AHM Resmi Luncurkan CRF250RALLY dengan Warna Extreme Black

Tanpa babibu dan tanpa seremoni, PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi meluncurkan warna baru bagi motor petualang Honda CRF250RALLY. Kalau sejak pertama kali diluncurkan pada awal tahun 2017 Honda hanya menyediakan satu pilihan warna, Extreme Red, kini CRF250RALLY punya pilihan warna tambahan yaitu Extreme Black. Informasi ini didapatkan dari press release yang dikirimkan oleh AHM. Jadi untuk model year 2020, sekarang sudah sah CRF250RALLY yang dijual di Indonesia punya dua pilihan warna, Extreme Red dan Extreme Black!

Ya walaupun nggak ada update sama sekali dari segi spesifikasi maupun fitur, tapi paling nggak adanya tambahan warna baru bisa memberikan angin segar bagi kalangan penggemar motor adventure Honda. Menurut saya CRF250RALLY Extreme Black terlihat macho dan keren karena mengombinasikan warna hitam metalik dengan aksen warna merah dan putih yang tipis. Aura sangar dan angker CRF250RALLY sebagai motor penjelajah sangat terasa dengan laburan warna Extreme Black ini.

Tapi buat para fans Honda yang sering memantau ajang balap rally seperti Rally Dakar dan FIM Cross-Country Rallies World Championship rasanya masih susah berpaling dari warna Extreme Red. Kenapa? Karena kombinasi warnanya cukup mirip dengan CRF450 RALLY yang dipakai oleh HRC (Monster Energy Honda Team) di ajang balap rally. Menariknya CRF250RALLY Extreme Red juga mendapatkan penyegaran di bagian striping sehingga kalau diperhatikan dengan jeli, motif grafis generasi baru beda dengan CRF250RALLY yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 yang lalu.

“Kami hadirkan pilihan warna baru untuk Honda CRF250RALLY sehingga konsumen dapat memiliki kebebasan tidak hanya dalam berkendara, tetapi juga dalam memilih warna motor kebanggaan mereka. Kami harap penyegaran desain stripe dan kehadiran warna baru dapat menjawab kebutuhan para pecinta motor adventure-tourer di Indonesia,” ungkap Direktur Marketing PT AHM Pak Thomas Wijaya.

Well… Dalam beberapa tahun terakhir tren motor adventure di Indonesia memang terus berkembang. Foto-foto rider yang menggunakan motor adventure, termasuk CRF250RALLY, dapat dengan mudah kita temukan di timeline media sosial seperti Facebook dan Instagram. Biasanya mereka menggunakan motor CRF250RALLY untuk menjelajah berbagai macam keindahan Indonesia yang sulit atau malah nggak bisa diakses dengan motor street bike biasa. Meskipun nggak bisa se-hardcore motor enduro dalam melibas medan off-road, tapi paling nggak CRF250RALLY bisa dipakai dengan nyaman di kondisi medan dengan jalanan rusak dan asyiknya lagi masih bisa nyaman dipakai dalam perjalanan jarak jauh.

Saya sendiri pernah mencoba CRF250RALLY sekitar dua tahun yang lalu. Dari segi mesin cukup torque dan punya power walaupun penyaluran torsi dan power itu cukup smooth. Nggak ada feel yang menghentak seperti ketika menggunakan motor enduro tulen dengan kapasitas mesin yang sama. Jadi mesin smooth tapi tetap bertenaga. Buat hill climb di jalur off-road tetap bisa asal tanjakannya nggak terlalu tegak. Mungkin saja CRF250RALLY bisa lebih strong di tanjakan yang tinggi dengan syarat diganti knalpot, ganti ukuran gear belakang lebih besar, dan ganti ban dengan model ban off-road tulen. Satu hal lagi yang cukup istimewa ada di bagian suspensi. Suspensi depan upside down 43 mm buatan Showa dan suspensi belakang mono shock dengan linkage juga buatan Showa yang terpasang di CRF250RALLY terasa sangat empuk. Mungkin suspensi ini kurang nyaman buat rider yang terbiasa riding agresif baik on road maupun off-road. Tapi buat saya yang punya gaya riding kalem suspensinya jempolan. Nggak heran deh kalau sekarang populasi CRF250RALLY di Indonesia semakin banyak.

Sayangnya sekarang CRF250RALLY harus ditebus dengan harga yang lumayan mahal. Bahkan mengalami peningkatan sekitar Rp 10 juta dibandingkan dengan saat awal rilis. Berdasarkan rilis AHM, CRF250RALLY dibandrol dengan harga Rp 72 juta on the road DKI Jakarta. Motor ini bisa didapatkan di cabang-cabang Honda Wing Dealer yang jumlahnya sudah ada ratusan di berbagai penjuru Indonesia. Tentu harga di daerah berbeda dengan harga di Jakarta ya, karena ada ongkos kirim dan perbedaan biaya perpajakan.

Advertisements