• Regional

    FAKTA Dua Guru di Papua Ditembak KKB: Kronologi hingga Lima Poin Sikap PGRI

    Berikut ini fakta fakta penembakan dua orang guru oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua. Dua guru yang ditembak KKB itu diketahui bernama Oktovianus Rayo (43) dan Yonatan Raden (28). Keduanya merupakan guru yang bertugas di Kabupaten Puncak. Tidak hanya menembak dua guru, KKB juga melakukan pembakaran terhadap tiga sekolah. Penembakan terhadap dua guru itu terjadi dalam dua hari berbeda. Di hari pertama yakni pada Kamis (8/4/2021), Oktovianus Rayo (43), seorang guru SD tewas ditembak di Kampung Julukoma, Distrik Beoga Kabupaten Puncak. Menurut Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri, penembakan itu terjadi pada pukul 09.30 WIT. Saat itu, Oktovianus Rayo sedang berada di kios miliknya, "Korban didatangi…

  • Nasional

    Respon Komnas HAM Jawa Barat Disebut Nomor 1 Tempat Pelanggaran Kebebasan Beragama Selama 14 Tahun

    Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menanggapi terkait pernyataan Direktur Riset SETARA Institute Halili Hasan yang menyebut Jawa Barat di posisi teratas sebagai tempat pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan selama 14 tahun. Beka mengatakan riset tersebut tidak mengejutkan karena menurutnya memang belum banyak kemajuan atau penyelesaian kasus kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan di wilayah Jawa barat. Untuk itu, kata Beka, pemerintah daerah harus tegas dalam menegakkan hak konstitusional warga dalam beragama dan berkeyakinan. Penyelesaian kasus kasus tersebut, kata Beka, harus didasarkan pada pemenuhan hak konstitusi dan bukan didasarkan pada harmoni. Beka berpendapat semua kebijakan diskriminatif yang berpotensi melanggar HAM termasuk Pergub Jabar Nomor 12 Tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaat…

  • Nasional

    Hasil Gelar Perkara Kasus Dugaan Unlawful Killing pada Laskar FPI

    Tiga anggota Polri yang merupakan terlapor kasus dugaan unlawful killing atau pembunuhan di luar proses hukum terhadap enam anggota laskar FPI ditetapkan menjadi tersangka. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, penetapan tersangka itu dilakukan berdasarkan gelar perkara atas kasus penembakan di Tol Cikampek KM 50 pada Kamis (1/4). ‚ÄĚKesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan, maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka. Tiga Tersangka," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/4). Dalam kasus ini, sedianya memang ada tiga tersangka yang semuanya merupakan anggota Polda Metro Jaya. Namun dari tiga tersangka itu, satu di antaranya tewas akibat kecelakaan pada awal Januari 2021 lalu. Alhasil, penyidikan terhadap…

  • Superskor

    UPDATE Daftar Klub Lolos 8 Besar Piala Menpora 2021: Grup C Memanas, Persebaya Butuh Tambahan 3 Poin

    Berikut update dafar klub yang lolos 8 besar Piala Menpora 2021 diwarnai dengan panasnya persaingan pada grup C. Dari grup C, belum ada tim yang memastikan tiket perempat final karena masih menyisakan jumlah laga yang lebih banyak daripada grup A, B, dan C di babak penyisihan grup Piala Menpora 2021. Persebaya Surabaya menyisakan dua pertandingan di babak penyisihan grup C Piala Menpora 2021 menghadapi Persela Lamongan dan PS Sleman. Kans Persebaya Surabaya untuk lolos ke babak 8 besar Piala Menpora 2021 hanya tinggal membutuhkan tiga poin dan tidak akan terkejar lagi oleh kontestan di grup C. Adapun posisi kedua dan ketiga diisi oleh Madura United dengan PS Sleman yang kini…

  • Metropolitan

    Sosok Terduga Teroris ZA Dikenal Sebagai Pribadi yang Tertutup dan Senang Menjahit

    Perempuan terduga teroris berinisial ZA (25) dikenal sosok pendiam, ZA adalah terduga teroris ditembak polisi setelah menyerang Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta sore tadi. Lurah Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur Sandy Adamsyah mengatakan, menurut pengakuan kakak ZA, almarhumah merupakan orang yang tertutup, bahkan kepada keluarganya sekalipun. "Intinya secara garis besar almarhumah ini agak tertutup," tutur Sandy kepada awak media di depan kediaman ZA, Rabu (31/3/2021). Lebih lanjut kata Sandy, keseharian jenazah ZA di lingkungan rumah banyak dihabiskan di dalam kamar. Kata dia, ketua RW di tempat tinggal ZA menyebut bahwa almarhumah gemar menjahit sehingga jarang melakukan kegiatan di luar rumah. "Berdasarkan informasi dari ketua RW, bahwa Almarhumah ZA…