Off-Road Lagi Setelah 3 Bulan Absen – Gas Bareng Gistar Lampung Timur

Terakhir kali saya main off-road itu saat ikut event Mestro Trail Adventure di Bandar Lampung pada 15 Desember 2018. Setelah itu saya vakum cukup lama nggak pernah membawa motor trail ke jalur off-road karena berbagai macam kendala, mulai dari kesibukan sampai dengan kendala cuaca. Maklum, musim hujan seperti sekarang memang lumayan bikin malas off-road meskipun hanya untuk sekedar latihan cari keringat di sekitar rumah. Kalau kehujanan di jalur off-road itu sih nggak masalah, tapi kalau belum berangkat dari rumah saja sudah hujan ya otomatis bikin ogah-ogahan.

Setelah 3 bulan absen nggak pernah off-road sama sekali, salah satu komunitas off-road di Gunung Kerung (Jabung) – Lampung Timur, yaitu Gistar, mengadakan acara gas bareng dalam rangka ulang tahun komunitas mereka pada 16 Maret 2019. Agak mustahil kalau saya nggak datang ke event ini karena saya biasa latihan off-road dan latihan hill climb di area mereka. Bukan rahasia lagi, di kalangan penggemar off-road di Lampung, Gunung Kerung memang memikat karena punya banyak tanjakan yang sangat ekstrem. Ada Tanjakan Ilat Kadal, Tanjakan Pisangan, dan Tanjakan Gistar yang fenomenal. Praktis di event gas bareng Gistar kemaren saya kembali menggeber motor di jalur off-road setelah absen selama 3 bulan lamanya. Persis banget 3 bulan!

Acara gas bareng Gistar sendiri mengambil titik start di Lapangan Gunung Kerung, Desa Pematang Tahalo, Kecamatan Jabung, Lampung Timur. Karena lokasinya nggak terlalu jauh dari rumah, saya bersama dengan teman-teman komunitas saya menggeladak motor trail ke Gunung Kerung. Lokasi dekat nggak perlu lah towing motor pakai mobil. Langsung geladak saja. Satu hal yang cukup mengejutkan, walaupun lokasi Gunung Kerung agak terpencil namun ternyata yang ikutan gas bareng Gistar sangat banyak. Mereka datang dari berbagai macam penjuru Lampung. Sepertinya banyak off-roader yang penasaran dengan tanjakan-tanjakan ekstrem di Gunung Kerung.

Terus gimana sensasi off-road di event gas bareng Gistar? Nggak bisa dipungkiri jalur yang disediakan oleh panitia relatif pendek. Begitu start kami langsung diarahkan menuju Gunung Templek yang masuk ke dalam kawasan Wana, Kecamatan Melinting, Lampung Timur. Gunung Templek ini juga termasuk area latihan kami karena di sana ada 5 sampai 6 tanjakan yang biasa kami sebut dengan Tanjakan Enduro. Namun sebelum masuk ke Tanjakan Enduro kami diarahkan ke Jalur HR. Jujur saja walaupun kami sering latihan di Tanjakan Enduro tapi belum pernah melewati Jalur HR. Jalur ini tergolong sebagai jalur double track. Namun di musim penghujan seperti sekarang jalurnya sangat licin dan berlumpur. Kami pun mau nggak mau kotor-kotoran dengan lumpur di jalur ini. Menjelang berakhirnya Jalur HR, kami dihadapkan pada sebuah tanjakan. Memang tanjakannya nggak terlalu tinggi. Dalam kondisi normal (tanah kering) akan sangat mudah dilalui. Sayangnya kemaren itu kondisinya basah sehingga sangat licin. Banyak motor cuma stuck dan meraung-raung. Ntah itu KTM, Husqvarna, Yamaha YZ, Kawasaki KLX, Honda CRF, semua saja saja. Nggak heran antrean motor melewati jalur jadi mengular panjang. Daripada nunggu lama saya dan beberapa rekan memutuskan langsung melipir ke Tanjakan Enduro karena kami lumayan paham dengan wilayah ini. Ternyata nggak sedikit rider lain yang mengikuti kami.

Seperti biasa, di Gunung Templek kami mencoba berbagai macam tanjakan yang biasa disebut dengan Tanjakan Enduro. Kasunya mirip-mirip nih dengan sebelumnya, Tanjakan Enduro yang menjadi arena bermain kami biasanya gampang banget dilalui. Tapi dalam kondisi basah tentu butuh perjuangan ekstra dalam menaklukkan tanjakan. Setelah puas bermain di Tanjakan Enduro, kami bergeser ke spot lainnya. Sebenarnya setelah Tanjakan Enduro jalurnya adalah ke Gunung Urai. Kami paham banget Tanjakan Gunung Urai di Pematang Tahalo itu ekstrem dan sangat susah sekali. Motor KLX150/CRF150L dalam kondisi standar (mesin belum di-bore up) hampir mustahil bisa lolos di tanjakan. Jadi kami cukup tahu diri, melewatkan Tanjakan Gunung Urai, kemudian langsung kembali ke Gunung Kerung. Nah, di Gunung Kerung ini saya dan beberapa rekan berkali-kali mencoba Tanjakan Ilat Kadal. Asyiknya kontur tanah di Tanjakan Ilat Kadal sedang enak-enaknya buat hill climb. Kami nggak kesulitan lolos di tanjakan tersebut. Setelah itu saya bergeser di Tanjakan Gistar yang fenomenal, sangat panjang (200 meter), sangat tinggi, dan tegak! Bisa dibilang Tanjakan Gistar ini makanannya motor-motor built up macam KTM, Husqvarna, dan lain-lain. Motor-motor trail lokal, trail bermesin kecil, dan trail odong-odong memang ada yang sukses nanjak, tapi nggak banyak. Sebenarnya masih ada lagi Tanjakan Pisangan yang nggak kalah sulit. Namun sepertinya nggak tersentuh oleh para off-roader yang sangat fokus dan tertarik menaklukkan Tanjakan Gistar. Sorry nggak banyak foto spot tanjakan yang seru. Soalnya kalau udah naik motor di jalur nafsu motret jadi luntur. Hehehe…

Advertisements