Rider Wanita Laia Sanz Ingin Pecahkan Rekor di ErzbergRodeo 2019

Kenal dengan Laia Sanz? Yups, buat temen-temen pemerhati balap rally seperti Rally Dakar tentu nggak asing lagi dengan nama Laia Sanz. Doi adalah rider wanita yang bernaung di tim balap KTM Rally Factory Racing. Karena kepiawaiannya dalam menggeber motor KTM 450 RALLY, Laia Sanz bahkan mendapatkan julukan Queen of Dakar. Hal ini memang nggak mengherankan mengingat Laia Sanz menjadi rider wanita terkencang di ajang balap Rally Dakar, bahkan dengan kemampuannya Laia Sanz sanggup bertarung dengan rider-rider top dunia (pria) di ajang balap tersebut.

Sebelum terjun di ajang balap rally Laia Sanz lebih banyak menghabiskan waktu di kompetisi trial dan enduro. Namun kepiawaian Sanz menggeber motor rally belakangan ini membuat doi lebih dikenal sebagai Queen of Rally dan Queen of Dakar. Menariknya, pada kompetisi hard enduro ErzbergRodeo 2019 mendatang Sanz ingin ikut ambil bagian. Target Sanz nggak tanggung-tanggung… Doi ingin memecahkan rekor sebagai wanita pertama yang sanggup finish di ErzberRodeo karena sebelumnya nggak ada rider wanita yang bisa finish di kompetisi ini. Sanz bisa mengikuti ErzbergRodeo 2019 berkat kosongnya jadwal kompetisi FIM Cross-Country Rallies World Championship dan nggak ada agenda lain dari timnya bernaung, KTM Rally Factory Racing.

Tahun lalu sebenarnya Sanz juga ikut ambil bagian di ErzbergRodeo. Tapi dia hanya ikut di sesi prologue. Itupun menggunakan motor KTM 450 RALLY yang berukuran jumbo, bukan menggunakan motor enduro yang lebih ringan dan ringkas. Sedangkan tahun 2019 ini dia ingin ikut full race. Nggak hanya sekedar ekshibisi seperti di tahun 2018. Sayangnya belum diketahui motor apa yang akan digunakan Sanz di ErzbergRodeo 2019. Kemungkinan doi akan pakai mesin 4-tak dengan pilihan KTM 250/350/450/500 EXC-F. Soalnya Sanz lebih sering terpantau menggunakan mesin 4-tak daripada 2-tak. Paling realistis sih KTM 450 EXC-F ya. Target yang diusung oleh Sanz nggak terlalu muluk-muluk. Sanz nggak menargetkan bisa menang atau bisa bersaing dengan rider-rider top macam Graham Jarvis, Billy Bolt, Alfredo Gomez, Colton Haaker, Jonny Walker, Taddy Blazusiak, Coddy Webb, Mario Roman, Wade Young, dan lain-lain yang telah banyak makan asam garam di kancah balap hard enduro. Sanz hanya ingin finish. Titik!!

Kalau ngomongin sejarah, Laia Sanz bukan wanita pertama yang ikut kompetisi hard enduro fenomenal asal Austria ini. Sebelumnya rider wanita Sandra Gomez yang pernah juara SuperEnduro Women’s World Championship, anggota tim ISDE Spanyol, dan penantang juara Women’s World Trial Championship juga pernah merasakan beringasnya ErzbergRodeo tahun 2017. Akan tetapi Sandra Gomez gagal mencapai titik finish. Sandra Gomez hanya mampu mencapai check point 14 saat main race. Dengan kemampuan yang dimiliki, bukan mustahil Laia Sanz bisa melampaui capaian Sandra Gomez dan menjadi wanita pertama yang finish di ErzbergRodeo.

Advertisements