• Home »
  • Article »
  • Manuel Lettenbichler Bermimpi Menjadi “The Ultimate Enduro Champion”

Manuel Lettenbichler Bermimpi Menjadi “The Ultimate Enduro Champion”

Guys… Saya baru saja mendapatkan press release dari penyelenggara World Enduro Super Series (WESS), di mana mereka baru saja melakukan wawancara dengan Manuel Lettenbichler, pembalap yang baru saja memenangkan ronde kelima WESS yaitu Red Bull Romaniacs sekaligus pimpinan klasemen sementara WESS 2019. Dalam wawancara itu Manuel Lettenbichler mengaku ngebet untuk bisa mendapatkan gelar sebagai The Ultimate Enduro World Champion alias pembalap enduro terbaik sejagat!

Kompetisi WESS sendiri sebenarnya baru berjalan dua tahun. Tapi satu hal yang unik dari WESS adalah kompetisi ini mempertandingkan berbagai macam disiplin balap enduro dalam satu musim. Para pembalap akan mendapatkan poin di setiap seri balapan dengan poin tertinggi 1.000. Pembalap yang mengumpulkan poin paling banyak hingga akhir musim berarti memenangkan kompetisi WESS dan mendapatkan predikat sebagai The Ultimate Enduro World Champion.

Untuk kompetisi WESS 2019 terdiri dari delapan seri, antara lain Extreme XL Lagares – Portugal (hard enduro), Trefle Lozerien AMV – Perancis (classic enduro), ErzbergRodeo – Austria (hard enduro), Hixpania – Spanyol (hard enduro), Red Bull Romaniacs – Romania (hard enduro), Hawkstone Park Cross Country – Inggris (cross-country), BR2 Enduro Solsona – Spanyol (classic enduro), dan GetzenRodeo – Jerman (hard enduro). Sebanyak lima ronde telah terlewati sehingga WESS 2019 tinggal menyisakan tiga ronde lagi yang terdiri dari balapan cross-country, classic enduro, dan hard enduro.

Dalam rilis yang saya terima, Manuel Lettenbichler mengaku sedang mamiliki motivasi yang sangat tinggi setelah berhasil mendapatkan kemenangan di Red Bull Romaniacs. Kemenangan itu semakin istimewa karena bisa mengulang sejarah kemenangan yang didapatkan oleh ayahnya, Andreas Lettenbichler, di Red Bull Romaniacs 10 tahun yang lalu. Otomatis Lettenbichler menjadi keluarga pertama yang sukses memenangkan Red Bull Romaniacs. Apalagi Manuel Lettenbichler masuk ke dalam sejarah sebagai pemenang paling muda Red Bull Romaniacs dengan usia 21 tahun tiga bulan dan empat hari.

Performa yang sedang sangat moncer plus motivasi tinggi itu ingin diteruskan oleh Manuel Lettenbichler pada tiga ronde yang masih tersisa. Hawkstone Park Cross Country dan BR2 Enduro Solsona mungkin bukan disiplin balap enduro yang cocok bagi Manni. Doi lebih senang pada disiplin balap hard enduro. Meskipun demikian, Manni sudah mempersiapkan berbagai macam strategi agar bisa meraih hasil yang bagus di Inggris dan Spanyol. Manni memang nggak menargetkan menang di Hawkstone Park dan BR2 Enduro Solsona, tapi paling nggak doi pengen dapat poin yang bagus sebelum menargetkan poin maksimal pada seri pamungkas di GetzenRodeo yang bergenre hard enduro.

“Kami punya tiga ronde yang masih tersisa dan bagaimanapun semuanya bisa berubah karena cross-country dan classic enduro bukanlah disiplin balapku. Tetapi aku telah bekerja keras untuk meningkatkan kemampuanku dan siap menghadapi Hawkstone Park Cross Country. Target utamaku di Hawkstone Park Cross Country adalah mencoba menggeber motor selembut mungkin dan berusaha agar tidak terlalu banyak crash. Aku melakukan sejumlah kesalahan bodoh pada lap pembuka musim lalu yang membuat aku membuang banyak waktu, energi, dan posisi selama balapan berlangsung. Jadi aku akan mencoba dengan start yang bagus, menemukan ritme yang bagus dari awal dan menggeber motor lebih smart sepanjang jalannya balapan. Jika aku bisa melakukannya, aku bisa mendapatkan hasil yang lebih bagus daripada tahun lalu. Andai bisa memenangkan WESS 2019 tentu luar biasa. Kompetisi ini baru berjalan selama dua tahun, tapi semakin besar. Aku runner-up tahun lalu di bawah Billy Bolt dan sekarang dengan tiga ronde yang tersisa aku berada di puncak klasemen sementara. Jelas masih banyak balapan yang masih harus dilakukan dan apapun bisa terjadi, namun aku sangat berharap bisa menjadi juara,” ungkap Manni.

Advertisements