Lineup Motor Off-Road KMI Semakin Lengkap Kalau Mau Jualan KLX300R

Dalam waktu beberapa tahun terakhir Kawasaki Motor Indonesia (KMI) beserta dengan jaringan dealernya mulai membuka diri dan mau berjualan motor off-road tulen. Perlu saya garis bawahi, motor off-road ya, bukan motor motocross. Kalau motocross KX series KMI memang sudah lama berjualan walaupun penjualannya lebih banyak dimonopoli oleh Kawasaki Greentech – Riau. Nggak semua jaringan dealer Kawasaki di Indonesia jualan KX series mulai dari KX65, KX85, KX100, KX125, KX250F, sampai dengan KX450F. Tapi untuk lineup motor off-road, sekarang ini tersedia di hampir seluruh jaringan dealer Kawasaki!

KMI mulai bermain motor off-road melalui New KLX atau namanya di luar sana adalah KLX140G. KLX140G menggunakan basis yang cukup mirip dengan KLX150 dual sport namun dengan segudang perbedaan, mulai dari perbedaan gearbox mesin, suspensi, swing arm aluminium, tangki plastik, final gear ratio, ban off-road tulen, bodywork, dan masih banyak lagi yang lain. Belum lagi bobot KLX140G jauh lebih enteng, nggak sampai 100 kg. Intinya KLX140G adalah motor off-road tulen yang benar-benar siap dipakai buat off-road begitu keluar dari dealer. Motor ini didatangkan oleh KMI melalui skema impor utuh (CBU) dari Thailand, kemudian di sini dijual dengan harga sekitar Rp 36 jutaan off the road tanpa surat-surat.

Motor off-road kedua yang dijual oleh KMI di Indonesia adalah KLX230R. Bisa dibilang KLX230R merupakan versi off-road dari motor dual sport KLX230. Lagi-lagi KLX230R menggunakan basis yang cukup mirip dengan KLX230 standar yang notabene motor trail jalan raya. Hanya saja KLX230R nggak dilengkapi dengan lampu-lampu, tanpa konsol speedometer, tanpa kaca spion, dan berbagai macam kelengkapan standar motor jalan raya lainnya. Murni motor trail brondolan yang siap bertarung di medan off-road. Kemudian KLX230R pakai ban off-road tulen, swing arm aluminium, tangki bahan bakar plastik yang lebih ringan, komponen suspensi yang berbeda dengan karakter lebih stiff, dan sejumlah perbedaan lain yang membuat KLX230R menjadi motor yang siap off-road begitu keluar dari dealer. Berbeda dengan KLX140G yang diproduksi di Thailand, KLX230R bersama dengan KLX230 justru diproduksi secara lokal di Indonesia. Maka nggak heran kalau di Indonesia pesaing dari Honda CRF230F/CRF250F dan Yamaha TT-R230 ini punya harga paling value dibandingkan dengan kompetitornya. KLX230R harganya cuma Rp 48,9 juta off the road Jakarta. Di wilayah lain mungkin harganya akan berbeda tapi nggak terlalu jauh selisihnya.

So, sejauh ini KMI baru menjual dua motor off-road tulen di Indonesia (KLX140G & KLX230R) yang juga disebarkan di hampir seluruh jaringan dealer Kawasaki, bukan eksklusif di dealer-dealer tertentu saja. Tapi kalau KMI pengen nambah lineup motor off-road, di pasar global masih ada satu model lagi. Apa lagi kalau bukan KLX300R! Kawasaki sendiri mengklaim bahwa KLX300R adalah all new bike atau motor yang benar-benar baru. Namun buat saya lagi-lagi KLX300R hanyalah pengembangan dari motor dual sport KLX250S. Kenapa? Karena frame hingga suspensi KLX300R terlihat sangat mirip dengan KLX250S. Kemungkinan settingan suspensinya dibuat berbeda. Lazimnya setelan suspensi motor off-road itu lebih keras daripada motor dual sport. Lalu penampilan mesin keduanya juga identik, sama-sama pakai mesin DOHC berpendingin cairan. Bisa jadi Kawasaki memang menggunakan basis mesin yang sama dengan KLX250S, kemudian menaikkan kapasitasnya menjadi 292 cc. KLX300R sudah dibekali dengan ban off-road tulen dan nggak dilengkapi dengan lampu-lampu maupun standar kelengkapan motor jalan raya lainnya. Artinya ya KLX300R pure motor off-road.

Misal KMI ingin menambah daftar motor off-road yang dijual di Indonesia, maka KLX300R adalah jawaban yang tepat. Apalagi kalau harganya terjangkau. Sebagai gambaran, harga retail KLX300R di Amerika Serikat setara dengan Rp 78 juta. Motor ini diproduksi di Thailand, sama seperti KLX140G. Mestinya KLX300R di Indonesia bisa dijual lebih murah daripada di Amerika Serikat mengingat jarak Thailand – Indonesia lebih dekat daripada Thailand – Amerika Serikat yang membuat shipping cost lebih murah. Belum lagi pengiriman unit antar negara di Asean nggak dikenai bea masuk impor. Ya walaupun nggak bisa dipungkiri penentuan harga produk CBU nggak cuma dipengaruhi oleh shipping cost dan perpajakan, tapi juga biaya marketing, margin keuntungan, dan masih banyak lagi komponen lainnya. Kira-kira temen-temen tertarik nggak kalau KMI menjual KLX300R sekitar Rp 60-70 jutaan?

Advertisements