Yamaha Tertangkap Kamera Sedang Test Motor Trail… Kok Begini??

Bukan rahasia lagi Yamaha Indonesia sedang mempersiapkan motor trail baru untuk menantang Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150L. Yamaha dipastikan serius terjun di segmen motor trail 150 cc ini. Pasalnya beberapa kali Yamaha Indonesia kepergok sedang mengetes sejumlah motor trail. Kalau nggak salah ingat awal tahun 2018 yang lalu Yamaha mengetes WR125R dan XTZ 250 bareng komunitas off-road di Jawa Barat. Sekarang di bulan Maret 2019 pabrikan biru lagi-lagi tertangkap kamera kembali mengetes motor trail. Tapi satu hal yang cukup mengejutkan, dari salah satu shots yang muncul, Yamaha diketahui sedang menguji coba motor trail spec rendah. Penampilannya pun sangat mengecewakan!

Sebelumnya memang digadang-gadang motor trail Yamaha bakal punya spec yang cukup advance karena mengambil basis mesin dari WR125R yang dijual di Eropa. Bahkan sempat dikabarkan trail 150 cc Yamaha akan saling berbagi mesin dengan V-Ixion R, MT-15, dan New YZF-R15. Itu berarti pakai mesin SOHC 4-klep berpendingin radiator. Secara spec dan performa dipastikan jauh lebih unggul dibandingkan dengan KLX150 dan CRF150L yang masih pakai mesin SOHC 2-klep berpendingin udara. Sayang harapan motor trail Yamaha menggunakan mesin bengis berpotensi luntur. Kenapa? Karena dari informasi blog Mas IWB, Yamaha dipastikan juga menguji coba sebuah motor trail yang diyakini sebagai XTZ 125.

Seperti kebanyakan klan XTZ yang lain, XTZ 125 cukup populer di Amerika Latin, persisnya Brazil. Motor ini desainnya jelek, nggak kekinian. Asli nggak cocok untuk market Indonesia yang sangat memuja desain keren. Apalagi XTZ 125 juga masih mengandalkan rem tromol di roda belakang dan suspensi teleskopik. Jadul abis laaah… Nggak keren sama sekali. Beda total dengan WR125R yang tampak gagah. Tapi tenang, Yamaha kemungkinan lebih banyak mengetes mesin XTZ 125 dengan teknologi sederhana SOHC 2-klep berpendingin udara, persis seperti kompetitornya KLX150 dan CRF150L. Menurut pandangan saya, Yamaha sedang menimbang-nimbang antara mesin SOHC 4-klep liquid cooled atau mesin SOHC 2-klep air cooled. Pemilihan kedua mesin itu sangat menentukan harga jual si motor trail. Kalaupun akhirnya Yamaha memutuskan pakai SOHC 2-klep air cooled, saya sangat optimis desainnya nggak akan seperti XTZ 125. Bukan kebiasaan Yamaha Indonesia mengeluarkan motor berpenampilan jelek macam XTZ 125 di era modern. Bisa jadi bully-an para netizen nanti. Hehehe… Terus kapasitas mesin pun pasti naik ke 150 cc.

Oh ya, di momen yang sama selain menguji coba XTZ 125, Yamaha Indonesia juga masih mencoba WR125R. Ini bisa jadi bukti kalau Yamaha masih galau dalam menentukan pilihan mesin. Menurut Mas IWB, pengetesan dilakukan di sebuah sirkuit garuk tanah di Jawa Barat. Uniknya sosok WR125R nggak dikamuflase, sedangkan emblem-emblem yang menempel di XTZ 125 ditutup lakban. Apakah ini bisa menjadi indikasi kalau Yamaha Indonesia lebih condong ke mesin SOHC 2-klep air cooled biar setara dengan KLX150 dan CRF150L?

Advertisements