• Home »
  • Article »
  • Gas Gas ECRanger 300 Segera Masuk Indonesia, Harga Di Bawah Rp 100 Juta!

Gas Gas ECRanger 300 Segera Masuk Indonesia, Harga Di Bawah Rp 100 Juta!

Pabrikan motor off-road asal Spanyol, Gas Gas, memang punya dua kelas motor enduro. Kelas pertama yang mengedepankan performa dan sangat siap dipakai berkompetisi antara lain EC 250 dan EC 300 2-tak serta yang paling tinggi grade-nya adalah EnduroGP 250 dan EnduroGP 300 2-tak. Tapi selain itu, Gas Gas juga punya deretan motor enduro yang lebih mengedepankan value/harga. Model ini antara lain diisi oleh ECRanger 200 dan ECRanger 300 yang juga pakai mesin 2-tak. Kabar bagusnya adalah motor enduro paling murah dari Gas Gas ini bakal masuk ke Indonesia!

Di Indonesia distributor resmi Gas Gas dipegang oleh Dr. No Offroad Industries. Perusahaan yang sama juga menjadi distributor resmi dirt bike Yamaha dan GPX Moto. Menurut informasi dari Bos Dr. No Offroad Industries, Om Dechamps Arnaud via akun Instagram, disebutkan bahwa motor enduro murah Gas Gas ECRanger akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Nggak semua varian masuk, melainkan hanya ECRanger 300 yang dijual di Indonesia, sedangkan yang ECRanger 200 nggak…

Sebagai motor yang diposisikan dengan bandrol harga lebih murah, ECRanger 300 sebenarnya memiliki garis desain dan penampilan yang cukup identik dengan versi mahal EC 300. Bahkan basis mesinnya pun kalau nggak salah sama. Hanya saja pada ECRanger 300 mesin di-downgrade dengan penggantian cylinder dan cylinder head yang membuat kompresi mesin menjadi lebih rendah, settingan CDI yang berbeda, dan menggunakan knalpot buatan Tecnigas, bukan FMF seperti pada EC 300. Hasilnya power ECRanger 300 jauh lebih kalem, power delivery lebih smooth, dan konon kabarnya sekalipun gas dibuka dalam-dalam yang membuat mesin melengking kencang tenaganya tetap dibatasi. Nggak heran kalau Gas Gas menyebut ECRanger lebih cocok buat fun off-road, bukan untuk kompetisi, karena semuanya serba under control yang cocok dipakai oleh rider pemula sekalipun.

Kemudahan ECRanger bagi rider-rider pemula yang minim pengalaman nggak cuma terletak di sektor mesin. Kenapa? Karena daya manuver ECRanger tergolong sangat bagus. Kemudian ketinggian joknya pun lebih bersahabat. Menurut informasi dari Gas Gas, ECRanger punya ketinggian jok yang lebih rendah 40 mm dibandingkan dengan EC. Hal ini bisa dilakukan setelah Gas Gas mendesain ulang bagian suspensi EC agar bisa terpasang dengan baik di ECRanger. Bukan rahasia lagi, kebanyakan penyemplak motor trail Eropa, khususnya rider asal Indonesia, sering kali bermasalah dengan ketinggian jok. Tapi ECRanger ini memberikan solusi bagi permasalahan itu.

Meskipun ECRanger bisa dikatakan sebagai versi downgrade dari EC, tapi nyatanya Gas Gas tetap memasang banyak komponen unggulan kok. Suspensi depan tetap mengandalan Kayaba 46 mm yang bisa disetel kompresi dan rebound-nya. Suspensi belakang mono shock dengan linkage juga buatan Kayaba dengan setelah preload dan rebound. Suspensi ini mirip dengan yang terpasang di EC, kalaupun ada itu terletak di panjang suspensi. Untuk sistem pengereman, Gas Gas menggunakan cakram buatan NG sedangkan kaliper dan piston rem dikembangkan khusus oleh Braktec untuk ECRanger. Rantai menggunakan merek Regina, lalu rim disuplai oleh Excel yang dipadu oleh ban bermerek Vee Rubber 18-21 inch. Soal penampilan, ECRanger cukup identik dengan EC. Beda paling mencolok terletak di skema warna, di mana ECRanger dominan warna putih sedangkan EC dominan warna merah.

Nah… Selentingan kabar yang dihembuskan oleh Om Arnaud adalah ECRanger 300 akan dijual di Indonesia dengan harga nggak sampai Rp 100 juta. Persisnya di angka Rp 99 juta off the road. Bisa dibilang harga ini cukup fenomenal mengingat jarang ada brand Eropa, apalagi brand yang cukup ternama, menjual motor enduro di Indonesia (setidaknya pada tahun 2019 ini) dengan bandrol harga nggak sampai Rp 100 juta. Kebanyakan pasti di atas Rp 100 juta, bahkan lebih dominan Rp 150 juta ke atas. Dengan bandrol segitu, rasanya ECRanger 300 bisa bersaing dengan mudah melawan Honda CRF250F yang dimasukkan oleh importir umum (bukan distributor resmi). Menurut saya ECRanger tergolong sebagai motor yang cocok dipakai oleh kebanyakan rider Indonesia yang bermain off-road hanya untuk hobi, bukan untuk kompetisi, sehingga butuh motor yang tenaganya bersahabat, ketinggian jok bersahabat, enteng, dan harganya pun relatif bersahabat.

Spesifikasi Gas Gas ECRanger 300:

  • Mesin: Satu silinder, 2-tak, berpendingin udara
  • Kapasitas mesin: 299,3 cc
  • Bore x stroke: 72,0 mm x 72,0 mm
  • Sterter: Elektrik
  • Pengapian: Elektronik – Euro 4
  • Gearbox: Manual 6-speed
  • Kopling: Basah, multi-disc, pompa kopling Magura
  • Sistem intake: Direct reed valve VForce 4
  • Knalpot: Tecnigas 2.0 – Gas Gas
  • Bodywork: Plastik yang tidak bisa pecah
  • Frame: Central tube backbone, bahan chromoly
  • Sub-frame: Aluminium
  • Swing arm: Aluminium dengan linkage
  • Suspensi depan: Kayaba 46 mm, open cartridge
  • Travel suspensi depan: 270 mm
  • Suspensi belakang: Kayaba mono shock
  • Travel suspensi belakang: 119 mm
  • Ban depan: Vee Rubber 90/90-21, rim Excel 1.60
  • Ban belakang: Vee Rubber 120/90-18, rim Excel 2.15
  • Rem depan: Kaliper Braktec, NG Disk 260 mm
  • Rem belakang: Kaliper Braktec, NG Disk 220 mm
  • Kapasitas tangki BBM: 9,8 liter
  • Bobot kering: 108 kg
  • Wheelbase: 1.480 mm
  • Ketinggian jok: 940 mm

Advertisements