Off Road Jumpalitan di Track Gunung Urai dan Gurung Kerung

Yeaah… Sekitar seminggu yang lalu, persisnya hari Selasa (22/8/2018), Adventuriderz.com bersama dengan sejumlah rekan komunitas off road mendapatkan ajakan gas bareng dalam rangka ulang tahun Dusun Gunung Kerung yang sebenarnya masih masuk ke dalam wilayah Desa Pematang Tahalo, Kecamatan Jabung, Lampung Timur. Ya ini adalah salah satu bukti bahwa penggemar off road dan komunitas off road di Lampung Timur terus tumbuh, bahkan sampai merambah ke daerah pelosok. Lha wong dalam rangka memeriahkan ulang tahun dusun saja sampai ada acara off road bareng!

Komunitas trail off road yang diundang di acara gas bareng ini memang nggak banyak. Maklum lah ini hanya bukan acara besar, melainkan acara kecil-kecilan. Rider yang datang kurang lebih hanya sekitar 100-an yang berasal dari wilayah Jabung, Gunung Pelindung, dan Sribawono. Motor yang dipakai oleh para rider pun tergolong tidak terlalu variatif. Paling banyak odong-odong (trail rakitan) dan KLX150, meskipun ada juga beberapa gelintir yang pakai KTM dan Viar. Tapi apapun motornya nggak jadi masalah karena kami off road untuk bersenang-senang sembari menambah rekan.

Adventuriderz.com waktu itu berangkat ke Gunung Kerung bersama dengan sejumlah rekan komunitas, antara lain Dr. AG, Mas AN, Mbak RN, FJ, PN, Mas DN, Mas PR, Mbak EN, Mas RM, Mas ED, dan lain-lain. Pokoknya yang gabung ke acara gas bareng itu dari komunitas kami lumayan banyak. Tembus lah kalau cuma 15-an rider. Nggak bisa dipungkiri track untuk acara gas bareng ini nggak panjang, hanya menyambangi dua buah tanjakan super terjal di Gunung Urai (Pematang Tahalo) dan Tanjakan Ilat Kadal (Gunung Kerung). Bisa dibilang Tanjakan Gunung Urai dan Tanjakan Ilat Kadal tergolong sebagai salah dua tanjakan paling ekstrem di sini.

Yang pertama kami sambangi adalah Tanjakan Ilat Kadal yang sebenarnya rutin kami pakai sebagai area latihan. Tapi saat musim kemarau seperti sekarang ini Tanjakan Ilat Kadal menjadi sangat berdebu, licin, dan sulit dinaiki. Di Tanjakan Ilat Kadal ini total ada 6-7 jalur yang bisa dilewati hingga mencapai puncak dengan tingkat kesulitan yang sama susahnya. Saat itu kami mencoba satu per satu dengan jalur yang berbeda namun masih bersebelahan. Mas AN mencoba naik duluan dengan KTM 350 EXC-F dan gagal, Mas ED melesat dengan odong-odong Tiger-nya juga gagal, Mas PR menyusul dengan KLX150 pun gagal, Adventuriderz.com naik mengandalkan belalang tempur KLX150 harus terhenti nyangkut pohon sawit di tiga perempat tanjakan, dan terakhir Mas RM mencoba nanjak dengan XL125 juga belum bisa lolos. Jadi kami berlima njungkel berjamaah di tanjakan yang sama dalam satu waktu. Setelah beberapa kali mencoba dan berulang kali gagal, kami beristirahat karena keringat sudah mengucur deras dan badan terasa sangat lelah.

Puas mencoba Tanjakan Ilat Kadal tanpa berhasil nanjak alias zonk, kami pun bergeser ke Tanjakan Gunung Urai. Sepintas Tanjakan Gunung Urai terlihat nggak seterjal Tanjakan Ilat Kadal. Tapi apakah lebih gampang? Ternyata nggak sama sekali!! Justru Tanjakan Gunung Urai ini jauh lebih sulit ketimbang Tanjakan Ilat Kadal. Faktornya mulai dari debu, tanjakan yang super panjang dan meliuk-liuk lantaran banyak pepohonan, banyak gundukan (super bowl), dan banyak akar pohon yang melintang di tengah track. Motor KLX150 atau CRF150L dalam kondisi mesin standar bisa dibilang mustahil tembus sampai puncak. Paling mentok sampai pertengahan lah… Motor yang sukses menembus puncak hanya beberapa gelintir. Yang Adventuriderz.com amati itu ada KTM 350 EXC-F, Viar Cross X 250 EC, serta odong-odong mesin Tiger, Scorpio, dan Ninja 150 yang tentunya full oprekan lengkap dengan skill rider yang di atas rata-rata. Ya akhirnya kami pulang dengan hasil gagal total. Gagal nanjak Ilat Kadal dan Gunung Urai sekaligus! Tapi nggak masalah, lain waktu bisa dicoba lagi…

Advertisements