Suzuki DR150 Bukan Berjenis Trail Murni, Tapi Motor Dual Purpose

Temen-temen sekalian… Spy shot motor di jalanan Bekasi yang awalnya kita kira sebagai calon motor trail Yamaha ternyata salah total. Di sini bisa dipastikan kalau motor itu adalah sosok calon Suzuki DR150 yang sedang dites di jalan raya, bukan motor milik Yamaha. Kenapa kok yakin produk Suzuki? Karena motor itu sangat identik dengan motor milik pabrikan China, Haojue NK150. Bukan rahasia lagi Haojue merupakan rekanan Suzuki di China, termasuk dalam hal memproduksi motor-motor Suzuki untuk market China. Inazuma 250, V-Strom 250, dan Suzuki GSX-R250 merupakan beberapa contoh motor Suzuki yang diproduksi oleh Haojue, dan salah satu produk Suzuki buatan China (Haojue) yang pernah dijual di Indonesia adalah Inazuma 250. Selain memproduksi motor untuk Suzuki, Haojue juga memproduksi dan mendistribusikan motor untuk brandnya sendiri. Jadi bisa dibilang 99% yakin itu Haojue NK150 yang kemungkinan akan di-rebranding oleh Suzuki Indonesia menjadi DR150.

Kalau melihat desainnya, DR150 alias NK150 bukanlah motor trail tulen. Tapi lebih cenderung sebagai motor adventure atau motor dual purpose. Desain DR150 lebih ke street oriented, beda dengan KLX150 atau CRF150L yang lebih terasa aura dirt bike-nya. Temen-temen bisa perhatikan, gaya DR150 kayak motor naked sport kebanyakan dengan styling yang lebih nyaman lagi, stang tegak dan lebar, jok tandem tebal layaknya motor naked sport pada umumnya, di belakang jok ada behel, dan tangki lumayan gede juga. Kesan motor dual purpose di NK150/DR150 ini terletak di bagian front fender yang tinggi khas motor trail, knalpot menjulang tinggi di sebelah kanan, dan ukuran velg 16-19 inch seperti kebanyakan motor trail kecil (motor trail full size pakai ban 18-21 inch). Bisakah untuk melibas off-road? Bisa saja, tapi tentu medan off-road yang sangat ringan. Soalnya walaupun motor dual purpose namun lebih ke arah street oriented. Kalau mau ambil perbandingan, NK150/DR150 ini sekelas modelnya dengan Honda XR150L di Filipina, Hero Impulse, dan Benelli Python.

Well… Untuk fitur DR150/NK150 memang tergolong basic. Suspensi depan masih model teleskopik, lampu bohlam biasa, rem belakang tromol, dan mesin SOHC 2-klep dengan pendingin udara. Beruntung mesin ini sudah mengadopsi sistem pembakaran injeksi. Kalau dirilis nanti bisa dibilang DR150/NK150 nggak head-to-head dengan KLX150 dan CRF150L. Saya rasa marketnya akan berbeda sekali. Terus belum diketahui dengan pasti juga apakah DR150 diproduksi di Indonesia atau nggak. Ada selentingan kabar motor ini diimpor utuh (CBU) dari China bersama dengan DL250 (V-Strom 250) juga. Berapa harganya? Pasti di bawah Rp 30 juta ya! Dengan spec dan fitur yang cukup minimalis seperti ini menurut saya Suzuki nggak mau membandrol DR150 mepet-mepet dengan KLX150 dan CRF150L.

Advertisements