• Home »
  • Article »
  • Beta RR Enduro 4T 125 LC Versi 2019 Masih Andalkan Mesin Yamaha V-Ixion

Beta RR Enduro 4T 125 LC Versi 2019 Masih Andalkan Mesin Yamaha V-Ixion

Penggemar dirt bike pasti nggak asing lagi dengan brand asal Italia bernama Beta Motorcycles. Maklum, core bisnis Beta memang berasal dari dirt bike, lebih tepatnya motor dengan genre enduro dan trial. Populasi motor Beta di Indonesia memang nggak semasif KTM atau Husqvarna. Tapi paling tidak Beta pernah/masih eksis di Tanah Air. Kalau belum tutup, distributor resmi Beta dipegang oleh Bruder Motorsport Internasional dengan markas yang berada di Bali. Jadi mestinya brand Beta nggak terlalu asing di telinga penggemar dirt bike Tanah Air.

Nah… Untuk motor off-road/enduro, Beta ini punya dari yang kapasitas kecil sampai kapasitas mesin gede. Ada yang 2-tak dan ada juga yang 4-tak. Tergolong lengkap lah untuk pabrikan motor yang sebenarnya relatif kecil. Salah satu motor enduro kecil yang dimiliki Beta adalah Beta RR Enduro 4T 125 LC. Pada generasi terbaru model year 2019, Beta RR Enduro 4T 125 LC ternyata masih mengusung mesin yang identik dengan gen lawas. Basis mesinnya pakai Motori Minarelli M/C 125. Itu artinya basic mesin yang dipakai oleh Beta RR Enduro 4T 125 LC kurang lebih sama dengan milik Yamaha WR125R. Kalau di Indonesia ya mirip-mirip dengan mesin SOHC LC4V milik Yamaha V-Ixion, YZF-R15, MT-15, Xabre 150, dan Jupiter MX-King. Cuma mesin-mesin Motori Minarelli M/C 125 dengan spec SOHC LC4V yang terpasang pada motor-motor Yamaha Indonesia itu sudah dinaikkan kapasitasnya menjadi 150-155 cc untuk memenuhi keinginan market Indonesia.

Menurut saya, Beta RR Enduro 4T 125 LC itu merupakan motor yang kecil-kecil cabe rawit. Mesin boleh kecil hanya 125 cc SOHC 4-valve liquid cooled dan hanya mampu menghasilkan tenaga sebesar 11 kW atau setara dengan 15 PS. Tapi spec lainnya bikin speechless. Ahhh tenaganya kok cuma kecil segitu mas? Sebenarnya Beta bisa saja melakukan tuning terhadap mesin Motori Minarelli M/C 125 biar tenaganya lebih besar lagi. Namun regulasi di Eropa nggak memperbolehkan tenaga motor 125 cc melebihi 15 PS, khususnya untuk motor yang dihomologasikan bagi penggunaan di jalan raya. Coba saja cek, KTM 125 Duke, Yamaha MT-125, Yamaha YZF-R15, Yamaha WR125R, Yamaha WR125X, Kawasaki Ninja 125, Kawasaki Z125, dan motor-motor lain yang masuk homologasi dipastikan nggak lebih dari angka 15 PS.

Beberapa spec wah yang terpasang di Beta RR Enduro 4T 125 LC antara lain menggunakan dua buah radiator layaknya motor enduro besar, suspensi depan upside down dengan diameter 41 mm, suspensi belakang mono shock dengan progressive compound lever, ban dan velg pakai ring 18-21 inch seperti motor enduro full size, swing arm terbuat dari bahan aluminium yang dilengkapi dengan sistem linkage ke suspensi belakang, konsol speedometer digital dengan berbagai macam diagnostic warning, velg aluminium, dan cakram rem berukuran jumbo. Belum lagi motor ini menggunakan sasis yang sangat ringan. Nggak heran kalau bobot kering motor hanya 102 kg. Satu hal lagi yang cukup menarik perhatian saya adalah meskipun mesin Beta RR Enduro 4T 125 LC masih mengandalkan sistem pembakaran karburator Keihin CVK 30 (belum pakai sistem injeksi), namun faktanya motor ini sudah lolos homologasi Euro 4 yang berlaku di Eropa sana. Nice banget!!

Overall secara penampilan Beta RR Enduro 4T 125 LC generasi terbaru model year 2019 nggak jauh berbeda dibandingkan dengan generasi lawas. Masih tetap gagah, keren, jangkung, dan nggak seperti motor bermesin kecil. Meskipun mesin kecil namun fitur dan komponen yang terpasang nggak main-main, sangat jempolan! Sedangkan urusan dapur pacu, Beta masih mempercayakan kepada Motori Minarelli M/C 125 yang terkenal bandel. Apakah motor ini masuk ke Indonesia? Belum ketahuan jelas. Kalaupun masuk harganya pasti nggak murah. Nah terus gimana nih, Beta aja pakai mesin Yamaha SOHC LC4V di motor trail, masa’ iya Yamaha Indonesia justru mau pakai mesin SOHC 2-valve air cooled milik XTZ 125 sebagai penantang Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150L? Hehehe…

Advertisements