• Home »
  • Article »
  • Rally Dakar 2020: Start di Jeddah, Rest Day di Riyadh, Finish di Al Qiddiya

Rally Dakar 2020: Start di Jeddah, Rest Day di Riyadh, Finish di Al Qiddiya

Arab Saudi sudah bisa dipastikan mendapatkan kontrak untuk menggelar Rally Dakar selama lima tahun mulai 2020 sampai dengan 2025. Seperti diketahui, Rally Dakar pertama kali digelar dari Paris (Perancis/Eropa) menuju Dakar (Senegal/Afrika). Waktu itu namanya adalah Paris Dakar. Kemudian Rally Dakar pindah ke Amerika Selatan selama 11 tahun (2009-2019), hingga akhirnya mulai 2020 digelar di Arab Saudi. Menurut rencana, Rally Dakar 2020 di Arab Saudi akan digelar pada 5-17 Januari 2020 dengan menempuh perjalanan total sejauh 9.000 km. Para pembalap akan melakukan start di Jeddah, kemudian pada pertengahan lomba mereka beristirahat (rest day) di Riyadh, dan terakhir finish di Al Qiddiya. Sejumlah pembalap rally motor ikut ambil bagian dalam presentasi Rally Dakar 2020 di Al Qiddiya beberapa hari yang lalu seperti Sam Sunderland (Red Bull KTM Factory Racing), Laia Sanz (KTM Factory Racing), Joan Barreda (Monster Energy Honda Team), dan Adrien Van Beveren (Yamalube Yamaha Official Rally Team). Apa alasan penyelenggara memindahkan Rally Dakar dari Amerika Selatan ke Arab Saudi?

Sejumlah rumor berkembang penyelenggara kesulitan menggelar Rally Dakar di Amerika Selatan sejak beberapa tahun terakhir. Puncaknya pada tahun 2019 ini Rally Dakar  Amerika Selatan hanya digelar di Peru karena penyelenggara gagal melakukan negosiasi dengan sejumlah negara lain di sekitar Peru. Padahal biasanya minimal ada tiga negara yang menjadi tuan rumah Rally Dakar Amerika Selatan. Sebenarnya penyelenggara masih memiliki peluang menggelar Rally Dakar di Amerika Selatan pada 2020. Tapi ketidakpastian ekonomi di wilayah itu membuat penyelenggara akhirnya mencari tuan rumah baru dan akhirnya menandatangani kontrak dengan Arab Saudi.

Rally Dakar 2020 di Arab Saudi diperkirakan akan sangat menarik karena para pembalap banyak yang buta terhadap kondisi medan di sana. Meskipun demikian, Arab Saudi tetap menyajikan jalur yang menantang berupa 1,4 juta mil persegi padang pasir dan pegunungan Asir. Sejumlah tantangan yang harus dihadapi antara lain berupa lembah, bukit pasir, gunung, dan masih banyak lagi lainnya. Semua pembalap harus fokus dalam mengendarai motor sembari melihat navigasi serta punya daya tahan tubuh dan motor yang prima agar bisa menyelesaikan balap di setiap stage.

Salah satu pembalap rally yang cukup bergairah dalam menghadapi Rally Dakar 2020 di Arab Saudi adalah Sam Sunderland. Pembalap yang pernah menjuarai Rally Dakar tahun 2017 itu optimis bisa mendapatkan hasil yang bagus di Rally Dakar 2020 berkat pengalamannya yang sudah 10 tahun tinggal di Dubai. Menurut Sam Sunderland, dia bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan Timur Tengah. Apalagi kondisi di Arab Saudi seharusnya tidak berbeda jauh dibandingkan dengan rumah tinggalnya di Dubai.

“Perubahan ini bagus buatku karena aku sudah tinggal di Dubai selama 10 tahun, bisa beradaptasi dengan baik di Timur Tengah. Ini juga menjadi hal positif bagi Dakar dengan menemukan wilayah baru. Satu hal lagi yang aku yakin, semua orang di olahraga ini gembira menemukan area baru, balap baru, dan format baru,” ungkap pria asal Inggris tersebut.

Advertisements