Kalau KLX230 Sukses, Bukan Mustahil AHM Terjunkan CRF250F

Sebelum pertengahan tahun 2019 kemarin PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) secara resmi meluncurkan motor trail dual sport baru bernama KLX230. Sekitar satu sampai dua bulan setelah peluncuran KLX230, KMI kemudian meluncurkan KLX230R yang merupakan motor off-road tulen dan nggak legal dipakai di jalan raya Indonesia. Baik KLX230 maupun KLX230R mengisi segmen baru yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Setidaknya di antara peperangan merek-merek Jepang ya! KLX230 dan KLX230R sekaligus mengisi celah yang masih terbuka antara motor trail 150 cc dan 250 cc, baik itu dari segi performa maupun harga.

Andai saja penjualan KLX230 dan KLX230R sukses di pasaran, bukan mustahil langkah Kawasaki ini bakal diikuti oleh pabrikan Jepang lainnya. Pabrikan motor yang paling berpeluang memberikan tandingan kepada KLX230/KLX230R adalah PT Astra Honda Motor (AHM). Maklum, AHM merupakan pabrikan motor terbesar di Indonesia. Sebagai market leader AHM punya sumber daya yang luar biasa besar, baik itu man power, fasilitas pabrik, hingga duit yang nggak bisa ditandingi oleh pabrikan lain di Indonesia. Pakai produk apa? Tentu saja CRF250F! Memang benar CRF250F sekarang ini produksinya dilakukan di Brazil oleh Honda Brazil dan dipasarkan ke berbagai penjuru dunia. Tapi sudah lazim kok AHM bisa merayu prinsipal agar bisa memproduksi motor tertentu di Indonesia meskipun motor tersebut sudah diproduksi oleh negara lain.

Yups, secara spesifikasi CRF250F memang pantas bertarung melawan KLX230/KLX230R. Kenapa? Karena CRF250F itu konsepnya juga sama dengan KLX230/KLX230R, yaitu mengusung mesin dan sasis yang sederhana. Mereka sama-sama pakai mesin SOHC, 4-tak, 2-klep, dan masih mengandalkan sistem pendingin udara. Namun keduanya sudah mengadopsi sistem pembakaran injeksi. Belum lagi jagoan Honda dan jagoan Kawasaki sama-sama pakai suspensi depan teleskopik. Jadi bisa dibilang KLX230/KLX230R dan CRF250F bisa bertarung dalam satu kelas. Keunggulan dari CRF250F adalah punya kapasitas mesin yang sedikit lebih besar (249 cc), sedangkan KLX230/KLX230R kapasitas mesinnya 233 cc.

Mungkinkah AHM menjual CRF250F di Indonesia? Peluang itu ada, tapi kita nggak tahu seberapa besar peluangnya. Asalkan penjualan KLX230 series moncer, AHM pasti mempertimbangkan masuk ke segmen ini. Sayangnya sekarang kita nggak tahu seberapa besar data distribusi motor anggota AISI, termasuk KLX230 series, karena sejak terjadi skandal pengaturan harga motor matic antara Honda dan Yamaha beberapa waktu yang lalu, data distribusi motor nggak boleh lagi dipublikasikan secara mendetail. Jangankan mendapatkan data distribusi per tipe motor setiap bulan, untuk mendapatkan data distribusi global seluruh produk yang up-to-date saja susah.

Tapi sebelum memproduksi CRF250F di Indonesia, ada baiknya AHM mulai memikirkan mengimpor utuh dulu CRF250F dari Brazil. Dari segi harga pasti nggak bakal kompetitif melawan KLX230 yang diproduksi secara lokal di Indonesia, tapi paling nggak bisa dipakai untuk melihat animo konsumen terhadap CRF250F. Kasihan juga kan terlalu lama membiarkan CRF150L bermain sendiri di segmen motor trail. Kalau ada rekan seperjuangannya kan bisa semakin meningkatkan brand image Honda juga di kancah motor trail nasional. Iya nggak? Hehehe.. Sekedar informasi aja buat temen-temen, CRF250F sudah banyak yang masuk ke Indonesia lewat importir umum. Namun harganya memang luar biasa mahal. Tembus Rp 100 juta off the road. Misal motor ini dijual oleh AHM, pasti harganya bisa turun drastis!

Advertisements