Dua Pilihan Motor Off-Road Keren dengan Harga Kurang dari Rp 40 Juta

Off-road dengan motor trail memang menjadi kegiatan yang menarik dan cukup booming dalam waktu beberapa tahun terakhir. Kebanyakan pemula di dunia off-road, termasuk saya, mulai bermain off-road dengan motor trail dual sport seperti Kawasaki KLX150 atau Honda CRF150L yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga layak dan nyaman dipakai buat melintasi jalur off-road. Untuk memodifikasi KLX150 atau CRF150L sampai nyaman dipakai buat off-road tentu kita mesti keluar dana yang nggak sedikit. Pertanyaannya, apakah ada motor trail murah tapi nggak perlu banyak modifikasi lagi buat off-road? Jawabannya tentu ADAAA!!

Di pasaran memang ada sejumlah motor trail murah yang sudah sangat siap dipakai off-road, baik itu secara spesifikasi maupun performa. Artinya temen-temen tinggal beli motor, dibawa pulang, dan siap geber di jalur off-road. Namun untuk artikel kali ini kita ngomongin motor trail off-road yang nggak murah-murah amat dan nggak terlalu mahal juga. Kita nggak ngomongin motor yang harganya di bawah Rp 30 juta, melainkan motor baru yang rentang harga jualnya Rp 30-40 juta. Jadi bisa dikatakan berada di kelas low to middle. Menurut saya ada dua varian motor yang layak dipertimbangkan di rentang harga ini. Dua motor itu adalah Kawasaki KLX140G dan Viar Cross X 250 ECF. Mereka berdua motor pure buat off-road.

Pertama kita bahas tentang KLX140G dulu deh… Motor keluaran geng ijo yang diproduksi di Thailand ini masuk ke Indonesia dengan nama New KLX meskipun namanya di pasar global adalah KLX140G. Intinya New KLX dan KLX140G mengacu pada motor yang sama. Berbeda dengan KLX150 series, KLX140G ini motor yang dirancang khusus buat off-road. Basic mesin dan sasis sepintas mirip dengan KLX150, namun ternyata lumayan banyak perbedaan di antara keduanya. Desain bodywork pun beda banget. KLX140G punya desain yang sangat agresif serta brondolan tanpa lampu-lampu sama sekali, suspensi depan model teleskopik seperti KLX150L (versi lawas), mono shock dengan piggyback reservoir (tabung) sehingga bersifat fully adjustable, sudah pakai ban off-road tulen dengan ring 18-21 inch, swing arm aluminium, final gear ratio yang siap buat off-road, footpegs berbentuk gerigi lebar, dan ada pelindung tuas gigi dari benturan. Pokoknya penampilan KLX140G ini off-road banget lah. Salah satu keunggulan utama KLX140G yang sulit ditemui di motor off-road murah lainnya adalah bobot yang sangat ringan. Bayangin, motor ini hanya berbobot 99 kg. Cari deh motor apa lagi di bawah Rp 40 juta dengan bobot kurang dari 100 kg? Rasanya nggak ada!

Soal mesin, basic KLX140G tergolong masih sama dengan KLX150, menganut mesin SOHC 2-klep berpendingin udara. Tapi menurut saya pasti Kawasaki memberikan  settingan yang berbeda. Saya pernah mencoba KLX140G milik teman… Meskipun dalam kondisi standar, tarikan KLX140G lumayan berbeda dengan KLX150. Torsinya terasa jauh lebih nampol. Power dan torsi di gigi dua yang ngempos di KLX150, terasa lebih nendang di KLX140G. Kemungkinan karena mereka menggunakan gearbox yang berbeda. Gigi satu dan gigi dua KLX140G jauh lebih asyik. Rasanya power dan torsi mesin bisa lebih galak lagi kalau knalpot diganti model free flow dan karburator Keihin PB20 yang sangat kecil diganti dengan Keihin PWL26/PWK28/PE28. Oh ya, KLX140G dibandrol oleh Kawasaki Motor Indonesia seharga Rp 36,3 juta off the road area DKI Jakarta.

Motor kedua yang nggak kalah seksi di rentang harga Rp 30-40 juta adalah Viar Cross X 250 ECF. Persisnya Cross X 250 ECF dijual dengan harga sekitar Rp 34,5 juta off the road. Desain motor ini identik dengan motor off-road KTM yang menggunakan frame model tubular. Bodywork-nya pun relatif mirip dengan motor off-road KTM. Banyak orang awam yang menyangka Cross X 250 ECF adalah motor KTM, terutama yang decalnya sudah diganti ala-ala KTM. Kalau banyak orang awam tertipu dengan penampilan Cross X 250 ECF tentu bisa dimaklumi karena secara penampilan memang gagah banget. Suspensi depan model upside down yang berdiameter besar, suspensi belakang mono shock dengan linkage, swing arm belakang aluminium, tangki bahan bakar plastik, dan lain-lain. Intinya motor ini keren abis!

Nah, basis mesin yang dipakai di Cross X 250 ECF adalah Zongshen. Dengan konfigurasi mesin SOHC 4-klep berpendingin radiator, Cross X 250 ECF sanggup memuntahkan tenaga 25 HP dan torsi sekitar 22 Nm. Angka power dan torsi Cross X 250 ECF ini lebih dari dua kali lipat KLX140G yang sudah kita bahas di atas. So, di atas kertas maupun pada prakteknya Cross X 250 ECF jauh lebih siap menghadapi jalur off-road berupa tanjakan-tanjakan tinggi (hill climb) daripada produk geng ijo. Ya bagaimanapun mesin yang tak genap 150 cc nggak bisa dibandingkan secara performa dengan mesin 250 cc. Namun Cross X 250 ECF juga punya kelemahan yang cukup krusial, yaitu bobotnya lumayan berat, mencapai 120 kg!

Terus sebaiknya pilih yang mana mas? KLX140G atau Cross X 250 ECF? Kalau temen-temen baru mulai terjun di dunia off-road, saran saya sebaiknya pilih KLX140G karena bobotnya yang sangat enteng, mesin jauh lebih mudah dikendarai (tidak overpower), dan suspensinya yang empuk juga terasa lebih nyaman buat pemula. Sebaliknya, jika sudah lebih cakap di medan off-road, nggak puas dengan performa motor lama yang susah diajak ngebut, dan pengen jadi penakluk tanjakan tentu Cross X 250 ECF jadi pilihan yang pas! Konsekuensinya kalau terjatuh butuh tenaga ekstra untuk mendirikan atau mengangkat motor.

Advertisements