Menolak Tua, Graham Jarvis Kembali Raih Gelar Juara ErzbergRodeo!

ErzbergRodeo Red Bull Hare Scramble yang masuk ke dalam kalender seri ketiga World Enduro Super Series (WESS) 2019 telah selesai dilaksanakan pada 2 Juni 2019 kemaren. Hasilnya, The King of Extreme Enduro yang usianya sudah tidak lagi muda Graham Jarvis (44 tahun) kembali sanggup mengalahkan rider-rider yang lebih muda dan secara fisik lebih strong. Rider yang bernaung di tim Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing ini mampu menyelesaikan 27 check point (CP) lengkap dengan sejumlah section beken di ErzbergRodeo seperti Machine, Green Hell, Dynamite, dan Carl’s Dinner dengan catatan waktu yang sangat fantastis, hanya 2 jam 26 menit 46 detik. Kemenangan kali ini membuat Graham Jarvis sukses mempertahankan gelar juara ErzbergRodeo sekaligus mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan berhasil mengoleksi lima kali gelar juara ErzbergRodeo. Prestasi ini menyamai rekor yang didapatkan oleh Taddy Blazusiak (Red Bull KTM Factory Racing) yang sudah lebih dulu mendapatkan lima kemenangan di Iron Giant pada masa lampu. Sekarang Graham Jarvis dan Taddy Blazusiak menjadi dua rider dengan koleksi kemenangan paling banyak di ErzbergRodeo.

Di luar Graham Jarvis yang memang tampil sangat fenomenal dengan segudang pengalamannya, Manuel Lettenbichler (KTM Support) juga menggeber motor KTM 300 EXC TPI tidak kalah impresif. Manni mampu menyelesaikan balapan di podium kedua setelah Jarvis dengan catatan waktu yang lebih lambat 2 menit. Hasil oke yang didapatkan oleh Manni membuat dirinya sekarang mengisi posisi pertama klasemen sementara WESS 2019. Podium ketiga ditempati oleh rider Sherco Factory Racing Mario Roman yang menyentuh garis finish dengan catatan waktu 2 jam 32 menit 19 detik. Rider dari posisi keempat sampai keenam berturut-turut antara lain Alfredo Gomez (Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing), Wade Young (Sherco Factory Racing), dan Taddy Blazusiak. Kemudian posisi ketujuh sampai dengan ke-1o masing-masing diisi oleh Billy Bolt (Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing), Jonny Walker (Red Bull KTM Factory Racing), Pol Tarres (TTR Rigamonti Team Husqvarna), dan Travis Teasdale (Eurotek KTM).

Jalannya balapan sendiri tergolong sangat seru. Seperti biasa, start dilakukan di dasar galian pertambangan terbuka bijih besi Erzberg – Austria atau yang dikenal pula dengan sebutan Iron Giant. Di dasar galian ini kondisinya basah karena sebelumnya turun hujan sehingga para rider mesti rela bermain kotor-kotoran. Beruntung tanjakan-tanjakan ekstrem yang ada di sana dalam kondisi kering dan berdebu. Begitu bendera start dikibarkan, Josep Garcia (Red Bull KTM Factory Racing) langsung melesat kencang di depan diikuti oleh Jonny Walker kedua dan Manuel Lettenbichler ketiga. Namun kemudian sejumlah rider mendapatkan masalah ketika Ryan Sipes jatuh di tanjakan pertama. Beberapa rider unggulan mesti menunggu sampai kemacetan di tanjakan bisa terurai. Mereka antara lain Graham Jarvis, Taddy Blazusiak, dan Mario Roman yang mengisi posisi keempat sampai dengan keenam.

