• Home »
  • Article »
  • Fakta-Fakta Mengenai “Le Trefle” yang Menjadi Seri Kedua WESS 2019

Fakta-Fakta Mengenai “Le Trefle” yang Menjadi Seri Kedua WESS 2019

World Enduro Super Series (WESS) 2019 akan memasuki seri kedua setelah melakukan pertarungan pada seri perdana di Extreme XL Lagares, Portugal. Berbeda dengan seri perdana yang masuk ke dalam genre Extreme Enduro, pada seri kedua nanti tergolong sebagai kompetisi Classic Enduro dengan event bernama Trefle Lozerien AMV atau biasa disebut dengan Le Trefle yang diselenggarakan di Perancis selama tiga hari pada 17-19 Mei 2019. Yups, memang ini adalah keunikan WESS, yaitu menggabungkan antara beberapa genre enduro ke dalam satu musim kompetisi sehingga pada akhir musim nanti didapatkan sang juara yang disebut dengan “Ultimate Enduro Champion”. Nah, sekarang kita bakal bahas sejumlah fakta menarik mengenai Le Trefle ya guys…

Le Trefle merupakan kompetisi Classic Enduro yang sudah sangat tua dan bersejarah yang digelar di pinggiran Perancis, persisnya di Mende. Kenapa? Karena kompetisi ini sudah ada sejak 33 tahun yang lalu. Pada Le Trefle 2019 merupakan gelaran yang ke-33. Pada gelaran tahun 2019 ini Le Trefle digelar selama tiga hari dengan total jarak 719 kilometer yang harus ditempuh oleh para rider, plus 15 special test. Kalau Lagares dikenal sulit karena jalurnya sangat ekstrem, tricky, licin, dan penuh dengan bebatuan besar, maka Le Trefle dianggap berat karena rider harus terus memacu motor dengan kencang, jarak tempuhnya jauh, dan butuh ketahanan yang tinggi baik itu dari motor maupun rider.

Sejumlah fakta menarik lainnya mengenai Le Trefle antara lain selama kompetisi ini digelar sejak pertama kali, belum pernah ada rider non-Perancis yang sanggup menjuarai kompetisi. Rider non-Perancis yang ikutan Le Trefle memang banyak, tapi nggak ada yang sukses jadi juara. Jadi memang Le Trefle itu arena bermainnya rider Perancis. Hebatnya lagi, Yamaha menjadi pabrikan yang paling banyak menjuarai Le Trefle dengan total 20 kemenangan. Sedangkan untuk rider yang paling banyak memenangkan gelar juara adalah Stephane Peterhansel. Terus siapa yang berpeluang menang di Le Trefle 2019?

Jelas pertanyaan di atas sangat sulit dijawab. Berkaca dari sejarah, Le Trefle adalah makanan empuk bagi para rider asal Perancis. Sejumlah rider top asal Perancis dipastikan ikut di Le Trefle 2019, sebut saja Loic Larrieu yang tahun lalu sukses menjadi juara di atas motor Yamaha tapi musim ini telah bergabung dengan TM Racing, lalu ada jagoan Sherco yang masih sangat muda Theo Espinasse, dan juara Enduro World Championship empat kali Christophe Nambotin pun ikut serta. Jagoan-jagoan Perancis lainnya antara lain Antoine Meo dan Johnny Aubert yang masing-masing pernah menang di kompetisi ini pada 2015 dan 2016, pemenang 2017 Jeremy Tarroux, dan pemenang 2007 sekaligus rider yang cukup mendominasi di banyak special test 2018 Emmanuel Albepart.

Uniknya, jagoan-jagoan Perancis itu nggak ada yang ikutan WESS 2019 satu musim penuh dengan total delapan seri balap. Jadi mereka hanya ikut di Le Trefle saja. Di sisi lain, kebanyakan rider yang ikutan WESS 2019 semusim penuh bukan berasal dari Perancis. Apalagi kebanyakan rider-rider unggulan WESS 2019 itu berasal dari genre Extreme Enduro, bukan Classic Enduro, sehingga peluang title contender WESS 2019 untuk mendapatkan gelar juara maupun meraih pundi-pundi poin yang besar di Le Trefle lumayan minim. Meskipun demikian, masih ada peluang bagi title contender WESS 2019 memenangkan Le Trefle. Dua rider yang paling berpeluang adalah Josep Garcia dan Nathan Watson yang keduanya bernaung di tim Red Bull KTM Factory Racing. Kenapa kok Josep Garcia dan Nathan Watson diunggulkan? Karena keduanya adalah eks pembalap Classic Enduro (Enduro World Championship/EnduroGP). Apalagi keduanya meraih posisi yang cukup bagus pada Le Trefle 2018, di mana Josep Garcia mampu menempati podium ketiga dan Nathan Watson berada di posisi ketujuh. Padahal itu penampilan perdana mereka di Le Trefle. Diharapkan Josep Garcia dan Nathan Watson meraih hasil yang lebih baik di penampilan kedua mereka tahun ini.

Lalu bagaimana peluang rider-rider unggulan WESS 2019 lainnya seperti Jonny Walker, Taddy Blazusiak, Manuel Lettenbichler, Billy Bolt, Alfredo Gomez, Wade Young, Mario Roman, Travis Teasdale, dan lain-lain? Sayangnya basic para rider ini adalah Extreme Enduro yang rutenya sangat ekstrem, teknikal, dan tidak butuh speed yang kencang. Mereka tidak punya speed yang cukup baik untuk bisa memenangkan Le Trefle. Bagi rider-rider ini bisa masuk posisi 10 besar rasanya sudah cukup masuk akal. Yang penting mereka bisa mendapatkan poin semaksimal mungkin sebagai modal melakoni WESS 2019 semusim penuh.

Advertisements