Kenangan Off-Road Bareng Boss WD Motor Garage di Kulon Progo – 2018

Sebenarnya ini adalah flashback memory tahun lalu yang belum dituangkan dalam tulisan di blog. Jadi pada bulan Oktober 2018 saya pergi ke Jogja bareng keluarga karena  memang niatnya nganter bapak dan ibu liburan ke kampung halamannya. Kurang lebih saya berada di Jogja selama satu minggu. Nah, karena ada waktu luang, saya ngacir ke Kulon Progo, persisnya ke bengkel milik sesama blogger otomotif (Mas Aziz), yaitu WD Motor Garage. Salah satu pembeda antara Mas Aziz dengan blogger otomotif yang lainnya adalah doi juga demen ngetrail. Bukan ngetrail tipis-tipis macam event atau test ride yang dibikin oleh pabrikan, tapi bener-bener hard enduro. So, nggak ada salahnya kalau saya sekalian ngajakin Mas Aziz buat mencicipi nikmatnya jalur off-road di sekitar Kulon Progo.

Sore itu akhirnya kami ngetrail berempat. Ada saya, Mas Aziz, Mas Didik (mekanik WD Motor Garage), dan Mas Heri yang memandu kami off-road di Samigaluh. Saya pakai motor Viar Cross X 200 SE, Mas Aziz si boss WD Motor Garage pakai Viar VX1 yang sudah diganti mesinnya dengan mesin motor Satria 120R (2-tak), Mas Didik yang baru pertama kali ngetrail dibekali trail odong-odong mesin Tiger, dan Mas Heri sebagai pemandu mengandalkan KLX150 BF yang mesinnya sudah dilengserkan dan diganti dengan mesin Tiger. Wess… Bisa dibilang motornya nggak ada yang benar-benar standar, kecuali Viar Cross X 200 ES yang saya pakai.

Jujur aja jalur yang kami lewati sore itu di Samigaluh nggak terlalu panjang, tapi lumayan bisa membuat keringat bercucuran. Saya baru tahu karakter jalur off-road di Samigaluh – Kulon Progo ini sangat berbeda dengan yang biasa menjadi santapan saya di Lampung. Kalau di Lampung kebanyakan jalurnya berupa tanah, lumpur, dan tanjakan-tanjakan yang tinggi tapi plong, di sini justru lebih didominasi oleh bebatuan. Lebih tepatnya tanjakan berupa undak-undakan batu yang mirip seperti punden berundak. Mas Heri yang sudah terbiasa di jalur seperti ini terlihat ngegas dengan begitu nyaman. Apalagi mesin Tiger yang terpasang di KLX150 BF miliknya punya torsi yang lumayan gede. Tapi gimana dengan saya yang nggak terbiasa dengan jalur seperti ini??

Beeeh… Menurut saya jalur off-road di Samigaluh tergolong sangat technical dan tricky. Di rintangan pertama saya sukses nanjak dengan mudah karena dari bawah sudah mendapatkan rolling speed yang bagus. Mas Aziz pun sama bisa lolos dengan Viar VX1 2-tak miliknya. Tapi Mas Didik yang benar-benar baru pertama kali ngetrail langsung kerepotan sejak awal. Baru di tanjakan pertama ini Mas Didik sudah jatuh bangun berkali-kali sampai wajahnya pucat. Ya walaupun dengan bantuan dan lecutan semangat dari kami akhirnya doi lolos juga sih… Kemudian lanjut di tanjakan kedua yang menurut saya jauh lebih sulit dibandingkan dengan tanjakan pertama. Kalau nggak salah saya gagal dalam empat atau lima kali percobaan. Sampai saya sempat mikir, ini gimana lagi cara melewatinya? Ancang-ancang nggak ada, tanjakan meliak-liuk, dan batunya gede-gede pula. Mana ban terasa sulit dapat traksi pula. Cuma muter doang nggak maju-maju. Sebelum saya benar-benar frustasi, Mas Heri dengan berbaik hati mau menarik motor saya. Alhamdulillah… Wkwkwkwkwk… Di sini Mas Aziz pun kesulitan… Apalagi Mas Didik ya. Xixixixi…

Setelah dua tanjakan tadi kami istirahat sejenak ambil napas karena di depan masih ada satu tanjakan lagi yang nggak kalah dahsyat. Bedanya dengan tanjakan sebelumnya, pada tanjakan ketiga ini nggak meliak-liuk, tapi lebih lurus, meskipun tetap berupa tanah gunung yang gembur dan penuh dengan batu yang gede-gede. Seperti biasa, Mas Heri langsung tancap gas dan lolos. Berikutnya saya geber Viar Cross X 200 ES juga lolos. Yups, tenaga dan torsi Viar Cross X 200 SE masih sangat bisa diandalkan di sini mas bro, meskipun nggak bisa dipungkiri suspensi dan sasisnya bikin badan sakit semua. Lanjuuuut… Lagi-lagi Mas Didik harus berjibaku beberapa kali sebelum akhirnya ikutan lolos sampai di puncak tanjakan. Sepertinya Mas Didik mulai menemukan ritme dalam ngegas motor trail setelah melalui tiga tanjakan. Hehehe… Terakhir Mas Aziz yang cukup bernapsu dalam menarik gas ternyata malah mengalami back flip alias njempalik. Wkwkwkwk…

Puas menikmati tanjakan ala punden berundak tadi, kami akhirnya memutuskan lanjut ke Watu Tumpang. Di sana kami bisa melihat pemandangan alam yang sangat syahdu di Samigaluh. Watu Tumpang ini sekaligus menjadi akhir off-road kami sore itu. Ya, off-road di Kulon Progo bareng boss WD Motor Garage, Mas Didik, dan Mas Heri memang sangat singkat dengan jalur yang tergolong pendek. Tapi saya tetap beruntung bisa mencoba jalur yang ada di sana karena karakternya benar-benar beda dengan yang biasa saya lalui di sini. Tentu ini menambah pengalaman baru buat saya. Mungkin next time saya harus ngajakin Mas Aziz off-road lagi dengan jalur yang lebih panjang nih biar semakin puas. Hehehe… Dan kayaknya bintang di postingan ini adalah Mas Didik. Soalnya foto doi paling banyak. Wkwkwkwk… Oh ya, buat temen-temen yang berada di Jogja, Kulon Progo, Purworejo, dan sekitarnya pengen servis atau modifikasi motor dengan bener dan dikerjakan secara memuaskan, monggo langsung aja datang ke WD Motor Garage di Jalan Asem Gede N. 26, Kulon Progo. WD Motor Garage ini menerima servis segala macam motor. Mau motor aneh-aneh, langka, bahkan motor tua bangka, bengkel Mas Aziz ini pun siap kok. Recommended banget lah pokoknya!

Advertisements