku akan menyimpan tenagaku. Ketika kami tiba di Carl’s Dinner aku sudah merasa lelah bersikap fair. Aku terus menahan Graham agar tetap di belakangku, setidaknya itulah rencananya tapi kemudian Graham sukses mendahuluiku menjalang akhir Carl’s Dinner. Kami keluar dari sana bersama-sama dan tetap bersama Graham sampai kami tiba di Green Hell di mana kami menemukan pembalap lain (Manni & Billy) kembali. Aku merasa stuck di belakang Graham namun kami kembali meninggalkan Green Hell bersama-sama dan aku lalu mengalami crash sehingga kehilangan waktu sekitar satu menit dari Graham. Aku berusaha menggeber dengan kuat hingga akhir, tapi inilah hasilnya, aku senang mendapatkan podium kedua.”

Manuel Lettenbichler

“Aku melakukan start cukup bagus, posisi ketujuh atau sekitarnya dan aku mendahului Blake Gutzeit dan Colton Haaker sangat awal. Itu membuatku sangat dekat dengan rombongan di depan seperti Taddy, Jonny, dan Billy. Aku mendahului mereka di area Forest di mana aku bisa menaiki tanjakan dengan sangat baik. Aku berusaha sekuat tenaga sejak dari sana sampai di Carl’s Dinner ketika aku dan Billy tiba bersamaan. Aku pikir kami menggeber motor terlalu kuat di sana. Setelah Carl’s Dinner aku membiarkan Billy mendahuluiku tapi aku kemudian mendahuluinya lagi saat mengisi bahan bakar dan kami pun pergi ke Green Hell. Yakin di sana sangat berat! Kami saling membantu, Billy membantuku terlebih dahulu lalu motorku tidak bekerja dengan baik. Electric starter-nya tidak berfungsi dan menggunakan kick starter sangat sulit. Aku turun membantu Billy dan kemudian menggeber motor hingga finish.”

Advertisements