• Home »
  • Article »
  • SND Luncurkan Motor Trail 2-Tak TMX 85 dan TMX 105, Harga Rp 30 Jutaan

SND Luncurkan Motor Trail 2-Tak TMX 85 dan TMX 105, Harga Rp 30 Jutaan

Tim balap yang sekaligus merangkap sebagai brand apparel, brand racing parts, dan brand aksesoris motor asal Indonesia, SND, baru-baru ini meluncurkan motor trail 2-tak dengan bobot yang sangat enteng dan tenaga beringas. Dua motor itu adalah TMX 85 dan TMX 105 yang secara desain keduanya sama persis dengan fitur yang juga sama. Perbedaan mencolok hanya terletak di sektor mesin, di mana TMX 85 menggunakan mesin 2-tak 85 cc sedangkan TMX 105 sesuai dengan namanya pakai mesin 2-tak 105 cc. Baik TMX 85 maupun TMX 105 dijual dengan bandrol harga Rp 30 jutaan off the road.

Menurut saya TMX 85 dan TMX 105 lebih cocok bermain di segmen motor motocross dan grass track, terutama kelas pemula (anak-anak menuju dewasa) mengingat spesifikasi motor yang konon kabarnya buatan Taiwan ini punya potensi bersaing melawan Kawasaki KX85 dan Kawasaki KX100. Desainnya tergolong sangat ringkas dan mungil, tapi punya seat height yang lumayan tinggi. Motor ini nggak memiliki lampu-lampu sehingga brondolan khas motor buat balap motocross dan grass track lengkap dengan ban ring 16-19 inch. Ini juga menjadi indikasi bahwa target market TMX 85 dan TMX 105 bukan untuk rider dewasa karena nggak pakai ban full size 18-21 inch (enduro) atau 19-21 inch (motocross).

Soal tenaga mesin sih nggak perlu diragukan, TMX 85 dan TMX 105 punya tenaga yang sangat galak khas motor 2-tak. Apalagi mesin 85 cc dan 105 cc ini sudah dilengkapi dengan sistem pendingin radiator yang membuat mesin tetap adem meskipun digeber habis-habisan dalam waktu lama. Suspensinya tergolong oke lantaran di bagian depan pakai suspensi upside down buatan Fastace, sedangkan suspensi belakang mono shock juga dari Fastace. Fastace sendiri banyak dipakai oleh motor-motor trail premium lokal atau China. Bisa dibilang trail lokal/China kasta tinggi lah. Sebut saja Viar Cross X 250 SF, Gasgaz GE 250, dan GPX Moto TSE250R/FSE250R/FSE250E semuanya pakai suspensi Fastace.

Gimana kalau buat off-road atau trabasan mas? Ya tentu bisa saja. Tapi saya nggak cukup yakin TMX 85 dan TMX 105 nyaman buat trabasan. Buat open track keduanya jelas sangat kencang, payahnya saat dipakai hill climb. Saya sih belum pernah coba TMX 85/105 ya. Namun pernah coba pakai KX85 buat trabasan. Saat melibas open track sangat ganas. Kapanpun membuka gas si motor langsung melesat kencang. Sayangnya motor (case KX85) yang pendek, menggunakan ban kecil, dan tenaga yang begitu buas justru membuat motor sangat susah diajak nanjak. Ban selalu over spin sehingga membuat handling motor begitu sulit. Nggak tahu deh TMX 85/105 begitu juga atau nggak.

Nah… Di pasaran TMX 85/105 bersaing langsung dengan motor lokal lainnya Diablo 105x yang sepertinya menggunakan mesin yang sama dengan TMX 105. Tenaga motor juga sama-sama sekitar 30-an HP. Bagaimana dengan harga? Lagi-lagi TMX 85/105 harganya mirip-mirip dengan Diablo 105x di angka Rp 30 jutaan. Paling nggak SND TMX 85/105 menjadi alternatif bagi konsumen yang pengen motor 2-tak untuk motocross dan grasstrack tapi nggak semahal KX85/KX100. Dan saya sih berharap SND mau membangun motor trail 2-tak full size untuk rider dewasa yang fokus buat off-road/enduro/trabas. Kapasitas mesin cukup 125 cc yang dipadukan dengan frame full size, suspensi full size, dan juga ban full size (18-21 inch). Ini bisa jadi alternatif bagi konsumen yang pengen beli Yamaha YZ125X, KTM 125 EXC, atau Husqvarna TE 125 tapi nggak kesampaian duitnya.

Advertisements