Event Jagur #2 Hari Pertama: Dihajar Jalur Full Berbatu Bikin Tangan Ngilu

Bro sekalian… Persis seminggu yang lalu (24-25 November 2018) Adventuriderz.com mengikuti event off-road Jelajah Alam Gunung Rajabasa (Jagur) 2 di Lampung Selatan. Dari namanya bisa diindikasikan bahwa event ini merupakan yang kedua setelah gelaran Jelajah Alam Gunung Rajabasa yang pertama sukses digelar pada tahun 2017 lalu. Event Jagur 2 bisa dibilang agak berbeda dibandingkan dengan event off-road yang lainnya karena digelar selama dua hari (2-days event). Kebanyakan event off-road adventure digelar hanya satu hari, walaupun ada juga event private atau semi-private yang digelar cukup panjang, bisa enam hari atau malah 10 hari.

Untuk event Jagur 2, pada hari pertama mengambil titik start dari Menara Siger di Bakauheni dan finish di Pantai Bagoes yang masuk ke dalam kawasan Grand Elty Krakatoa Nirwana Resort. Kemudian pada hari kedua start dari Pantai Bagoes dan finish kembali di Pantai Bagoes. Kebetulan Adventuriderz.com ikut njalur dua hari penuh bersama dengan ratusan off-roader lainnya. Tentu Adventuriderz.com nggak sendirian, tapi bergabung dengan rekan satu tim/komunitas. Agak gila juga kalau mesti off-road single fighter… Kecuali kalau ente punya skill dewa sih nggak masalah. Terus gimana mas jalurnya, seru nggak? Menantang nggak?

Well… Di artikel ini Adventuriderz.com bakal cerita mengenai off-road di hari pertama event Jagur 2 dulu. Jadi di hari pertama ini kami start dari Menara Siger. Kami dalam satu tim yang ikut di hari pertama ini ada enam rider, yaitu Mas PR, Mas AN, AT, FJ, HL, dan Adventuriderz.com sendiri. Mostly pakai motor KLX150, kecuali Mas AN yang geber KTM 350 EXC-F. Setelah start kami langsung diarahkan menuju jalur off-road single track yang menanjak dengan kondisi di sebelah kiri tebing dan kanan jurang menganga. Jalurnya lebih dominan di pegunungan yang berada di pesisir pantai Lampung Selatan. Setelah itu kami masuk ke jalur tanah di kebun kakao yang lumayan licin. Di sini motor HL langsung trouble sehingga doi mesti turun keluar dari jalur untuk memperbaiki motornya di bengkel. Sedangkan sisa kami berlima melanjutkan perjalanan melewati turunan yang sangat ekstrem. Nggak tahu turunan apa namanya, yang jelas turunannya berupa single track yang sangat panjang berliku dan berbatu. Batunya gede-gede!! Lebih horor lagi ada jurang yang siap menampung kami kalau sampai bablas… Ngeri lah pokoknya. tangan sampai pegel nahan motor biar berada di jalur yang semestinya. Tapi di luar itu, kami bisa melihat pemandangan langsung ke laut yang sangat cantik!

Lolos dari turunan jahanam tadi kami sudah berada di pinggir pantai. Jalurnya tetap single track berbatu dengan kondisi kanan kiri penuh dengan pepohonan yang rimbun lengkap dengan akar-akar pohon yang menjuntai. Asli eksotis! Kami kemudian menemui Tanjakan Batu Alif. Ini bukanlah tanjakan yang tinggi. Tapi tanjakannya full batu dan lumayan tegak. Belum lagi kondisi track sepertinya sengaja diguyur air yang membuatnya sangat licin. Bisa dibilang jalur technical lah… Beruntung semua anggota tim kami lolos dari Tanjakan Batu Alif dengan baik tanpa ada yang nyantol.

