Harga GPX Moto TSE250R Mesin 2-Tak Versi 2020 Terjun Bebas

Selain merilis motor enduro 4-tak GPX Moto FSE250E model year 2020, Dr. No Offroad Industries ternyata juga sudah ready stock unit GPX Moto TSE250R versi 2020 yang pakai mesin 2-tak. Sebenarnya nggak terlalu banyak yang berbeda antara TSE250R generasi terbaru dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Perbedaan yang paling mencolok ada di warna grafis yang sekarang jadi lebih rame dengan tempelan-tempelan sticker sponsor ala motor tim balap. Satu hal lagi yang nggak kalah menarik, harga GPX Moto TSE250R generasi paling anyar ini justru terjun bebas, jauh lebih murah!

Seperti yang saya katakan tadi, spesifikasi TSE250R edisi terbaru nggak banyak berubah. Mesin masih mengandalkan basis dari Yamaha D230 Lanza tapi dinaikkan kapasitasnya jadi 250 cc. Motor ini pakai sistem pendingin oli dan pembakarannya pakai karburator. Uniknya, TSE250R sebagai motor bermesin 2-tak udah dilengkapi oil tank sehingga pengguna nggak perlu mencampur oli 2-tak dengan bahan bakar secara manual karena oli itu bercampur dengan bahan bakar secara otomatis menggunakan sistem oil injection.

Kemudian untuk suspensi masih tetap pakai merek SZC yang konon secara internal jiplak suspensi buatan WP yang terpasang di motor KTM dan Husqvarna. Bentuk bodywork jelas banget jiplak Husqvarna dan sistem rem konon jiplak Brembo di motor KTM. Di luar penampilan dan spesifikasinya yang banyak persamaan dengan generasi sebelumnya, katanya TSE250R versi anyar ketinggian joknya lebih bersahabat bagi kebanyakan orang Asia dan Indonesia. Maklum, orang Indonesia kalau pakai motor enduro Eropa itu kebanyakan jinjit balet.

Oh ya, untuk harga TSE250R terbaru ini memang cukup mengejutkan. Kalau di awal kemunculannya TSE250R dijual Rp 69 juta, kemudian sempat naik jadi Rp 72 juta, sekarang harga motor ini justru turun jadi Rp 59 juta. Harga baru lumayan bikin nyesek konsumen pembeli awal ya. Hehehe… Nggak tau kenapa Dr. No menurunkan harga jual motor ini. Apakah karena dari China sana harganya lebih murah atau si distributor mulai berpikir rasional dengan mengambil untung yang nggak terlalu banyak?

Advertisements