[Tips] 4 Komponen yang Perlu Diganti Agar KLX230 Enak Buat Off-Road

Setelah menggeber Kawasaki KLX230 yang masih standar ting-ting di jalur off-road Gisting 360 Adventure Trail 2019, saya bisa merasakan betul motor ini punya potensi bisa diajak bersenang-senang di jalur off-road. Kenapa? Pertama soal mesin, di mana KLX230 yang mengusung mesin 233 cc SOHC 2-valve berpendingin udara ini menurut saya sudah cukup memuaskan meskipun dalam kondisi standar tanpa oprekan apapun. Kedua, kombinasi antara sasis dan suspensi yang nyaman serta dimensi yang ringkas membuat KLX230 terasa sangat lincah sehingga menutupi bobot motor yang sebenarnya tembus 132 kg. Ketika menggeber KLX230 saya malah merasa seperti sedang nunggang KLX150 dengan tambahan power dan torsi. Maknyusss pokoknya! Review lengkap KLX230 bisa temen-temen baca di artikel sebelumnya ya!

Akan tetapi menurut saya tetap ada sejumlah bagian dari motor yang perlu diganti agar KLX230 lebih mantap lagi buat off-road. Apa saja mas? Komponen pertama tentu saja adalah ban. Ini sudah sangat wajib hukumnya karena ban standar KLX230 adalah ban dual purpose yang kembangannya rapat dan ditujukan untuk on-road dan off-road sekaligus. Walaupun saya bisa melibas jalur Gisting 360 Adventure Trail 2019 dengan ban standar tapi memang terlalu riskan. Saya sangat banyak mengalami slide baik pada ban depan maupun ban belakang yang membuat nyaris terjatuh. Oh ya ketika mengganti ban jangan lupa pasang stopper atau rim lock.

Nah, komponen kedua yang menurut saya perlu diganti adalah knalpot. Knalpot standar KLX230 itu berukuran jumbo karena di dalamnya berisi catalytic converter agar comply dengan standar regulasi emisi terbaru. Bukan cuma Euro 3, melainkan lolos hingga Euro 4. Imbasnya meskipun tenaga dan torsi tetap ngisi di sepanjang jalur, tapi rasanya masih kurang plong alias mampet. Saya optimis kalau knalpotnya diganti model free flow bisa membuat KLX230 menjadi jauh lebih galak sehingga kita bisa mengeksplor power dan torsi motor secara maksimal. Selain itu, mengganti knalpot standar dengan knalpot free flow yang lebih ringkas bisa menurunkan bobot motor sekitar 4-5 kg.

Lanjut ke komponen ketiga yang perlu diganti menurut saya pada bagian clutch spring atau per kopling. Seperti biasa kampas kopling standar tergolong lembek. Memang karakter seperti ini sangat nyaman ketika motor dipakai di perkotaan atau sebagai kendaraan harian karena nggak bikin tangan cepat pegal. Tapi kalau buat off-road menurut saya perlu per kopling yang lebih keras agar tendangan power dan torsi bisa lebih instant. Ini juga berguna agar kita nggak terlalu banyak main setengah kopling ketika berhenti di tanjakan yang untungnya membuat kampas kopling lebih awet.

Komponen terakhir yang menurut saya perlu diganti adalah stang plus pasang peninggi stang (raiser). Ini buat saya ya, stang standar kurang tinggi dan kurang lebar yang membuat handling kurang mantap. Apalagi stang standar biasanya sangat empuk. Jatuh sedikit udah bengkok nggak karuan. Di pasaran banyak banget stang-stang berkualitas tinggi seperti Renthal, ProTaper, Neken, dan Tag Metals. Yang harga menengah ada merek-merek Expedition atau TDR. Tinggal pilih sesuai dengan selera dan isi kantong.

Itu tadi sejumlah komponen KLX230 yang perlu diganti biar lebih nyaman buat off-road versi saya. Versi temen-temen mungkin berbeda karena semuanya tergantung dari selera dan budget. Namun kalau budget terbatas sebenarnya ganti ban off-road tulen yang harganya sepasang kurang dari Rp 1 juta dan pasang rim lock sekitar Rp 150.000 kita sudah bisa bersenang-senang pakai KLX230 di jalur off-road hingga tingkat kesulitan medium. Toh mesin dan knalpot standar sudah lumayan mumpuni kok.

Advertisements