• Home »
  • Article »
  • Trefle Lozerien AMV Day 1: Yamaha Berkuasa, Rider Hard Enduro Tidak Berdaya

Trefle Lozerien AMV Day 1: Yamaha Berkuasa, Rider Hard Enduro Tidak Berdaya

Setelah bergulat dengan dua seri hard enduro Extreme XL Lagares (Portugal) dan Erzbergrodeo Red Bull Hare Scramble Austria), serial balap enduro multi disiplin World Enduro Super Series (WESS) 2018 beralih ke Trefle Lozerien AMV (Perancis) yang tergolong sebagai genre classic enduro. Trefle Lozerien AMV digelar selama tiga hari (8-10 Juni 2018) dengan total tiga race. Masing-masing balapan berjarak 200 km sehingga selama tiga hari para pembalap harus menempuh jarak sejauh 600 km. Siapa yang menjadi pemenang di hari pertama Trefle Lozerien AMV 2018?

Di dua seri sebelumnya para pembalap yang sudah terbiasa bertarung di kompetisi hard enduro memang sangat mendominasi. Tapi itu nggak berlaku di Trefle Lozerien AMV ini bro… Bahkan performa pembalap hard enduro tergolong melempem di Perancis. Podium justru didominasi oleh pasukan Outsiders Yamaha Official Enduro Team yang memang menjadi tim spesialis classic enduro yang selama ini terjun di kancah balap EnduroGP. Bermain di kandang sendiri membuat Outsiders Yamaha tampil full team, termasuk manajer tim Marc Bourgeois ikutan turun membalap. Hasilnya bisa ditebak, dengan segudang pengalaman yang dimiliki di kancah balap classic enduro, Marc Bourgeois sanggup memenangkan balapan hari pertama, disusul oleh kedua anak asuhnya di Outsiders Yamaha, yaitu Loic Larrieu kedua dan Emmanuel Albepart di podium ketiga. Praktis seluruh podium balapan hari pertama dikuasai oleh pembalap asal Perancis. Veteran di kancah balap classic enduro Johnny Aubert (Gas Gas Enduro Factory Team) sanggup finish kelima. Bisa dibilang nama-nama itu bersama dengan sejumlah nama lainnya yang mendominasi posisi 10 besar bukanlah pembalap full season WESS 2018.

Marc Bourgeois (Outsiders Yamaha Official Enduro Team)

“Hari ini merupakan jalan yang bagus untuk memulai balapan. Aku pikir ini kejutan buatku karena mengakhiri balapan sebagai pembalap tercepat terlebih aku tidak mengendarai motor setiap hari akibat komitmenku sebagai manajer tim. Meskipun demikian, pengalaman diperhitungkan cukup besar dalam kondisi ini dan aku tahu bisa menggeber motor hingga limit. Kmai masih punya dua hari balapan lagi sehingga aku tidak perlu terlalu gembira sekarang. WESS memiliki banyak sekali pembalap bagus yang berlaga di sini dan aku yakin kecepatan (mereka) akan meningkat selama dua hari ke depan.”

Satu hal lagi yang cukup mencengangkan, selain tidak ada pembalap dengan background hard enduro yang bisa berbuat banyak, para pembalap full season WESS 2018 juga masih susah bersaing. Pembalap full season WESS 2018 Nathan Watson (Red Bull KTM Factory Racing) dan Josep Garcia (Red Bull KTM Factory Racing) yang merupakan jebolan classic enduro (EnduroGP) masing-masing hanya mampu bertengger di posisi kedelapan dan ke-10, sedangkan pembalap jebolan hard enduro yang finish di posisi paling baik adalah Jonny Walker di urutan ke-11. Selebihnya amburadul, nggak terkecuali trio Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing Graham Jarvis, Colton Haaker, dan Billy Bolt; Taddy Blazusiak (Red Bull KTM Factory Racing); hingga duo Sherco Factory Racing Wade Young dan Mario Roman.

Jonny Walker (Red Bull KTM Factory Racing)

“Aku gembira terhadap perjalanan hari ini dengan meraih posisi lima besar pada salah satu tes dan bertarung memperebutkan posisi 10 besar secara keseluruhan. Dibandingkan dengan Erzbergrodeo minggu lalu event ini memang sangat berbeda, aku ragu dengan caraku beradaptasi, tapi aku merasa cukup bagus. Aku melakukan satu kesalahan ketika aku menjatuhkan motor saat memasuki tikungan, namun aku rasa itu tidak masalah. Kecepatan tiga pembalap asal Perancis di puncak sudah diperkirakan di sini, tapi aku sekarang merasa lebih mapan dan aku telah menyelesaikan hari pertama sehingga aku bisa mulai berpikir bagaimana meningkatkan kecepatanku dan mencoba menaikkan posisiku di klasemen.”

Bisa dibilang para jagoan hard enduro masih agak canggung ketika berlaga di classic enduro. Begitu juga sebaliknya… Kenapa? Ya salah satu alasannya karena karakter track sangat berbeda. Hard enduro menyuguhkan karakter track yang amat sangat ekstrem, bahkan bagi manusia normal sangat tidak mungkin untuk dilalui. Di sisi lain classic enduro Trefle Lozerien AMV menyajikan karakter track yang kencang mulai dari jalan aspal, grass track, hingga jalur off road single track yang tingkat kesulitannya jauh di bawah track hard enduro. Pembalap dengan basic hard enduro terbiasa dengan speed rendah namun sanggup melahap jalur yang sangat sulit dan teknikal sekalipun, sedangkan pembalap classic enduro terbiasa dengan speed. So, rasanya cukup wajar kalau pembalap dengan background classic enduro tumbang saat berkompetisi di hard enduro, sementara pembalap dengan background hard enduro sulit mengimbangi kecepatan pembalap classic enduro di habitatnya.

Hasil Race Trefle Lozerien AMV Hari Pertama:

  1. Marc Bourgeois (Outsiders Yamaha Official Enduro Team)
  2. Loic Larrieu (Outsiders Yamaha Official Enduro Team)
  3. Emmanuel Albepart (Outsiders Yamaha Official Enduro Team)
  4. Theo Espinasse (Sherco Factory Racing)
  5. Johnny Aubert (Gas Gas Enduro Factory Team)
  6. Jeremy Miroir (Husqvarna)
  7. Julien Gauthier (Yamaha)
  8. Nathan Watson (Red Bull KTM Factory Racing)
  9. Pierre Vissac (Beta)
  10. Josep Garcia (Red Bull KTM Factory Racing)
  11. Jonny Walker (Red Bull KTM Factory Racing)
Advertisements