• Home »
  • Article »
  • GPX Bikin Trail Pakai Mesin Bebek 190 cc, Power Disinyalir Tembus 16 HP

GPX Bikin Trail Pakai Mesin Bebek 190 cc, Power Disinyalir Tembus 16 HP

Motor made in China, GPX Moto, diketahui bakal meluncurkan setidaknya dua produk baru ke pasaran. Produk pertama yaitu GPX Moto FSE250S yang mengusung mesin 250 cc satu silinder, 4-tak, SOHC, 2-valve, dan berpendingin udara. GPX Moto mengklaim mesin sederhana yang menjiplak Honda CRF230F/CRF250F ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 20 HP. Angka ini sudah lebih dari cukup bagi kalangan penghobi off-road menggunakan motor trail. Rencananya FSE250S akan meluncur di Amerika Serikat pada Juli 2019, kemudian disusul oleh negara-negara lain, salah satunya Indonesia. Selentingan kabar berhembus FSE250S akan dijual di Tanah Air dengan kisaran harga Rp 35 juta off the road. Selain FSE250S, rupanya GPX juga menyiapkan produk yang kedua. Motor apakah itu?

Produk kedua yang bakal dirilis oleh GPX adalah FSE190S. Dari namanya sudah terbaca kalau motor ini mengusung mesin 190 cc. Uniknya, mesin yang dipakai oleh FSE190S menganut model mesin tidur telentang macam mesin motor bebek yang banyak berkeliaran di Indonesia. Tapi temen-temen jangan salah… Basic mesin yang digunakan oleh FSE190R merupakan mesin buatan Zongshen yang dikenal sebagai salah satu produsen mesin motor terbesar di China. Tipe mesin yang digunakan adalah Zongshen ZS190 yang menduplikasi mesin asli buatan Jepang dengan harga lumayan mahal untuk satu gelondongnya, yakni Daytona Anima. Zongshen nggak nyontek mesin Daytona Anima seperti yang kebanyakan dilakukan oleh pabrikan China terhadap produk Jepang kok. Yang ada justru Zongshen membeli lisensi agar bisa memproduksi mesin yang identik dengan Daytono Anima. Menurut saya ini langkah maju yang dilakukan oleh pabrikan China. Mau bagaimanapun membeli lisensi jauh lebih bermartabat daripada menjiplak.

Walaupun model mesin tiduran telentang, namun performa mesin FSE190R berbasis Zongshen ZS190 ini nggak main-main… Kenapa? Iya betul mesin ini masih pakai teknologi SOHC dengan pendingin udara. Meskipun demikian, mesin sudah dilengkapi dengan empat buah klep (4-valve) plus ukuran bore dan stroke yang benar-benar square sehingga tenaganya benar-benar nampol. Yups, ukuran bore x stroke mesin FSE190 itu sama persis, 62 mm x 62 mm. Dari hitungan matematis, ukuran bore dan stroke itu menghasilkan kapasitas mesin sebesar 187,2 cc yang kemudian bisa dibulatkan menjadi 190 cc. Tenaga yang mampu dikeluarkan oleh mesin ZS190 sebesar 16 HP dan torsi maksimalnya sebesar 13 Nm. Bengis banget ya untuk ukuran mesin bebek!

Kabar buruknya adalah walaupun punya mesin yang lumayan ganas, tapi sayangnya FSE190R tidak diciptakan sebagai motor trail full size. Jadi FSE190R hanyalah sebuah mini motocross alias mini trail. Dari segi dimensi, motor ini berukuran mungil sehingga lebih cocok dipakai oleh anak-anak yang mulai belajar motocross maupun belajar trabas (enduro). Motor ini pun kecil-kecil cabe rawit lantaran dilengkapi dengan sejumlah fitur unggulan, mulai dari suspensi depan upside down fully adjustable, suspensi belakang mono shock dengan linkage yang bisa disetel kompresinya, rem cakram depan-belakang, stang model twin wall, tromol CNC, serta tuas kopling, tuas rem depan, dan tuas perseneling yang bisa terlipat saat motor crash. Ban kayaknya sih pakai ukuran 14 inch di belakang dan 17 inch di depan ya…

Apakah FSE190R bakal masuk ke Indonesia? Peluang itu memang ada karena di sini ada distributor resmi GPX Moto, yaitu Dr. No Offroad Industries. Namun melihat peruntukannya yang lebih condong sebagai motor trail anak-anak, peluang masuk lewat Dr. No mungkin agak kecil. Beda dengan FSE250S yang 90% bakal masuk sini. Toh walaupun GPX Moto punya banyak banget lineup motor, faktanya sampai sekarang Dr. No cuma memasukkan dua tipe, antara lain TSE250R (2-tak) dan FSE250E (4-tak). Padahal masih ada TSE65R, TSE85R, FSE250R, FSE450R, XTR T4 250, dan lain-lain. Apalagi harga FSE190R nggak bisa dibilang murah. Nggak percaya? Di Amerika Serikat motor ini bakal dibandrol dengan harga US$ 3.799 atau setara dengan Rp 53,6 juta sesuai dengan kurs saat artikel ini dibuat. Bayangin, motor mungil ini ternyata punya harga yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan FSE250S. Bahkan harganya mirip-mirip dengan FSE250E. Dengan harga segitu, rasanya agak susah menjualnya di Indonesia. Oh ya, misalnya temen-temen ngiler dengan FSE190R untuk anak-anaknya tapi ternyata motor ini nggak masuk ke Indonesia, kalian bisa merakit sendiri motor sesuai selera menggunakan mesin SND ZS190 yang sama-sama buatan Zongshen dan punya spesifikasi mirip. Mesin SND ZS190 dijual di Indonesia dengan harga Rp 9 juta lengkap dengan sistem pengapian dan karburator. Tertarik?

Advertisements