Review: Begini Rasanya Geber KLX230 Langsung di Medan Off-Road

Saya beruntung karena seminggu yang lalu mendapatkan pinjaman satu unit motor Kawasaki KLX230 dari PT Sumber Trada Motor (Kawasaki Lampung) untuk dites. Beruntungnya lagi adalah pihak Kawasaki Lampung meminta saya untuk mengetes KLX230 langsung ke medan off-road. Kebetulan pada 24 Agustus 2019 yang lalu ada event Gisting 360 Adventure Trail 2019 di Gisting, Kabupaten Tanggamus. Saya pun menggelandang KLX230 ini ke Gisting untuk dites langsung di jalur off-road agar bisa mengetahui bagaimana potensi dari motor ini. Terus gimana impresi menggeber KLX230 di jalur off-road mas?

Unit yang dipinjamkan oleh Kawasaki Lampung ke saya boleh dibilang unit yang masih sangat baru. Jarak tempuh motor ini baru 200 km. Semuanya masih dalam kondisi standar. Jadi saya benar-benar menggeber KLX230 di Gisting 360 Adventure Trail 2019 dalam kondisi motor yang semuanya masih standar tingi-ting. Mesin standar, knalpot masih pakai knalpot bawaan motor, dan bahkan ban pun masih pakai ban standar IRC GP-22R dan IRC GP-21F yang bertipe dual purpose, bukan ban off-road tulen. Sebenarnya ini tantangan juga karena mesti bawa motor dengan ban dual purpose ke medan hard enduro. Paling-paling saya hanya melepas rear fender yang sekaligus plate holder, kaca spion, dan winker untuk meminimalisir kerusakan seandainya motor terjatuh.

Berdasarkan spesifikasi, KLX230 yang aslinya diciptakan sebagai motor dual sport ini punya power 18,7 HP di putaran mesin 7.600 rpm dan torsi sebesar 19,8 Nm di putaran mesin 6.100 rpm. Angka ini tergolong jauh lebih tinggi dibandingkan dengan KLX150 dan sudah sangat ideal buat main off-road. Dari data spec juga diketahui bobot KLX230 tembus 132 kg. Jauh lebih berat daripada KLX150 BF yang hanya 117-118 kg. Mendengar angka 132 kg jelas bikin banyak off-roader merinding. Tapi daripada berspekulasi mending langsung dicoba saja bagaimana rasanya menggeber si kebo di jalur off-road.

Impresi pertama ketika saya nunggang motor ini dalam kondisi statis memang terasa lebih berat daripada KLX150. Tapi beruntung dimensi KLX230 nggak terlalu beda jauh dengan KLX150. KLX230 hanya sedikit lebih tinggi sehingga bobotnya yang lumayan itu nggak terlalu mengintimidasi. Nah, begitu dibawa masuk ke jalur off-road sangat terasa KLX230 punya potensi power dan torsi yang besar. Berbagai macam handicap bisa ditaklukkan dengan mudah. Tanjakan-tanjakan tinggi pun dilahap dengan enteng tanpa ada gejala kedodoran. Mau gigi 1, gigi 2, atau gigi 3 tenaganya terus ngisi. Uniknya tenaga dan torsi itu disalurkan dengan sangat smooth. Karakter penyaluran tenaga nggak galak sama sekali. Halus tapi ngisi terus. Beda dengan motor off-road tulen yang penyaluran tenaga dan torsinya lebih meledak-ledak. Ya meskipun nggak bisa dipungkiri di tanjakan yang sangat tegak dan tinggi gigi 2-nya masih agak kurang greget, tapi ini wajar mengingat knalpotnya masih standar dengan aliran gas buang yang mampet dan suara nyaris tidak terdengar. Saya optimis begitu diganti dengan knalpot free flow, penyaluran tenaga dan torsi KLX230 bisa menjadi lebih liar dan lebih galak lagi untuk uphill.

