Belum Lama Dirilis, Harga GPX Moto TSE250R Sudah Dinaikkan

Temen-temen pasti udah pada kenal dengan brand motor offroad GPX Moto. Yups, brand motor yang diprakarsai oleh Pitsterpro (Amerika Serikat) itu mengambil produknya dari Tiongkok. Pada pertengahan tahun 2018 ini produk GPX Moto mulai dijual di Tanah Air oleh Dr. No Offroad Industries. Tentu unit motor nggak didatangkan dari Amerika Serikat sana, melainkan datang dari negara manufaktur yaitu Tiongkok. Nggak heran kalau harga produk GPX Moto di Indonesia lumayan terjangkau.

GPX Moto memang punya cukup banyak produk motor offroad. Namun yang dijual di Indonesia baru ada dua varian, antara lain TSE250R (2-tak) dan FSE250E (4-tak). Dari dua produk itu yang paling fenomenal tentu saja adalah TSE250R. Jarang-jarang lho ada motor offroad 2-tak buatan China. Apalagi TSE250R punya banyak kesamaan dengan motor offroad dari Eropa macam Husqvarna. Sang penjual GPX Moto di Indonesia mengklaim TSE250R punya sasis yang mirip dengan milik Husky, jeroan suspensi identik dengan WP (suspensi Husky), dan sistem pengereman yang mirip dengan Brembo. Itu belum termasuk mesin yang cukup powerful dengan basis dari Yamaha D230 Lanza yang dinaikkan kapasitasnya menjadi 250 cc sehingga mampu memuntahkan tenaga sebesar 43 HP. Asyiknya mesin ini sudah menganut sistem oil injection dan double starter (electric & kick starter).

Di awal kemunculannya TSE250R dibandrol dengan harga Rp 72 juta off the road. Konon kabarnya motor ini langsung laris-manis di pasaran. Hanya beberapa bulan berselang setelah diluncurkan, ternyata Dr. No Offroad Industries mulai mengerek harga TSE250R sebesar Rp 3 juta. Ya, temen-temen yang tertarik dengan TSE250R kini harus merogoh kocek lebih dalam senilai Rp 75 juta. Informasi ini bisa dibilang sangat valid karena berasal dari akun Instagram resmi Dr. No Offroad Industries.

Memang nggak ada penjelasan secara resmi kenapa mereka menaikkan harga TSE250R. Tapi kemungkinan ada dua faktor. Pertama karena motor ini banyak peminatnya alias laris-manis, sehingga nggak masalah kalau harga dinaikkan sebesar Rp 3 juta biar margin keuntungan penjual semakin besar, sedangkan kemungkinan kedua penjual mesti menaikkan harga karena nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang melemah hingga tembus lebih dari Rp 15.000 per dolar AS. Sayangnya kenaikan ini hanya berlaku pada TSE250R. Di sisi lain FSE250E yang kurang diminati konsumen harganya masih nangkring di angka Rp 55 juta off the road.

Advertisements