Adu Balap Yamaha YZ125X vs Honda CRF450RX, Siapa yang Menang?

Dalam sebuah kompetisi enduro, umumnya penyelenggara tidak membatasi motor apa atau kapasitas mesin berapa yang bakal dipakai oleh peserta. Mau pakai mesin 2-stroke atau 4-stroke terserah. Mau pakai kapasitas mesin 125 cc, 250 cc, 300 cc, 350 cc, 450 cc, atau 500 cc terserah. Nggak masalah sama sekali… Itu pula yang berlaku di Japanese Enduro Championship (JEC) 2018 seri kedua di Toyama – Jepang. Malah di sana ada dua motor yang beda tipe mesin dan beda jauh kapasitas mesinnya saling bersaing ketat memperebutkan podium tertinggi, yaitu Yamaha YZ125X dan Honda CRF450RX. Lalu siapa yang menang antara YZ125X dan CRF450RX?

Baik YZ125X maupun CRF450RX keduanya diciptakan sebagai motor enduro cross-country. YZ125X dari namanya sudah sangat jelas mengusung mesin 125 cc tapi tipenya 2-stroke. Secara default power YZ125X sekitar 35 HP namun motor ini bobotnya sangat ringan hanya 95 kg. Di sisi lain CRF450RX menggunakan mesin buas 450 cc 4-stroke yang mampu memuntahkan tenaga lebih dari 53 HP dan bobotnya sekitar 116 kg siap pakai. So, YZ125X menang di bobot, sementara CRF450RX menang di power yang memang angkanya nggilani.

Nah… Di JEC 2018 seri Toyama itu YZ125X digeber oleh Kenji Suzuki dan CRF450RX dikendarai oleh Tadashi Kugimura. Kebetulan mereka berdua berada di kelas yang sama (A Class). Oh ya, track di Toyama sendiri memiliki panjang sekitar 4 km dengan banyak sekali variasi rintangan. Pada race hari pertama, Tadashi Kugimura dengan motor CRF450RX ternyata mampu menangkan lomba sedangkan Kenji Suzuki yang mengandalkan YZ125X mampu menempel ketat di podium kedua, sedangkan podium ketiga menjadi milik Takanori Nakajima dengan YZ250FX.

Tadashi Kugimura (Honda CRF450RX)

“Hari ini aku merasa lelah setelah membalap di JNCC minggu lalu sehingga aku kebingunan menemukan ritme di lintasan kering dan licin. Meskipun demikian, CRF450RX-ku bekerja dengan sangat baik sehingga akhirnya aku bisa mengalahkan Kenji.”

Kenji Suzuki (Yamaha YZ125X)

“Aku mendorong diriku terlalu keras agar bisa mengalahkan Kugimura dan kemudian bisa menyalip catatan waktunya di tes kedua terakhir… Tetapi kemudian dia melakukan putaran yang sangat cepat di tes terakhir sehingga aku kehilangan kemenangan.”

Nasib ternyata berubah di hari kedua. Keadaan menjadi berbalik, di mana Kenji Suzuki dengan motor YZ125X yang terkenal sangat ringan ini sanggup mengasapi Tadashi Kugimura dengan CRF450RX-nya. Kugimura sendiri akhirnya menutup hari kedua balapan dengan berada di podium kedua. Itu berarti antara YZ125X dan CRF450RX saling berbagi kemenangan di JEC 2018 seri kedua di Toyama. Untuk podium ketiga lagi-lagi diisi oleh Takanori Nakajima dengan motor YZ250FX.

Kenji Suzuki (Yamaha YZ125X)

“Aku sangat gembira bisa menang lagi. Aku sempat crash dua kali di awal lomba, tapi kemudian bisa menemukan kembali ritmeku hingga menang.”

Apa sih lesson learn yang bisa diambil dari case ini? Temen-temen bisa lihat, di medan enduro motor bermesin kecil macam YZ125X tetap bisa mengimbangi dan bahkan mengalahkan motor dengan kapasitas mesin jauh lebih besar dan jauh lebih powerful. Memang semuanya tergantung dari karakter track dan kemampuan rider. Ada track yang enak buat mesin kecil, ada pula track di mana mesin besar jauh lebih unggul. So, buat temen-temen yang mau beli motor enduro, jangan kalap beli motor yang amat sangat powerful meskipun duitnya ada. Apalagi peruntukannya hanya buat fun off road di akhir pekan. Sesuaikan aja dengan kemampuan riding-nya bro! Jangan sampai bisa beli motornya tapi nggak bisa pakainya ya… Hehehe…

Advertisements