Nasional

Besok, Jurnalis Edy Mulyadi Bakal Dipanggil Kembali Terkait Video Reportase Bentrokan FPI-Polri

Bareskrim Polri menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap jurnalis Edy Mulyadi dalam statusnya sebagai saksi kasus bentrokan FPI Polri di Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek), Karawang, Jawa Barat. Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Jhon Weynart Hutagalung menyampaikan Edy Mulyadi berencana diperiksa pada Kamis (17/12/2020) besok. "Rencana akan dimintai keterangan sebagai saksi (kasus) di rest area 50 hari Kamis," kata John dalam keterangannya, Rabu (16/12/2020).

Jhon menyampaikan Edy diperiksa mengenai video reportasenya mengenai bentrokan FPI dan Polri yang diunggahnya di YouTube. Dalam investigasinya, Edy menyebutkan ada suara tembakan di sekitar rest area tersebut. "Yang bersangkutan ada bicara bahwa di rest area 50 ada suara tembakan dan penggunaan senpi panjang sesuai yang diupload di Youtube, jadi kita mintai keterangan tentang hal tersebut," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri menyampaikan jurnalis Edy Mulyadi tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik dalam statusnya sebagai saksi kasus bentrokan FPI Polri di Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek), Karawang, Jawa Barat.

Edy Mulyadi dipanggil dalam surat bernomor S.Pgl/2792/XII/2020/Dit Tipidum tanggal 11 Desember 2020. Dalam surat itu, Edy diperiksa sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana di muka umum secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang. "Tidak datang," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Senin (14/12/2020).

Diketahui dalam video tersebut, Edy Mulyadi yang tampak menggunakan rompi bertuliskan Forum News Network (FNN) itu menyampaikan reportase di jalan tol Jakarta Cikampek KM 50 yang menjadi titik lokasi bentrokan FPI dan Polri pada Senin (7/12/2020) lalu. Dalam video tersebut, Edy Mulyadi melakukan investigasi terkait adanya insiden penembakan Polri terhadap 6 orang laskar FPI di lokasi tersebut. Edy juga menjelaskan kronologi detik detik mobil 6 orang laskar FPI masuk ke dalam rest area tersebut hingga dilakukan penyergapan oleh polisi.

Keterangan tersebut didapatkannya berasal wawancara pedagang ataupun tukang parkir di sekitar lokasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *