Tiga Tipe Motor Trail CBU Ini Pernah Dites Oleh Yamaha Indonesia

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memang bertekad masuk ke segmen motor trail entry level untuk memberikan perlawanan kepada Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150L. Bukti keseriusan Yamaha Indonesia dalam mengeluarkan motor trail murah terpantau dari gerak-gerik mereka yang telah mengetes setidaknya tiga tipe motor yang semuanya motor trail CBU, terdiri dari dua tipe berasal dari Brazil dan satu tipe lagi berasal dari Eropa. Yamaha Indonesia mengimpor utuh motor-motor itu untuk dites, dipelajari, dan mungkin akan menggunakan salah satu dari ketiga motor itu sebagai basis pengembangan motor trail baru mereka. Motor-motor apa sajakah yang pernah dites oleh Yamaha Indonesia?

Sebenarnya tiga motor trail CBU yang pernah dites oleh Yamaha Indonesia itu sudah pernah saya bahas di blog ini, tapi nggak apa-apa lah sekarang kita rangkum saja biar teman-teman penggemar off-road lebih paham lagi. Sekitar setahun yang lalu tim Yamaha Indonesia mengetes dua varian motor trail bersama dengan komunitas trail off-road di wilayah Jawa Barat. Dua motor itu adalah WR125R yang notabene motor CBU Eropa dan XTZ 250 yang berasal dari Brazil. Nggak heran kalau waktu itu langsung mengerucut arah pengembangan motor trail 150 cc Yamaha Indonesia mengambil dari basis WR125R yang memang memiliki desain keren dan mesin lumayan hi-tech. Bayangin aja, saat KLX150 dan CRF150L masih mengusung mesin SOHC 2-valve berpendingin udara, WR125R sudah menggunakan mesin Motori Minarelli dengan teknologi SOHC 4-valve berpendingin radiator (LC4V). Yamaha Indonesia pasti nggak kesulitan menggunakan mesin ini karena motor-motor seperti V-Ixion, R15, Xabre, MT-15, dan MX-King yang sudah ada di Indonesia juga pakai basis mesin Motori Minarelli yang dinaikkan kapasitas mesinnya jadi 150-155 cc. Kemudian mengenai XTZ 250 yang merupakan motor trail 250 cc SOHC 2-valve berpendingin udara bisa digunakan oleh Yamaha Indonesia untuk mengisi market trail kelas menengah dengan harga di bawah KLX250S dan CRF250RALLY.

Namun pada perkembangannya, pada tahun 2019 ini Yamaha Indonesia terpantau kembali mengetes dua tipe motor, yaitu WR125R dan XTZ 125. WR125R tentu bukan barang baru karena sudah dites sejak setahun yang lalu. Tapi yang menarik justru XTZ 125 yang juga berasal dari Brazil. Sekedar informasi saja, XTZ 125 ini menggunakan mesin sederhana SOHC 2-valve berpendingin udara. Berarti Yamaha Indonesia juga mempelajari peluang untuk head-to-head langsung dengan KLX150 dan CRF150L. Mungkin pertimbangannya karena mesin SOHC 2-valve berpendingin udara biaya produksinya lebih rendah daripada SOHC 4-valve berpendingin radiator sehingga memungkinkan motor trail Yamaha Indonesia dijual dengan harga yang lebih kompetitif kalau pakai basis dari XTZ 125.

Terus basis motor mana yang akan dipakai oleh Yamaha Indonesia? Tentu hanya Yamaha Indonesia yang tahu. Di kelas 150 cc banyak yang berharap Yamaha Indonesia menggunakan basis WR125R dengan mesin SOHC 4-valve liquid cooled, tapi rasanya basis mesin XTZ 125 jauh lebih rasional untuk market Indonesia. Yang penting desain dan fitur yang disematkan nanti nggak sama plek dengan XTZ 125 versi Brazil. Kenapa? Karena desain XTZ 125 menurut saya kurang gagah, suspensi depan masih model teleskopik sedangkan kompetitor pakai upside down semua, suspensi belakang pakai mono shock tanpa linkage sementara kompetitor sudah pakai linkage semua, dan rem belakang XTZ 125 masih tromol sedangkan kompetitor sudah pakai disc brake semua. Lalu gimana dengan XTZ 250? Menurut saya statusnya wait and see… Kalau yang 150 cc laris-manis bukan mustahil Yamaha Indonesia merilis yang 250 cc. Tapi sekarang kita mendingan nunggu dulu yang 150 cc ya!

Daftar Motor CBU yang Dites Oleh Yamaha Indonesia:

  • Yamaha WR125R (Eropa)
  • Yamaha XTZ 125 (Brazil)
  • Yamaha XTZ 250 (Brazil)
Advertisements