Mandi Lumpur di Acara Gas Bareng Festival Way Kambas 2018

Hari Sabtu kemarin, bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2018, Adventuriderz.com mengikuti acara gas bareng dalam rangka Festival Way Kambas 2018. Yups, Festival Way Kambas merupakan acara tahunan yang ada di Kabupaten Lampung Timur dan kalau nggak salah sudah ada sejak tahun 2000. Jadi umur Festival Way Kambas kurang lebih sekitar 18 tahun. Sebenarnya banyak banget acara yang digelar di Festival Way Kambas pada 9-11 November 2018 lalu, mulai dari festival kuliner, jejak petualang, festival fotografi hutan, parade budaya, lomba kreasi souvenir, marathon 10K, fun bike, lomba tari, lomba band, festival buah nusantara, color fun, festival motor antik, jalan-jalan 4×4, dan yang paling penting ada adventure trail!

Adventure trail dalam rangka Festival Way Kambas 2018 memang bukanlah event yang besar. Nggak ada biaya pendaftaran, nggak ada jersey, dan nggak ada hadiah undian. Beruntung masih dapat nasi bungkus buat makan siang. Hehehe… Walaupun bukan event besar, namun nyatanya cukup banyak rider dari berbagai penjuru wilayah di Lampung yang mengikuti kegiatan ini. Ratusan motor trail dari berbagai motor hingga trail odong-odong tumplek-blek di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas, Labuhan Ratu, Lampung Timur. Adventuriderz.com sendiri datang bersama temen-temen komunitas dengan jumlah kurang lebih sekitar 20-an rider. Terus gimana keseruan off-road di Festival Way Kambas 2018?

Adventuriderz.com kalau nggak salah start sekitar pukul 09.45 WIB. Kami diarahkan melewati jalur off-road yang ada di dalam kawasan taman nasional. Awalnya jalur yang dilewati sama sekali nggak susah, berupa double track yang padat dan kanan-kirinya berupa rerumputan liar. Tapi kami kemudian harus melalui tanggul penghadang dengan kondisi kanan-kiri berupa sungai yang difungsikan agar gajah tidak keluar dari area taman nasional. Jalur ini basah dan amat sangat licin. Ban depan dan belakang geal-geol sudah sangat biasa. Bahkan tergelincir menjadi santapan lumrah. Tekanan angin ban KLX150L milik Adventuriderz.com sudah dikurangi sampai setengah, namun tetap saja terasa sangat licin. Bahkan ngeri juga di jalur ini karena sempat ada gajah yang mengamuk meraung-raung di bawah.

Keluar dari jalur super licin, kami masuk ke jalur yang lebih manusiawi. Jalurnya berupa tanah merah yang lengket dan basah, tapi nggak terlalu susah. Maklum beberapa hari terakhir di Lampung Timur terus diguyur hujan. Setelah itu kami mulai masuk ke area perkebunan PT Nusantara Tropical Farm (NTF). Ada yang kenal dengan PT NTF? Perusahaan yang satu ini fokus membudidayakan Pisang Cavendish, Nanas Honi, Jambu Kristal, pepaya, dan buah naga dengan merek dagang Sunpride dan Sunfresh. Jadi kalau temen-temen ke pasar swalayan atau keluar negeri dan menemukan buah-buahan dengan merek Sunpride dan Sunfresh itu berarti asalnya dari Lampung Timur. Buah yang paling dominan di area 3.500-an hektar milik PT NTF adalah pisang dan nanas ya. Di berbagai kota di Indonesia nggak susah menemukan Pisang Cavendish dan Nanas Honi bermerek Sunpride dan Sunfresh.

Karakter track di area perkebunan PT NTF bisa dibilang lebih ke speed off-road. Jalur double track yang luas, tanah kering dan berdebu, serta mulus. Kami bisa geber motor sampai gas mentok, gear mentok, dan mesin meraung kencang di sini. Tapi kemudian kami harus melewati jalur berupa rawa. Tinggal pilih deh jalurnya, mau lewat di jalur genangan air setinggi ban atau lewat jalur lumpur yang sebenarnya sama aja bisa menenggelamkan ban. Dua pilihan yang sangat sulit. Di sini Adventuriderz.com memilih lewat jalur genangan air, dan berkat bantuan temen-temen satu komunitas, Adventuriderz.com bisa lolos dari jalur dengan cepat. Di jalur rawa ini nggak sedikit rider yang stuck, bahkan ada pula yang mengalami motor trouble. Kekompakan sesama anggota komuntas sangat diperlukan. Yakin susah deh bisa lolos sendiri tanpa tarik-tarikan.

Setelah lolos dari jalur rawa, kami dihadapkan pada jalur yang nggak kalah kejam. Kali ini tanjakan yang sangat licin. Tanjakannya sih nggak terlalu tinggi, tapi lumayan tegak dan licinnya nggak ketulungan. Posisi ancang-ancangnya juga nggak begitu nyaman. Apalagi kita mesti turun dulu ke bawah melewati jembatan kayu sebelum geber motor buat nanjak ke atas. Imbasnya kebanyakan motor trail dengan power gede macam KTM dan Yamaha YZ sangat kerepotan di sini. Justru yang kebanyakan berjaya dan melintas dengan mulus adalah motor-motor bermesin kecil macam KLX150.

Di jalur berikutnya kami sebenarnya harus melewati parit yang dalam dan berlumpur sebelum bertemu dengan tanjakan kedua atau tanjakan yang terakhir. Melihat kondisi track yang sangat memungkinkan kami tarik-tarikan dan mandi lumpur lagi, rekan-rekan komunitas meminta putar balik dan cari jalur pelipiran. Maklum kami ini KTM (Kumpulan Tukang Melipir). Hahaha… Padahal kalau lolos dari lumpur ini kami bisa menghadapi tanjakan yang sangat seru. Tapi karena kami melipir jadi ya nggak ketemu tanjakan kedua. Kami langsung mengikuti arah melewati perkebunan PT NTF lagi dan kembali ke titik finish di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas. Alhamdulillah semua selamat tanpa kendala. Motor juga pulang dengan kondisi sehat walaupun kotornya luar biasa.

Last… Jalur di acara gas bareng Festival Way Kambas 2018 memang nggak ekstrem. Karakter jalurnya lebih ke fun long trip dengan jarak total sekitar 90 km. Tapi kami tetap merasa senang bisa ngetrail bareng para pecinta off-road di Lampung, khususnya Lampung Timur. Event berikutnya yang paling dekat adalah Jelajah Alam Gunung Rajabasa selama dua hari (24-25 November 2018) dalam rangka Ulang Tahun Kabupaten Lampung Selatan dan Maestro Trail Adventure (MTA) di Bandar Lampung pada 1 Desember 2018. Enaknya ikut yang mana ya? Ikut di Lampung Selatan atau Bandar Lampung? Hehehe…

Advertisements