• Home »
  • Article »
  • Sultan Mah Bebas… CRF250RX Milik Oldrati Dibuang Setelah Dipakai 100 Jam!

Sultan Mah Bebas… CRF250RX Milik Oldrati Dibuang Setelah Dipakai 100 Jam!

Nama Honda RedMoto sudah nggak asing lagi di dunia balap enduro. Maklum, selain menjadi distributor resmi dirt bike Honda di Italia dan sejumlah negara di Eropa, Honda RedMoto juga punya tim balap handal dengan mengusung nama Honda RedMoto Racing Enduro Team. Tim ini kerap mendominasi balapan Italian Enduro Championship dan menjadi salah satu tim papan atas dalam ajang FIM Enduro World Championship (EnduroGP). Bahkan Honda RedMoto sekarang bisa dibilang kepanjangan tangan resmi dari Honda di kancah balap enduro. Honda RedMoto ini bekerja sama langsung dengan Honda Jepang dan Honda Racing Corporation (HRC).

Untuk musim 2020, Honda RedMoto punya tiga pembalap andalan antara lain Thomas Oldrati, Danny McCanney, dan Roni Kytonen. Tapi sekarang kita kesampingkan dulu Danny dan Roni, kita fokus bahas mengenai motor milik Thomas Oldrati yaitu Honda CRF250RX Enduro dulu yah. Jadi Thomas Oldrati sepanjang musim 2020 ini, baik di EnduroGP maupun kompetisi lokal Italia, menggunakan motor CRF250RX Enduro untuk terjun di kelas Enduro 1 (E1). Motor ini dibangun secara khusus oleh Honda RedMoto dari basis motor cross-country CRF250RX. Banyak banget ubahan yang dilakukan sehingga penampilan, spesifikasi, dan sejumlah komponen CRF250RX Enduro karya Honda RedMoto benar-benar beda dengan CRF250RX standar. CRF250RX Enduro pastinya dijual massal, tapi hanya melalui jaringan dealer Honda RedMoto doang!

Nah, sebagai motor balap yang dipakai di kejuaraan dunia, otomatis komponen yang dipakai oleh CRF250RX Enduro milik Thomas Oldrati jauh lebih spesial dibandingkan dengan CRF250RX Enduro standar yang dijual di pasaran. Pada bagian mesin, Honda RedMoto sedikit mengutak-atik bagian piston dengan menggantinya menggunakan merek Vertex agar menghasilkan power yang lebih besar. Flywheel juga mengalami sedikit ubahan. Terus motor ini pakai mapping yang berbeda dari standarnya. Apalagi RedMoto mendapatkan tools dari HRC agar bisa mengganti mapping ECU dengan settingan mereka sendiri.

“Kami mendapatkan tools dari HRC untuk mengubah mapping dengan settingan kami sendiri. Biasanya ini kami kerjakan di awal musim dan tidak pernah diganti. Motor punya tiga mapping, satu merupakan mapping standar dan dua mapping lagi bisa di-adjust, biasanya satu mapping agresif dan satunya lagi mapping lebih soft. Thomas pakai mapping standar hampir pada seluruh race, tapi kadang jika extreme test tergolong sulit atau jalur sangat licin dia pakai mapping soft atau jika jalur pada MX test sangat keras mungkin dia pakai mapping agresif,” ujar Manajer Tim Honda RedMoto Matteo Boffelli.

Kalau mesin mungkin nggak terlalu spesial, CRF250RX Enduro milik Thomas Oldrati dibekali dengan komponen-komponen yang tergolong mewah. Sebut saja suspensi depan pakai Showa Factory (Showa SFF Air Forks) yang dikirim langsung dari Jepang, triple clamps XTRIG ROCS, handlebar CMV, dan tangki bahan bakar karbon buatan CMT. Setelah sekian lama berkolaborasi dengan Termignoni di bagian knalpot, kali ini Honda RedMoto beralih menggunakan knalpot bikinan Akrapovic. Dibandingkan dengan knalpot standar otomatis knalpot buatan Akrapovic bisa menghasilkan power mesin lbih besar. Tapi gimana kalau dibandingkan dengan knalpot Termignoni? Ternyata menurut Bofelli knalpot Akrapovic mampu mengeluarkan power besar pada putaran mesin rendah, menengah, dan tinggi sekaligus, sedangkan umumnya Termignoni hanya mengeluarkan power di putaran bawah dan menengah. Dalam hal pendinginan mesin Honda RedMoto membekali motor ini dengan radiator yang lebih besar lengkap dengan selang radiator buatan Samco. Benda yang nggak terlihat di dalam radiator adalah cairan radiator Evans yang diklaim tanpa air.

“Cairan radiator Evans punya titik didih 180 derajat Celsius dan kami menggunakannya pada seluruh motor kami. Dalam satu musim kami nggak pernah mengalami motor kami mendidih atau terlalu panas. Cairan yang sama juga digunakan oleh Honda Rally Team di Dakar dan MXGP,” ungkap Boffelli.

Printilan lainnya yang nggak kalah istimewa antara lain footpegs titanium buatan Honda RedMoto sendiri, skid plate AXP Racing, protektor frame Vibram, chain guide dan sprocket protector dari TMDesign, headlight rancangan RedMoto lengkap dengan lampu LED, sistem kopling dari Rekluse, kopling hidrolik dari Magura, rantai RK, rim Excel, sprocket Supersprox, ban Metzeler, hand guard Circuit, cakram rem dari Galfer dan kalipernya dari Nissin, serta mungkin masih banyak komponen-komponen mewah lainnya yang nggak bisa disebutkan satu per satu.

Salah satu hal yang bikin shock adalah CRF250RX Enduro milik Thomas Oldrati ini akan dibuang ke tempat sampah (bahasa gampangnya gitu) setelah dipakai selama 100 jam. Iya kalian jangan kaget, umur motor ini di tangan Thomas cuma 100 jam mesin nyala, setelah itu jadi sampah. Rinciannya, ketika motor masih sangat fresh alias baru, motor itu dipakai buat balapan dengan umur 46-50 jam. Setelah tercapai 46-50 jam, motor hanya dipakai buat latihan, sedangkan untuk race dia mendapatkan motor baru lagi. Gilanya lagi, standar umur motor latihan Honda RedMoto juga cuma 50 jam. So, setelah total terpakai 100 jam motor nggak digunakan lagi. Sultan mah memang beda ya!

“Kami mengganti motor (satu pembalap) mungkin sekitar lima atau enam kali dalam setahun, tergantung dari kondisi cuaca. Kami biasanya memakai 46-50 jam pada motor khusus race kemudian menjadikannya sebagai motor latihan dengan durasi jam yang sama sebelum mereka pergi ke tong sampah. Masalahnya Thomas sangat banyak berlatih sehingga lebih banyak motor yang dibuang. Haha… Itu juga tergantung dari rider tapi kami memilih cara ini karena ketika kamu mengganti motor, kamu mengganti semuanya dengan yang baru dan kami tahu kami tidak masalah dengan itu,” tegas Boffelli.

Advertisements