7 Hal yang Patut Diketahui Tentang Honda CRF450L

Temen-temen sekalian… Belum lama ini Honda secara global memperkenalkan empat varian motor trail 450 cc terbaru model year 2019. Mereka adalah CRF450R (motocross), CRF450RX (cross-country), CRF450X (enduro), dan CRF450L (dual sport). Bisa dibilang keempat motor tersebut dibangun dari basis yang sama yaitu motocross CRF450R. Tapi tentunya ada sejumlah perbedaan ya. Yang mengejutkan Honda berani meluncurkan varian motor dual sport CRF450L yang notabene motor street legal juga menggunakan basis motocross CRF450R. Jarang-jarang lho Honda agak nekat kayak gini. Biasanya motor dual sport Honda ya lebih cenderung berorientasi on road, bukan berorientasi off road. Sekarang Adventuriderz.com jabarkan 7 hal mengenai Honda CRF450L yang mungkin perlu temen-temen ketahui.

1. Bagian dari Keluarga CRF Berperforma Tinggi

Ya betul, CRF450L adalah motor dual sport street legal. Kode “L” di belakang nama CRF450L itu berarti “License” alias bisa digunakan di jalan raya. Baik itu dari segi kelengkapan hingga uji emisi semuanya sesuai dengan standar motor jalan raya. Tapi asyiknya CRF450L dimasukkan ke dalam golongan keluarga CRF dengan performa tinggi. Honda menyebutnya dengan “CRF Collective”. Ini nggak berlaku pada CRF150L, CRF250L, dan CRF250L Rally yang tidak termasuk CRF Collective karena walaupun masuk keluarga CRF tapi performanya nggak tinggi alias biasa saja. So yang masuk CRF Collective itu antara lain CRF150R, CRF250R, CRF250RX, CRF250X, CRF450R, CRF450RX, CRF450X, dan CRF450L. CRF450L jadi satu-satunya L series yang masuk ke dalam CRF Collective.

CRF450L Tidak Diproduksi di Thailand

Lazimnya motor dual sport Honda L series itu diproduksi di Thailand. Sebut saja CRF250L dan CRF250L Rally. Keduanya diproduksi oleh Honda Thailand. Tapi ternyata CRF450L nggak ikutan diproduksi di Negeri Gajah Putih. Terus diproduksi di mana mas? Di Jepang om! CRF450L diproduksi satu pabrik dengan deretan CRF Collective lainnya di Jepang. Memang sih standar kualitas produk di semua pabrik Honda itu sama. Tapi masih ada persepsi motor Honda bikinan Jepang memiliki kualitas terbaik dibandingkan pabrik Honda lain di luar Jepang.

3. CRF450L Pakai Suspensi Motocross

Yups… CRF450L itu dibangun dari basis motocross CRF450R. Nggak cuma mesin dan sasis, suspensi CRF450L pun sama persis dengan CRF450R. Kalau pakai suspensi yang sama persis, kok ketinggian jok dan ground clearance CRF450L lebih rendah mas? Itu karena masalah bobot CRF450L lebih berat dan ada perbedaan settingan di bagian dalam suspensi. Honda sendiri memastikan panjang travel suspensi CRF450L sama dengan CRF450R.

4. Power CRF450L Lebih dari 40 HP

Sempat ada rumor yang mengatakan bahwa power CRF450L hanya 24 HP. Ternyata itu adalah kesalahan dari Honda Eropa yang salah dalam menuliskan spesifikasi di website. Yang benar power CRF450L mencapai lebih dari 40 HP. Honda memang nggak menyebutkan power berbagai macam dirt bike secara terbuka di website-nya. Tapi Honda bilang power CRF450L hanya lebih rendah 4 HP daripada motor enduro CRF450X.

5. Interval Perawatan Masih Seperti Dirt Bike Tulen

Ke banyak motor dual sport itu memiliki interval servis yang panjang. Maklum motor dual sport biasa dipakai untuk perjalanan jarak jauh, bahkan nggak jarang dipakai buat motor harian. Tapi ini nggak berlaku buat CRF450L. Karena dibangun dari basis motocross, maka jangan heran kalau interval servisnya sangat pendek. Menurut Honda, CRF450L mesti ganti oli setiap 600 mil atau setara dengan 965 km. Terus dia juga mesti dicek klepnya setiap 1.800 mil atau 2.897 km. IMHO interval servis CRF450L memang lebih pendek dibandingkan dengan motor dual sport yang on road bias macam CRF250L dan CRF250L Rally. Namun angka rekomendasi dari pabrikan itu nggak benar-benar mengikat kok. Kalau motor digeber hanya seperempat gas saat trail riding tentu tingkat stresnya nggak sama dengan motor digeber full throttle seperti saat membalap.

6. CRF450L Lebih Condong Sebagai Dirt Bike yang Diberi lampu & Plat

Bisa dibilang antara CRF450L dan CRF450X (enduro) adalah motor yang sama persis. Bedanya CRF450L dipasangi kaca spion, lampu sein, lampu belakang yang berbeda, dan rear fender lebih besar untuk memasang plat nomor polisi kendaraan. Terus knalpot CRF450L juga lebih complicated daripada CRF450X agar lolos uji emisi sebagai sebagai kendaraan jalan raya. Bannya pun menggunakan model dual purpose dengan sertifikasi DOT. Berkat komponen yang lebih banyak, bobot CRF450L lebih berat dan harganya lebih mahal.

7. Pakai Komponen Titanium Agar Lebih Murah

Kebanyakan kita mengira komponen titanium itu harganya mahal banget. Soalnya bahan titanium pertama kali dipakai di motocross Honda sejak beberapa tahun lalu. Banyak pihak yang menganggap penggunaan bahan titanium pada motocross Honda membuat harganya jadi mahal. Komponen tangki bahan bakar titanium itu kemudian nongol di CRF450L. Faktanya menurut Honda biaya untuk memproduksi tangki dari bahan titanium jauh lebih murah daripada tangki plastik seperti yang terpasang di motor KTM, Husqvarna, Sherco, dll. Kenapa? Karena tangki plastik harus dicetak utuh, sedangkan tangki titanium dicetak dua bagian, kemudian digabungkan melalui proses welding. Proses ini jauh lebih cepat dan murah dibandingkan mencetak utuh tangki plastik.  Selain itu, tangki titanium sangat kuat, bisa dibuat dengan tipis sehingga nggak butuh banyak bahan dasar, dan tahan lama lantaran bebas korosi.

Kabar buruknya CRF450L kemungkinan nggak akan dijual resmi di Indonesia oleh Astra Honda Motor (AHM). Tapi temen-temen yang tertarik masih berpeluang membelinya lewat importir umum terdekat. Harganya sih bisa lebih dari Rp 200 juta kayaknya di sini. Hehehe

Advertisements