KMI Rilis KLX230 & KLX230R, AHM Bisa Hantam dengan CRF250F

PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) secara resmi telah meluncurkan dua motor trail baru yaitu KLX230 yang legal dipakai di jalan raya dan KLX230R yang tergolong sebagai motor off-road tulen. Keduanya diproduksi di Indonesia dan dijual dengan harga yang sangat manis. Secara normal KLX230 standar dibandrol sekitar Rp 42 jutaan on the road Jakarta, sedangkan KLX230R bandrol harganya Rp 48,9 juta off the road. Kemungkinan besar KLX230 dan KLX230R bakal sukses di pasaran karena memang bandrol harganya pas!

Nah, sebenarnya kalau ada pabrikan motor lain yang pengen masuk ke segmen yang sama, PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) juga bisa. Tapi melihat agresivitas dari dua pabrikan itu, yang berpeluang lebih besar adalah AHM. Pakai motor apa mas? Tentu saja CRF250F! Secara spesifikasi CRF250F sangat pas dipertarungkan dengan KLX230/KLX230R karena sama-sama mengusung mesin yang sederhana berupa SOHC, 4-tak, 2-klep, dan berpendingin udara. Kemudian sistem pembakaran sama-sama injeksi dan suspensi depan sama-sama teleskopik. Jadi memang keduanya sekelas. Bedanya CRF250F sedikit unggul di kapasitas mesin.

Nggak bisa dipungkiri sekarang ini basis produksi CRF250F berada di Brazil. AHM bisa menjual motor ini dengan skema impor utuh (CBU) dari Brazil. Ya harga pasti lebih mahal daripada KLX230/KLX230R yang diproduksi di Indonesia, namun paling nggak masih lebih murah dibandingkan dengan CRF250F yang dimasukkan oleh importir umum dengan bandrol Rp 100 juta. Sekedar informasi buat temen-temen, di negara asalnya Brazil, CRF250F dijual dengan harga sekitar Rp 56 juta, di Amerika Serikat harganya sekitar Rp 60 jutaan, dan di Australia juga sama Rp 60 jutaan. Kalau AHM CBU harusnya sih masih bisa setup harga di bawah importir umum. Angka Rp 70 jutaan rasanya masih oke.

Apa bisa lebih murah lagi? Tentu bisa pakai skema impor terurai (CKD). Jadi masuk ke Indonesia dalam bentuk komponen, bukan motor utuh. Biasanya bea masuk impor dan biaya-biaya lain CKD bisa lebih murah dibandingkan dengan CBU. Apalagi kalau sejumlah komponen seperti ban dan komponen lain yang memungkinkan mengambil dari vendor lokal. Kalau motor CBU atau CKD ini sudah bisa diterima dengan baik oleh market, AHM bisa mengajukan diri memproduksi lokal CRF250F di Indonesia. Tentu dengan desain dan taste dari AHM. Sudah banyak contoh kasus AHM menjual motor CBU dulu baru memproduksi lokal. Contohnya CBR150R, CBR250R (versi lokal menjadi CBR250RR), dan PCX150. Saat diproduksi lokal, saya cukup optimis hargan CRF250F bisa mepet dengan KLX230/KLX230R. Oh ya, secara natural KLX230/KLX230R bakal baku hantam dengan CRF250F, tapi itu di pasar global seperti Benua Amerika, Australia, Eropa, dan beberapa negara lain di Asia. Soalnya walaupun diproduksi di Indonesia, KLX230/KLX230R itu produk global yang diekspor ke berbagai macam negara di dunia. Di Indonesia mereka belum baku hantam sengit lantaran harga CRF250F di tangan importir umum sangat mahal, dua kali lipat harga KLX230R.

Advertisements