Gimana dengan handlingnya mas? Yups, karena dimensi KLX230 nggak terlalu jauh berbeda dengan KLX150, maka feel yang saya rasakan adalah handling KLX230 tergolong lincah dan ringan. Mirip lah dengan KLX150. Nggak terasa kalau bobotnya tembus 132 kg. Apalagi bentuk sasis dan suspensi yang masih teleskopik mirip dengan KLX150L lawas punya saya. Jadi kelincahan dan kenyamanan riding KLX230 kurang lebih sama dengan KLX150 plus power dan torsi yang jauh lebih melimpah-ruah. Suspensi KLX230 pun bisa meredam getaran dengan sangat baik. Khusus buat suspensi depan saya acungi jempol. Buat saya tingkat kekerasannya pas. Nggak terlalu keras dan nggak terlalu empuk. Sedangkan setelan standar suspensi belakang KLX230 buat saya masih terlalu empuk. Tapi kayaknya masih bisa dibikin lebih keras lagi dengan memutar setelan spring di bagian bawah suspensi.

Minus yang paling kerasa saat menggunakan KLX230 standar buat off-road tentunya ada di sektor ban. Ban standar dual purpose memang kurang layak dipakai di medan hard enduro. Terlalu banyak slide dan rawan terjatuh. Ya meskipun saya bisa menyelesaikan jalur Gisting 360 Adventure Trail 2019 tanpa terjatuh, tapi butuh effort lebih untuk mengendalikan motor. Uniknya yang saya alami adalah slide lebih banyak pada ban depan daripada ban belakang. Nah dalam kondisi motor slide, miring, atau hampir terjatuh baru terasa kalau bobot KLX230 itu memang berat. Butuh tenaga lebih di kaki untuk menahan motor biar nggak jatuh. Ban standar KLX230 buat off-road di jalur kering saja nggak nyaman, apalagi buat di jalur basah musim hujan, saya nggak yakin bisa survive. So, buat temen-temen yang mau pakai KLX230 buat off-road ya wajib hukumnya langsung ganti ban. Kemudian sisi yang kurang nyaman lainnya adalah raungan mesin dalam kondisi idle terlalu tinggi alias kurang langsam. Masalah ini juga dikeluhkan oleh sejumlah followers Instagram @adventuriderz yang sudah punya unit KLX230. Sepertinya perlu setel ulang ECU ke bengkel resmi ya.

Kesimpulan saya adalah KLX230 punya potensi yang menarik buat dipakai off-road. Power dan torsi mesin sudah sangat mumpuni bahkan dalam kondisi standar tanpa ubahan apapun sekalipun. Ibaratnya beli KLX230 plus ganti ban sudah bisa dipakai off-road hingga ke tingkat kesulitan medium. Kalau pengen lebih joss dan main lebih ekstrem ya perlu ganti knalpot free flow biar jambakan mesin lebih nampol lagi. Paket frame, suspensi, dimensi, dan handling yang semuanya serba pas seolah-olah bisa menutupi bobot KLX230 yang relatif berat. Menurut saya nggak perlu banyak PR agar KLX230 bisa dipakai dengan nyaman di medan off-road. Beda dengan KLX150 yang PR-nya banyak banget, terutama di sektor mesin. Jadi ya KLX230 ini adalah jawaban dari banyaknya keluhan konsumen yang menilai KLX150 terlalu letoy. Geng ijo jenius bikin motor baru yang secara handling dan kenyamanan seperti KLX150 namun dengan power dan torsi yang jauh lebih besar. Dan yang lebih menarik lagi harga yang ditawarkan untuk KLX230 juga masih sangat rasional.

Oh ya buat temen-temen di Lampung yang tertarik beli KLX230 series, motor-motor ini sudah tersedia di showroom resmi Kawasaki Lampung (PT Sumber Trada Motor). KLX230 dibandrol dengan harga Rp 44,4 juta on the road Lampung, sedangkan KLX230 Special Edition yang sudah dilengkapi dengan berbagai macam akesoris seperti stang fatbar, riser tinggi, hand guard, frame guard, dan skid plate harganya Rp 47 juta on the road Lampung. Beda antara KLX230 dan KLX230 Special Edition cuma di aksesoris itu aja sih. Buat temen-temen di luar Lampung bisa cek daftar harga KLX230 dan KLX230 SE di seluruh wilayah Indonesia berikut ini.

Advertisements