• Home »
  • Article »
  • Beta Perkenalkan Xtrainer Model Year 2020, Grafis Didominasi Warna Biru

Beta Perkenalkan Xtrainer Model Year 2020, Grafis Didominasi Warna Biru

Setelah meluncurkan motor enduro dengan spec kompetisi Beta RR standar dan Beta RR Racing model year 2020, Beta Motorcycles kembali mengumumkan peluncuran motor baru. Apa lagi kalau bukan dari klan Xtrainer. Yups, Xtrainer tergolong sebagai salah satu motor enduro andalan Beta. Bukan karena spesifikasinya yang wah atau performa yang bengis, tapi karena motor ini jauh lebih user friendly untuk kebutuhan enduro bagi “orang normal”. Bahkan konon kabarnya Xtrainer menjadi salah satu lumbung penjualan motor enduro Beta di dunia, termasuk di Indonesia juga. Lantas apa yang baru pada Xtrainer model year 2020?

Pada generasi sebelumnya, Xtrainer terdiri dari pilihan kapasitas mesin 250 dan 300 2-tak. Mesin 250 cc sebenarnya untuk memenuhi permintaan konsumen dari negara-negara berkembang seperti Indonesia, sedangkan konsumen di Eropa, Amerika Utara, hingga Australia lebih suka dengan yang 300 cc. Tapi pada Xtrainer model year 2020 ini baru tersedia opsi mesin 300 2-tak. Belum ada kabar apakah Beta akan merilis yang 250 cc juga atau nggak. Mudah-mudan nanti juga ada opsi mesin 250 cc dengan tenaga lebih jinak ya!

Hal yang paling mencolok perubahannya pada Xtrainer model year 2020 tentu terletak di bagian bodywork dan warna grafis. Desain bodywork berubah cukup signifikan dibandingkan dengan Xtrainer lawas. Kemudian warna grafis yang dulu didominasi oleh merah dan putih sekarang didominasi warna biru dan merah. Menurut informasi dari Beta, mereka cukup fokus meningkatkan performa mesin Xtrainer terbaru. Meskipun demikian, peningkatan performa ini nggak mengubah karakter Xtrainer yang mudah dikendarai. Motor ini dibekali dengan countershaft baru yang mampu mengurangi getaran mesin, meningkatkan inertia, dan menambah power delivery pada semua rentang rpm dan pada seluruh gear. Selain itu, Xtrainer mendapatkan crankshaft baru dan kampas kopling baru. Oh ya, sistem oil injection tetap terpasang dengan manis di Xtrainer membuat rider nggak perlu repot melakukan premix atau mencampur manual antara bensin dan oli samping ketika mengisi BBM. Praktis… Dan mau tahu fuel consumption motor ini? Beta mengklaim untuk menempuh jarak 100 km, Xtrainer 300 hanya menghabiskan bensin 2,98 liter atau sekitar 33 km/liter. Irit banget ya?

Gimana dengan bagian sasis? Ternyata selain mengupgrade mesin, Beta nggak melupakan upgrade di sektor sasis. Banyak bagian yang mendapatkan sentuhan, mulai dari memodifikasi swing arm menjadi lebih panjang agar motor lebih stabil dan mendapatkan traksi yang bagus, upgrade fork dan shock, chain guide lebih panjang untuk menyesuaikan swing arm baru, dan ada selector engine mapping. Intinya sih paket upgrade yang diberikan baik itu di sektor mesin, sasis, hingga body membuat Xtrainer model year 2020 menjadi motor yang lebih baik.

Satu hal yang unik adalah walaupun Xtrainer diposisikan sebagai motor enduro yang kastanya berada di bawah RR series, tapi ternyata belakangan nggak sedikit rider yang menggeber motor ini di event-event extreme enduro ternama seperti Red Bull Romaniacs. Beta sendiri bilang bahwa Xtrainer tergolong sebagai motor yang cocok bagi siapapun yang ingin terjun di dunia extreme enduro. Alasannya banyak, mulai dari power delivery yang lembut sehingga motor mudah dikendarai, ketinggian jok yang rendah hanya 910 mm (Beta RR series 930 mm), dan bobot yang sangat ringan cuma 98 kg. Belum lagi harga Xtrainer juga jauh lebih bersahabat dibandingkan dengan RR series.

Apakah Xtrainer model year 2020 bakal masuk ke Indonesia? Harusnya sih iya. Soalnya di sini sudah ada distributor/importir resminya yaitu Extreme Enduro Shop (Beta Motor Indonesia). Mengenai timeline-nya kapan, masih belum ada keterangan resmi. Kemungkinan besar awal tahun 2020 mendatang bersamaan dengan RR series model year 2020. Kalau di Eropa dan Amerika Serikat sendiri Xtrainer terbaru ini tersedia di showroom mulai Oktober 2019 ini juga!

Advertisements