Pada check point 7, Manuel Lettenbichler sudah memimpin di depan dengan keunggulan hampir 1 menit dari Josep Garcia, Jonny Walker, dan Wade Young. Pada sesi ini trio rider Husqvarna yaitu Graham Jarvis, Billy Bolt, dan Alfredo Gomez berada di posisi ketujuh sampai kesembilan dengan ketertinggalan waktu sekitar tiga menit dari rider di depan. Lalu di section Machine, Manni begitu memukau karena melewatinya dengan sangat cepat. Jonny Walker dan Wade Young sebenarnya juga cepat, tapi Manni unggul lebih dari 1 menit dibandingkan dengan keduanya. Di section Machine ini Graham Jarvis mulai merapat di posisi keempat dan hanya tertinggal 2,5 menit dari Manni.

Memasuki section Burping Stones dan saat masuk ke Carl’s Dinner, Graham Jarvis sudah naik satu tingkat ke posisi ketiga. Tidak lama kemudian Jarvis menunjukkan tajinya di Carl’s Dinner yang penuh dengan bebatuan besar. Di sini Jarvis sudah mampu bertengger di posisi pertama. Perebutan posisi ketiga saat section Carl’s Dinner dipanaskan oleh dua rider Sherco Wade Young dan Mario Roman. Namun keunggulan 1 menit Mario Roman atas Wade Young membuat rider asal Spanyol ini keluar dari Carl’s Dinner dengan tetap bertengger di posisi ketiga.

Pada check point 20, Graham Jarvis sebenarnya sudah unggul lebih dari 6 menit dibandingkan dengan rider yang ada di posisi kedua. Tapi sayangnya section Green Hell yang punya tanjakan super ekstrem, tanah gembur, dan berliku membuat Jarvis tertahan cukup lama hingga akhirnya Manuel Lettenbichler kembali bergabung dengannya. Manni tampil impresif di Green Hell, meskipun demikian dengan pengalaman segudang Jarvis bisa lolos lebih dulu. Mereka berdua kemudian saling bersaing cukup ketat di section Dynamite dan Lazy Noon. Namun skill, pengalaman, dan determinasi yang ditampilkan oleh Jarvis gagal dibendung oleh Manni. Jarvis pun mengoleksi gelar juara ErzbergRodeo untuk kelima kalinya.

“Ini merupakan kemenangan paling penting dalam karirku. Aku sempat ragu dengan diriku sendiri tapi kemudian aku bekerja sangat keras dan aku mendapatkan feeling yang luar biasa. Aku tetap fokus sehingga itu menjadi kunci. Aku mendapatkan sedikit keunggulan tapi kemudian aku melihat Manni sudah berada di Green Hell dan aku tetap berusaha tenang. Akan tetapi yang paling penting buatku adalah mendapatkan kemenagan kelima, setara dengan rekor yang dicatatkan oleh Taddy,” kata Jarvis.

Sementara itu, Manuel Lettenbichler mengaku sudah cukup puas menyentuh garis finish di posisi kedua. Anak dari Andreas Lettenbichler itu untuk kedua kalinya meraih podium di ErzbergRodeo. Tahun lalu Manni masuk podium ketiga dan tahun ini dia berada satu tingkat lebih tinggi di podium kedua. Capaian ini sekaligus membuat Manni untuk sementara waktu memimpin klasemen sementara WESS 2019. Dengan sisa lima balapan lagi, Manni memang cukup berpotensi mendapatkan gelar juara WESS 2019 asalkan penampilannya konsisten terutama di event-event Extreme Enduro yang masih tersisa tiga seri lagi, sedangkan dua event lainnya masuk ke dalam kategori Cross-Country dan Classic Enduro.

“Penampilanku nyaris sempurna pada separuh pertama balapan. Aku bersaing ketat dengan Jonny Walker dan membuat sedikit kesalahan ketika berada di hutan. Kemudian aku masuk ke Carl’s Dinner dan aku melihat di belakang ada rider nomor satu (Jarvis) telah datang. Sayangnya aku tidak bisa mengimbangi kecepatannya. Aku memperkirakan bisa kembali memimpin dan aku melihat Jarvis di Green Hell. Aku menggeber motor dengan baik di tanjakan tapi tetap tidak memungkinkan mendahuluinya. Jadi ya seperti ini dan aku senang finish kedua,” ungkap Manni.

Advertisements