Tidak jauh dari Tanjakan Batu Alif ada tanjakan lagi yang sangat technical karena penuh dengan batu dan motor hanya bisa merayap berkat banyaknya antrean motor di jalur. Kami memutuskan nggak langsung masuk antrean. Mending santai-santai dulu, makan siang, tiduran, sambil nunggu HL yang motornya sudah beres dan menyusul masuk lagi ke jalur. Ada nyaris dua jam kami menunggu sampai antrean berkurang di area kebun pisang ini. Kebetulan HL juga sudah berkumpul lagi bersama kami. Jadi kami putuskan lanjut. Secara perlahan motor kami merayap di jalur tanah menanjak yang banyak batunya ini. Motor-motor trail kecil macam KLX150 justru bisa merayap dengan mudah. Beda dengan motor-motor trail built up berpower besar yang ridernya kerap kerepotan. Ban terus menggali dan susah dapat traksi karena kegedean power. Motor-motor built up memang bisa menggila saat jalur kosong, tapi saat padat merayap di tanjakan seperti ini ridernya pasti pusing tujuh keliling. Di akhir section ini kami mesti menghadapi tanjakan bebatuan yang lumayan terjal. Semua anggota tim kami lolos kecuali HL yang lagi-lagi mengalami trouble motornya.

Kami berlima akhirnya lanjut, sedangkan HL dan motornya sudah bersama panitia untuk dievakuasi menuju titik finish. Daripada menghambat mending motor HL langsung dievakuasi. Tidak jauh dari tanjakan bebatuan tadi kami menemukan tanjakan bernama Tanjakan 200 Meter. Walaupun panjang, tapi tanjakan ini nggak terlalu sulit. Apalagi jalurnya kering kerontang dan bebatuan yang ada di tengah tanjakan nggak sebanyak di jalur-jalur sebelumnya. Yang penting geber gas sampai poll dijamin lolos deh. Bisa dibilang tanjakan-tanjakan model gini jadi santapan sehari-hari kami saat latihan. Semua lolos dengan baik!

Tanjakan berikutnya yang paling seru sekaligus tanjakan terakhir di hari pertama event Jagur 2 bernama Tanjakan Lamidi. Tanjakan ini berada di tengah kebun kakao yang tanahnya lengket. Lokasi ancang-ancangnya sih nggak ada batu, hanya tanah licin. Tapi di ujung tanjakan batunya gede-gede seukuran kelapa dan super licin. Kenapa? Karena sama panitia diguyur air entah berapa ribu liter. Ada mobil bawa tandon air buat nyiram dari atas tanjakan. Bisa dibilang sangat minim off-roader yang bisa lolos dengan mulus di Tanjakan Lamidi. Nyaris semuanya tumbang. Nggak terkecuali Adventuriderz.com yang awalnya sudah cukup bagus tapi akhirnya terpelanting menjelang akhir tanjakan. Padahal kurang sedikit lagi lolos lho…

Setelah Tanjakan Lamidi, bisa dibilang nggak ada lagi jalur yang cukup ekstrem. Kebanyakan berupa jalur single track naik-turun gunung yang lagi-lagi banyak batunya. Kadang juga ada kombinasi jalur di perkebunan. Jalur bebatuan gini lumayan menyiksa tangan bro… Asli pegel banget! Kami pun sudah terpisah menjadi dua rombongan. Mas AN dan FJ berada di depan, sedangkan Adventuriderz.com, Mas PR, dan AT riding santai di belakang. Suantaaaai polll… Bahkan sering kali kami berhenti hanya untuk foto-foto dengan background pemandangan cantik. Di tengah perjalanan kami dihadang hujan yang cukup deras. Terpaksa kami berteduh dulu di gubuk yang berada di tengah sawah. Pemandangannya sih jempolan banget… Sawah dengan background gunung. Jarang-jarang kami ikut event off-road bisa mendapatkan view yang keren kayak gini. Jadi inget dulu jaman SD sering gambar sawah dengan background gunung. Begitu hujan mereda, dengan telaten kami mengikuti jalur yang ada hingga sampai di titik finish Pantai Bagoes sekitar pukul 15.00. Perjalanan kali ini lumayan panjang dan melelahkan. Maklum aja namanya long trip dengan jarak tempuh sekitar 100 km sejak start hingga finish.

Advertisements